Solokanjeruk, Info Burinyay — Program pentahelix normalisasi Sungai Cisunggalah di Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, terus menunjukkan hasil. Gerakan tersebut melibatkan unsur pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, serta sejumlah pihak terkait untuk menangani kondisi aliran sungai dan mengantisipasi ancaman banjir.
Di balik pelaksanaan program itu terdapat sosok Asep Hana Kirana, warga Desa Padamukti, Kecamatan Solokanjeruk. Sejak April 2026, ia mendapat amanah sebagai Ketua Program Pentahelix Kecamatan Solokanjeruk.
Kepercayaan tersebut muncul melalui proses musyawarah yang berlangsung di Aula Kecamatan Solokanjeruk. Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama sejumlah stakeholder kemudian memberikan mandat kepada Asep untuk mengoordinasikan gerakan pentahelix di wilayah tersebut.
Setelah menerima amanah, Asep langsung menggerakkan sejumlah pengusaha di Kecamatan Solokanjeruk. Bersama masyarakat dan berbagai unsur terkait, mereka menjalankan aksi normalisasi Sungai Cisunggalah.
Program itu menyasar aliran sungai yang melintasi Desa Padamukti, Desa Cibodas, dan Desa Panyadap. Pengerjaan normalisasi dimulai pada 22 April 2026.
Pada tahap awal, tim menurunkan dua unit alat berat backhoe milik perusahaan. Selain itu, satu unit alat berat dari BBWS Citarum turut mendukung pekerjaan tersebut.
Pergerakan alat berat tersebut kemudian mempercepat proses pengerukan endapan sedimentasi. Hasilnya, tim berhasil menangani sekitar 5 kilometer aliran Sungai Cisunggalah hingga Juni 2026.
Dengan demikian, pengerjaan normalisasi berlangsung sekitar dua bulan. Program tersebut kemudian berlanjut pada penanganan tembok penahan tanah atau TPT.
Pengerjaan TPT menjadi perhatian karena sejumlah bagian mengalami kerusakan. Sebagian konstruksi bahkan ambruk setelah proses pengerukan sedimentasi. Di sisi lain, beberapa bagian TPT juga sudah mengalami kondisi rapuh.
Asep mengatakan, saat ini masih terdapat tiga titik TPT yang dalam proses pengerjaan. Pemerintah Kabupaten Bandung sebelumnya telah menginstruksikan DPUTR Kabupaten Bandung untuk menyiapkan kebutuhan material pembangunan.
“Saat ini, tiga TPT yang masih tersisa masih dalam pengerjaan. Setelah sebelumnya, Pak Bupati Bandung menginstruksikan DPUTR Kabupaten Bandung untuk menganggarkan dalam pengadaan material batu, pasir, semen dan keperluan lainnya. Saat ini, material batu belah sudah didrop ke lokasi titik pengerjaan TPT itu,” tutur Asep Hana Kirana di Solokanjeruk, Jumat (14/8/2026).
Menurut Asep, respons cepat pemerintah daerah menunjukkan perhatian terhadap kondisi aktual di sepanjang aliran Sungai Cisunggalah. Terlebih lagi, masyarakat kini menghadapi kondisi kemarau ekstrem sebelum memasuki periode musim hujan.
Ia menilai, kondisi TPT yang rawan jebol perlu segera mendapatkan penanganan. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko terhadap permukiman warga di sekitar aliran sungai.
“Kata Pak Bupati, jebolnya tanggul itu terkait dengan keselamatan nyawa manusia. Kalau tanggul sungai jebol, mencapai sekitar 200 rumah terdampak, sehingga titik TPT yang rawan jebol itu menjadi perhatian Pak Bupati Bandung untuk segera diselesaikan dalam pengerjaannya, jika materialnya sudah tersedia,” tuturnya.
Karena itu, warga berharap pembangunan TPT dapat segera rampung sebelum hujan kembali turun. Masyarakat menilai langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini untuk menghadapi kemungkinan peningkatan debit air sungai.
Selain pengerjaan fisik, program pentahelix juga mengandalkan kekuatan gotong royong masyarakat. Asep menyebut warga ikut terlibat dalam proses penataan Sungai Cisunggalah.
Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat yang ikut turun membantu pengerjaan TPT. Menurutnya, semangat tersebut menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan program pentahelix.
“Melakukan program pentahelix tidak ada pekerja yang dibayar, semuanya adalah gotong royong untuk sama-sama menata aliran Sungai Cisunggalah,” ujarnya.
Asep berharap seluruh pekerjaan TPT dapat selesai sebelum musim hujan tiba. Dengan begitu, keberadaan konstruksi tersebut dapat membantu memberikan perlindungan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Cisunggalah.
Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb turut melihat langsung hasil program tersebut. Keduanya menghadiri kegiatan tasyakur binikmah atas terselenggaranya program pentahelix normalisasi Sungai Cisunggalah di kompleks SDN Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk, Selasa (11/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Bandung makan nasi liwet bersama masyarakat. Mereka menyantap hidangan menggunakan alas daun pisang tanpa sekat dengan warga.
Momen tersebut menjadi bagian dari kegiatan bersama setelah masyarakat dan berbagai unsur terlibat dalam program normalisasi sungai. Kehadiran pimpinan daerah juga memperlihatkan interaksi langsung antara pemerintah dan masyarakat di lokasi program.
Program pentahelix normalisasi Sungai Cisunggalah kini memasuki tahap penyelesaian sejumlah TPT. Pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, dan unsur terkait diharapkan dapat terus menjaga koordinasi agar pekerjaan berjalan sesuai kebutuhan lapangan.
Bagi Asep Hana Kirana, program tersebut bukan sekadar kegiatan normalisasi sungai. Gerakan itu juga menjadi ruang bagi masyarakat, pengusaha, dan pemerintah untuk membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan serta keselamatan warga.
Dengan pendekatan gotong royong, program pentahelix di Kecamatan Solokanjeruk menunjukkan bahwa penanganan persoalan sungai dapat melibatkan banyak unsur. Selanjutnya, penyelesaian titik TPT yang masih tersisa menjadi perhatian agar Sungai Cisunggalah lebih siap menghadapi musim hujan.
