Pairjambu, Info Burinyay – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Firdaus di Kampung Papakmanggu No. 01/13, Desa Cibodas, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjalani visitasi akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (BAN PDM) Provinsi Jawa Barat. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Senin hingga Rabu (3–5 November 2025).
Visitasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat mutu layanan pendidikan nonformal di wilayah selatan Kabupaten Bandung. PKBM Al Firdaus telah berdiri sejak 2003 dan terus memberi kesempatan belajar bagi masyarakat yang membutuhkan jalur pendidikan alternatif.
Ketua PKBM Al Firdaus, Muhamad Jimli, S.Pd., menyebut seluruh persiapan berjalan baik. Ia memastikan semua dokumen akreditasi sudah lengkap dan siap diperiksa.
“Alhamdulillah, kami kedatangan asesor dari BAN PDM Jawa Barat. Semua data sudah kami siapkan. Insyaallah kami siap menjalani visitasi,” ujar Jimli.
Menurutnya, PKBM Al Firdaus terakhir terakreditasi pada 2019 dengan nilai B+. Tahun ini, pihaknya menargetkan peningkatan nilai menjadi A. “Kami berupaya naik peringkat. Mudah-mudahan hasilnya lebih baik,” katanya.
PKBM Al Firdaus menyelenggarakan tiga program kesetaraan, yaitu Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA. Lembaga ini telah meluluskan ribuan peserta sejak berdiri.
“Sejak 2003, jumlah lulusan kami sudah mencapai ribuan orang. Artinya, masyarakat mempercayai PKBM Al Firdaus sebagai tempat belajar kedua,” tutur Jimli.
Ia berharap visitasi ini mendorong kerja sama baru dengan berbagai pihak. “Setelah proses ini, kami ingin menjalin lebih banyak MoU dengan lembaga lain. Semua demi peningkatan mutu pendidikan di sini,” tambahnya.
Ketua Tim Asesor BAN PDM Jawa Barat, Rachmat Taufik, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa visitasi bertujuan menilai seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan di PKBM tersebut. Ia datang bersama rekannya, Dede, untuk melakukan observasi langsung.
“Kami memotret seluruh kegiatan yang berjalan di PKBM Al Firdaus. Tujuannya untuk melihat sejauh mana mutu layanan pendidikannya,” kata Taufik.
Ia menuturkan bahwa kegiatan visitasi berlangsung tiga hari. Tim asesor mengamati kelas, lingkungan belajar, hingga unit usaha yang dikelola peserta. Salah satu kegiatan menarik ialah produksi teh hijau hasil karya warga belajar.
“Kami ingin melihat proses pembuatan teh hijau ini. Dari sana, kami bisa menilai bagaimana pembelajaran keterampilan berjalan dan relevansinya terhadap kebutuhan peserta,” jelas Taufik.
Ia menambahkan bahwa hasil akreditasi berperan penting untuk memperluas akses kerja sama. “Jika PKBM Al Firdaus meraih hasil baik, peluang bermitra dengan berbagai pihak akan terbuka lebar. Itu sangat membantu peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Penilik PKBM Wilayah Pacira, Jayana, S.Pd.I. Ia mengapresiasi keseriusan PKBM Al Firdaus dalam menyiapkan akreditasi.
“Selama ini saya mendampingi kegiatan di PKBM Al Firdaus. Setiap tahap berjalan teratur dan terencana. Proses pembelajaran di sini sudah baik,” kata Jayana. Ia berharap visitasi ini memperkuat kualitas lembaga dan kepercayaan masyarakat.
Ketua Yayasan Ibadurrohman Kusumahani Al Badriyah, H. Enjang Rohimat, S.Ag., MM., juga menyampaikan dukungannya. Ia menilai akreditasi merupakan kewajiban lembaga untuk menjaga kualitas pendidikan.
“Hari ini kami menerima kunjungan tim asesor BAN PDM. Ini bagian dari tanggung jawab kami untuk memastikan mutu pendidikan di PKBM tetap baik,” ujar Enjang.
Ia mengungkapkan bahwa PKBM Al Firdaus berdiri sejak 23 Desember 2003 di bawah naungan yayasan yang dipimpinnya. Hingga kini, lembaga tersebut sudah berusia 22 tahun dan meluluskan lebih dari seribu peserta didik.
“Selama dua puluh dua tahun, PKBM Al Firdaus sudah meluluskan lebih dari seribu orang. Ini pencapaian besar bagi lembaga nonformal,” kata Enjang.
Ia menambahkan bahwa tim pengelola telah menyiapkan seluruh instrumen akreditasi dengan baik. “Ada 15 butir penilaian yang kami lengkapi. Hampir semuanya sudah terpenuhi,” jelasnya.
Enjang berharap hasil kali ini meningkat dari sebelumnya. “Lima tahun lalu kami mendapat nilai B+. Mudah-mudahan tahun ini bisa A, bahkan A+. Tapi kalau tetap B+, kami tetap bersyukur karena berarti kami berhasil mempertahankan mutu,” ujarnya.
Visitasi akreditasi ini memperlihatkan komitmen kuat semua pihak untuk terus memperbaiki layanan pendidikan di PKBM Al Firdaus. Semangat kolaborasi antara pengelola, yayasan, penilik, dan tim asesor menjadi dorongan penting bagi lembaga ini agar semakin berdaya saing.
Dengan kerja keras yang konsisten, PKBM Al Firdaus berharap mampu melahirkan lebih banyak lulusan berkualitas serta memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang ingin terus belajar di luar jalur formal.
