28.4 C
Bandung
Senin, Jun 1, 2026
Info Burinyay
Kab. BandungPendidikan

Asep Kusumah Buka Skema Baru SPMB 2026, Siswa Dekat Sekolah Dapat Prioritas Masuk SMP Negeri

Bupati Bandung menyerahkan piagam penghargaan kepada santri berprestasi dalam kegiatan Forum Pondok Pesantren di Pondok Pesantren Miftahul Jaza, Kabupaten Bandung.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menyerahkan penghargaan kepada santri berprestasi dalam kegiatan Ngonten Forum Pondok Pesantren di Pondok Pesantren Miftahul Jaza, Cangkuang, Kabupaten Bandung. - Foto:infoburinyay/diskominfo

Cangkuang, Info Burinyay – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Asep Kusumah menerapkan skema baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Melalui skema tersebut, Asep Kusumah memberi prioritas kepada siswa yang tinggal dekat dengan sekolah negeri.

Asep Kusumah mengumumkan kebijakan itu saat mendampingi Bupati Bandung Dadang Supriatna pada kegiatan Gelar Ngobrol Tentang Pondok Pesantren (Ngonten) bersama Forum Pondok Pesantren. Panitia menggelar kegiatan tersebut di Pondok Pesantren Miftahul Jaza, Desa Nagrak, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Kamis (28/5/2026).

Asep Kusumah menetapkan kuota jalur domisili sebesar minimal 40 persen dari total daya tampung setiap SMP negeri. Melalui kebijakan itu, Asep Kusumah memberi peluang lebih besar kepada siswa yang tinggal di sekitar sekolah tujuan.

Selain itu, Asep Kusumah menjalankan simulasi pendaftaran bersama siswa sekolah dasar. Melalui simulasi tersebut, Asep Kusumah memperoleh gambaran mengenai pilihan sekolah para siswa. Selanjutnya, Asep Kusumah menyesuaikan kebutuhan kuota dengan jumlah peminat pada setiap SMP negeri.

Menurut Asep Kusumah, pelaksanaan SPMB 2026 mencakup dua tahapan seleksi. Pada tahap pertama, Asep Kusumah membuka jalur domisili dan jalur afirmasi. Kemudian, Asep Kusumah membuka jalur prestasi pada tahap kedua.

Asep Kusumah juga menyediakan masa sanggah selama tiga hari pada setiap tahapan seleksi. Karena itu, masyarakat memiliki kesempatan untuk menyampaikan keberatan apabila menemukan ketidaksesuaian data.

Untuk mendukung proses tersebut, Asep Kusumah menyiapkan posko pengaduan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. Melalui posko itu, masyarakat dapat menyampaikan laporan, masukan, maupun keberatan selama proses penerimaan berlangsung.

Asep Kusumah berharap kebijakan baru tersebut mampu mengurangi angka putus sekolah. Selain itu, Asep Kusumah juga ingin meningkatkan angka melanjutkan sekolah pada jenjang SMP.

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan. Dadang Supriatna terus mendorong setiap lulusan SD agar melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Menurut Dadang Supriatna, pemerintah daerah terus memperkuat berbagai program pendidikan. Karena itu, Dadang Supriatna ingin memastikan seluruh siswa memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan.

Lebih lanjut, Dadang Supriatna menggandeng Kementerian Agama Kabupaten Bandung dan jajaran pendidikan untuk memetakan data siswa. Melalui langkah tersebut, Dadang Supriatna dapat mengetahui kebutuhan pendidikan setiap lulusan SD secara lebih akurat.

Dadang Supriatna juga membuka berbagai jalur pendidikan bagi para siswa. Selain SMP negeri, Dadang Supriatna mendorong pemanfaatan pondok pesantren dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Dengan demikian, setiap siswa memiliki lebih banyak pilihan untuk melanjutkan pendidikan.

Dadang Supriatna mendukung komposisi kuota pada SPMB 2026. Dalam kebijakan tersebut, Asep Kusumah menetapkan kuota jalur domisili minimal 40 persen. Selanjutnya, Asep Kusumah memberikan porsi maksimal 20 persen untuk jalur afirmasi. Adapun jalur prestasi menampung calon siswa melalui kuota yang masih tersedia.

Melalui kebijakan tersebut, Dadang Supriatna ingin memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Kabupaten Bandung. Selain itu, Dadang Supriatna juga ingin meningkatkan partisipasi sekolah pada seluruh wilayah. Karena itu, Dadang Supriatna mengarahkan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung pelaksanaan SPMB 2026 secara optimal.

Menurut Dadang Supriatna, keberhasilan program pendidikan memerlukan kolaborasi seluruh pihak. Oleh sebab itu, Dadang Supriatna mengajak masyarakat, sekolah, dan orang tua untuk berperan aktif dalam mendukung keberlanjutan pendidikan anak. Dengan langkah tersebut, Dadang Supriatna berharap seluruh lulusan SD dapat melanjutkan pendidikan tanpa hambatan biaya, jarak, maupun keterbatasan akses.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.