Minggu, Apr 19, 2026
Info Burinyay
Peristiwa

Abah Yayat Dorong Pembentukan Kabupaten Bandung Timur: SDM Sudah Siap, Jangan Seperti Bandung Barat

Abah Yayat Sudayat diwawancarai media usai kegiatan reses Faisal Radi Sukmana di Café Ayam Goreng Abah Yayat, Desa Linggar, Rancaekek, Kabupaten Bandung, Rabu (5112025).
Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bandung, Abah Yayat Sudayat, memberikan keterangan kepada media usai menghadiri kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun 2025 yang digelar oleh anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Demokrat, Faisal Radi Sukmana. Dalam kesempatan itu, Abah Yayat menegaskan kesiapan sumber daya manusia di wilayah Bandung Timur sebagai modal utama menuju pembentukan Kabupaten Bandung Timur. (Foto:InfoBurinyay/Denjaya)

Rancaekek, Info Burinyay — Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bandung, Abah Yayat Sudayat, menegaskan bahwa wacana pembentukan Kabupaten Bandung Timur (KBT) harus segera diwujudkan. Ia menyebut, sumber daya manusia di wilayah timur sudah matang untuk menghadapi proses pemekaran.

Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri Reses Masa Sidang I Tahun 2025 anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Demokrat, Faisal Radi Sukmana, di Café Ayam Goreng Abah Yayat, Kampung Depok, Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek, Rabu (5/11/2025).

Menurut Abah Yayat, pendidikan menjadi kunci utama dalam membangun kemandirian daerah. Ia menilai, Partai Demokrat telah memberikan kontribusi besar di bidang pendidikan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Alhamdulillah, banyak program dari Demokrat yang membantu dunia pendidikan. Kami membuka jalan agar anak-anak dari keluarga tidak mampu bisa kuliah sampai tamat,” ujar Abah Yayat.

Ia menekankan bahwa tidak semua partai memiliki program serupa. Program tersebut, lanjutnya, telah membantu banyak warga Bandung Timur mencapai gelar sarjana dan berdaya di bidangnya masing-masing.

“Dari Dapil 4 saja, kemarin dari IKOPIN ada hampir 20 lulusan. Secara total, lebih dari 100 orang sudah meraih gelar sarjana. Ini bukti kerja nyata Demokrat,” ungkapnya.

Abah Yayat menyebut, keberhasilan itu menjadi modal penting bagi daerah. Dengan SDM yang siap, Bandung Timur dapat berkembang tanpa harus bergantung pada tenaga dari luar wilayah.

“Kalau nanti Bandung Timur berdiri, masyarakatnya sudah siap. Jangan sampai seperti Bandung Barat dulu, pembangunan fisiknya jalan, tapi SDM-nya tertinggal. Akibatnya, banyak orang luar yang masuk kerja,” ujarnya menegaskan.

Ia menilai, potensi wilayah timur Kabupaten Bandung sangat besar. Jumlah penduduknya hampir empat juta jiwa, dan mayoritas berusia produktif. Dengan kondisi itu, Bandung Timur sudah memenuhi syarat sebagai daerah otonomi baru.

“Penduduk di sini hampir empat juta. Sudah waktunya Bandung Timur berdiri sendiri. Jangan kalah dengan Garut Selatan atau daerah lain yang sudah lebih dulu punya kabupaten baru,” kata Abah Yayat.

Selain soal jumlah penduduk, Abah Yayat juga menyoroti pemerataan pembangunan. Ia melihat, banyak kawasan di timur Kabupaten Bandung yang belum mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Kalau Bandung Timur terbentuk, pelayanan publik bisa lebih cepat. Pemerintah juga lebih fokus membangun wilayah yang selama ini tertinggal,” ujarnya.

Menurutnya, momentum reses yang digelar Faisal Radi Sukmana menjadi sarana penting untuk menyerap aspirasi masyarakat. Lewat kegiatan seperti ini, partai dapat mengetahui kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

“Reses bukan sekadar seremonial. Dari sini kami tahu apa yang masyarakat butuhkan, terutama pemerataan pembangunan dan lapangan kerja,” jelas Abah Yayat.

Ia menambahkan, pemekaran Bandung Timur bukan hanya tentang administratif, tetapi tentang masa depan daerah dan pemerataan ekonomi. Dengan SDM yang sudah siap, masyarakat bisa menjadi pelaku utama pembangunan.

“Kalau SDM kuat, pembangunan berjalan cepat. Kita tidak perlu khawatir daerah baru tertinggal,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Abah Yayat menyampaikan harapan agar seluruh pihak mendukung rencana pemekaran ini. Ia optimistis Bandung Timur bisa tumbuh menjadi kabupaten yang maju dan mandiri.

“Harapan saya, Kabupaten Bandung semakin maju dan Bandung Timur segera terwujud. Kita punya potensi besar, tinggal kemauan dan dukungan bersama,” pungkasnya.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.