Cileunyi, Info Burinyay – Suasana duka menyelimuti Kampung Cijati, Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, saat keluarga, kerabat, tokoh masyarakat, dan para pelayat mengantarkan H. Ado Mulyana bin Hasan Mukosin ke tempat peristirahatan terakhirnya, Selasa (7/7/2026). Almarhum wafat pada usia 92 tahun setelah menjalani sakit yang berkaitan dengan faktor usia.
Keluarga memakamkan almarhum di area pemakaman keluarga yang berada di belakang kediaman putra sulungnya, H. Adam Ismail. Prosesi berlangsung dengan khidmat dan diiringi doa bersama sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal sederhana serta mengutamakan pendidikan bagi anak-anaknya.
H. Adam Ismail, dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor sekaligus anak laki-laki tertua dari tujuh bersaudara, menyampaikan kenangan mendalam tentang sosok ayahnya. Menurutnya, almarhum selalu meluangkan waktu untuk berdiskusi mengenai masa depan keluarga.
“Saya adalah anak laki-laki tertua dari tujuh bersaudara. Karena itu, saya merasa memiliki banyak kenangan bersama almarhum. Puluhan tahun lalu beliau sering duduk bersama saya sambil membicarakan masa depan keluarga,” ujar H. Adam Ismail.
Ia menjelaskan bahwa almarhum mengabdikan diri sebagai pegawai BUMN hingga memasuki masa pensiun. Sementara itu, sang ibu juga bekerja di lingkungan BUMN. Meski menjalani kehidupan yang sederhana, keduanya memiliki cita-cita besar bagi masa depan anak-anaknya.
“Beliau selalu berpesan agar anak-anaknya dapat mengenyam pendidikan yang lebih tinggi daripada orang tuanya. Alhamdulillah, Allah SWT telah mengabulkan cita-cita tersebut,” tuturnya.
Selain mengenang perjuangan sang ayah, H. Adam Ismail juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelayat yang hadir untuk memberikan doa dan dukungan kepada keluarga.
“Kami memohon doa agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, menerima iman dan Islam beliau, serta melapangkan alam kuburnya. Kami sekeluarga juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh bapak dan ibu yang telah hadir. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan yang telah diberikan,” katanya.
Perwakilan IPDN Jatinangor, Sofyan Sobari, S.Sos., turut menyampaikan belasungkawa atas nama lembaga. Ia berharap keluarga tetap diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.
“Kami atas nama keluarga besar IPDN Jatinangor menyampaikan turut berduka cita atas wafatnya ayahanda Bapak Adam Ismail. Semoga Allah SWT menerima iman dan Islam almarhum serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Sofyan.
Hj. Leni Aci yang mewakili keluarga besar Alumni SMP Cirangkong dan SMA Negeri 24 Bandung juga menyampaikan doa serta dukungan kepada keluarga almarhum.
“Atas nama keluarga besar Alumni SMP Cirangkong dan SMA Negeri 24 Bandung, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum dan memberikan kesabaran serta keikhlasan kepada keluarga yang ditinggalkan,” katanya.
Tokoh masyarakat Kecamatan Cileunyi, H. Asep, mengajak seluruh keluarga agar tetap menguatkan hati dan menerima takdir Allah SWT dengan penuh keikhlasan. Menurutnya, setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta.
“Khusus kepada Pak Adam dan seluruh keluarga, semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kesehatan, dan keikhlasan. Keikhlasan keluarga akan menjadi doa terbaik bagi almarhum. Semua yang terjadi merupakan ketetapan Allah SWT dan setiap manusia pasti akan meninggalkan kehidupan dunia yang fana,” ungkapnya.
Menjelang akhir prosesi, warga dan para pelayat bergantian memanjatkan doa sebelum keluarga mengantar jenazah ke liang lahat. Kehadiran masyarakat menunjukkan kuatnya nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang masih terjaga di lingkungan setempat.
Semasa hidupnya, H. Ado Mulyana dikenal sebagai sosok pekerja keras yang menanamkan pentingnya pendidikan kepada anak-anaknya. Nilai tersebut kemudian menjadi warisan yang terus hidup melalui keberhasilan putra-putrinya menempuh pendidikan tinggi dan mengabdikan diri di berbagai bidang profesi.
Keluarga berharap seluruh doa yang dipanjatkan para pelayat menjadi amal kebaikan bagi almarhum. Di sisi lain, pesan tentang pentingnya pendidikan, kesederhanaan, serta pengabdian kepada keluarga diharapkan terus menginspirasi generasi berikutnya.
