Ciwidey, Info Burinyay – SMP Negeri 1 Ciwidey, Kabupaten Bandung, memilih mengundang orang tua dan wali murid saat pengumuman kelulusan siswa kelas IX tahun ajaran 2025/2026. Sementara itu, pihak sekolah meminta seluruh siswa tetap berada di rumah.
Kepala SMPN 1 Ciwidey Ahmad Rohman Somantri, S.Pd., M.M.Pd., mengatakan sekolah mengambil langkah tersebut untuk menjaga ketertiban dan keamanan setelah pengumuman kelulusan.
“Kami hanya mengundang orang tua atau wali murid untuk datang ke sekolah dan menerima hasil kelulusan,” kata Ahmad Rohman Somantri, Selasa (2/6/2026).
Menurut Ahmad, sekolah ingin mencegah berbagai aktivitas yang sering muncul saat perayaan kelulusan. Karena itu, pihak sekolah tidak menghadirkan siswa dalam kegiatan tersebut.
Ia menilai langkah itu dapat mengurangi risiko konvoi kendaraan, corat-coret seragam, dan kegiatan lain yang berpotensi mengganggu ketertiban.
Selain itu, sekolah ingin memastikan proses pengambilan rapor dan surat kelulusan berlangsung tertib. Oleh sebab itu, sekolah menyerahkan seluruh dokumen langsung kepada orang tua atau wali murid.
Tahun ini, SMPN 1 Ciwidey meluluskan 403 siswa kelas IX. Sebagian besar siswa akan melanjutkan pendidikan ke SMA maupun SMK.
“Sebelumnya Bapak dan Ibu menitipkan putra-putrinya kepada kami. Hari ini kami mengembalikan mereka kepada orang tua. Mudah-mudahan mereka melanjutkan pendidikan dan meraih kesuksesan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Oom Mariyah, S.Pd., menjelaskan sekolah membagi kegiatan pengambilan dokumen kelulusan ke dalam dua sesi.
“Kami membagi kegiatan menjadi dua sesi. Sesi pertama untuk kelas IX A sampai IX E. Kemudian sesi kedua untuk kelas IX F sampai IX J,” jelas Oom.
Menurut dia, sekolah menyusun dua sesi agar kegiatan berjalan lancar. Selain itu, beberapa ruang kelas masih digunakan untuk pelaksanaan ujian.
Oom kembali menegaskan alasan sekolah tidak menghadirkan siswa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sekolah ingin mendorong siswa merayakan kelulusan secara positif.
“Kami ingin menghindari perayaan yang kurang bermanfaat. Karena itu, yang hadir ke sekolah hanya orang tua atau wali murid,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kelulusan SMP bukan akhir perjalanan pendidikan. Sebaliknya, momen itu menjadi langkah awal menuju jenjang yang lebih tinggi.
“Kami berharap anak-anak terus belajar, terus berusaha, dan mampu menjadi pribadi terbaik,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Supargiana, S.Pd., menyampaikan informasi mengenai Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Menurut Supargiana, tahap pertama SPMB dimulai pada 8 Juni melalui jalur domisili dan afirmasi. Selanjutnya, tahap kedua berlangsung pada 29 Juni melalui jalur prestasi dan mutasi.
“Jika siswa belum berhasil pada tahap pertama, mereka masih dapat mengikuti tahap kedua sesuai persyaratan yang berlaku,” jelasnya.
Ia juga meminta orang tua menyiapkan dokumen administrasi sejak dini. Dokumen tersebut meliputi kartu keluarga, KTP, akta kelahiran, surat kelulusan, dan dokumen pendukung lainnya.
Di sisi lain, orang tua siswa, Cucun Mulyati, menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan jajaran sekolah. Ia menilai para guru telah mendampingi dan membimbing siswa dengan baik selama tiga tahun.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru dan kepala sekolah yang telah mendidik anak-anak kami. Mudah-mudahan ilmu yang mereka berikan menjadi bekal untuk meraih cita-cita,” tutur Cucun.
Melalui kebijakan tersebut, SMPN 1 Ciwidey berharap siswa merayakan kelulusan secara bijak. Selain itu, sekolah mendorong para lulusan agar fokus menyiapkan diri untuk memasuki SMA maupun SMK sesuai pilihan mereka.
