26.1 C
Bandung
Selasa, Jun 2, 2026
Info Burinyay
Kab. BandungPendidikan

SMAN 1 Nagreg Gelar Simulasi Pernikahan, Siswa Dibekali Pemahaman Cegah Nikah Dini

Siswa SMAN 1 Nagreg melaksanakan simulasi akad nikah dalam ujian praktik Pendidikan Agama Islam sebagai edukasi pencegahan pernikahan dini di Kabupaten Bandung.
Siswa SMAN 1 Nagreg mengikuti simulasi akad nikah saat ujian praktik Pendidikan Agama Islam untuk memahami tata cara dan tanggung jawab pernikahan sesuai syariat Islam, Selasa (2/6/2026). - Foto:infoburinyay/dj

Nagreg, Info Burinyay – SMAN 1 Nagreg menggelar ujian praktik pernikahan dini sebagai bagian dari pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Selasa, 2 Juni 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan sekolah yang berlokasi di Jalan Raya Nagreg KM 38, Desa Kendan, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung.

Melalui simulasi prosesi pernikahan sesuai syariat Islam, para siswa tidak hanya mempelajari tata cara akad nikah. Mereka juga memahami berbagai tanggung jawab yang harus dijalankan setelah memasuki kehidupan rumah tangga. Karena itu, pihak sekolah berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana edukasi untuk mencegah pernikahan usia dini.

Kepala SMAN 1 Nagreg, Tuteng Suhara, S.Pd., M.M.Pd., menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda sekaligus bermakna bagi para siswa.

“Ini luar biasa. Mudah-mudahan menjadi pembelajaran bagi seluruh murid bahwa menikah memerlukan perencanaan yang matang. Jadi jangan sampai seseorang hanya memiliki keinginan menikah lalu langsung melaksanakannya tanpa persiapan,” ujar Tuteng.

Menurutnya, simulasi tersebut memperkenalkan proses pernikahan secara menyeluruh. Selain itu, siswa juga diajak memahami berbagai konsekuensi dan tanggung jawab yang muncul setelah pernikahan berlangsung.

“Yang paling penting adalah bagaimana mereka memahami kehidupan pasca pernikahan. Dengan demikian, mereka dapat menghindari pernikahan dini sejak sedini mungkin,” katanya.

Lebih lanjut, Tuteng menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sekaligus menjadi media pembelajaran keagamaan. Oleh sebab itu, siswa dapat memahami ajaran Islam tidak hanya secara teori, tetapi juga melalui praktik langsung.

“Walaupun mereka masih duduk di bangku SMA, mereka sudah mengetahui bagaimana konsep pernikahan dalam agama Islam. Harapannya, mereka mampu memahami dan menjalankan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Sementara itu, Guru Pendidikan Agama Islam SMAN 1 Nagreg, Gugum Gumilang, S.Pd.I., menyebut kegiatan tersebut juga mengajarkan nilai kebersamaan dan pelestarian budaya.

“Alhamdulillah, ini menjadi pembelajaran bagi anak-anak untuk mencintai budaya sekaligus memahami aturan-aturan pernikahan dalam Islam yang berkaitan dengan mata pelajaran PAI,” ungkap Gugum.

Selain memberikan pemahaman keagamaan, kegiatan tersebut juga melatih kemampuan siswa dalam bekerja sama. Setiap kelompok harus mengatur pembagian tugas, menyusun konsep acara, serta berkoordinasi agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik.

“Anak-anak belajar tentang kerja sama, tanggung jawab, dan empati. Nilai-nilai tersebut sangat dibutuhkan ketika mereka terjun ke tengah masyarakat,” jelasnya.

Karena itu, Gugum berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal berharga bagi siswa pada masa mendatang.

“Mudah-mudahan mereka memperoleh wawasan yang lebih luas sehingga siap berinteraksi dan berkontribusi di lingkungan masyarakat yang lebih besar,” katanya.

Salah seorang peserta ujian praktik, Delita Ananda Sopiani dari kelas XI-8, mengaku mendapatkan pengalaman baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah saya telah mengikuti ujian praktik ini. Saya jadi lebih memahami tentang pernikahan dan berbagai hal yang berkaitan dengannya,” ujar Delita.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama kegiatan berlangsung dapat memberikan manfaat bagi dirinya pada masa depan.

Melalui ujian praktik tersebut, SMAN 1 Nagreg menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran kontekstual yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik. Sebaliknya, sekolah juga berupaya membangun pemahaman sosial, keagamaan, serta karakter siswa agar lebih siap menghadapi kehidupan bermasyarakat di masa mendatang.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.