Ciwidey, Info Burinnyay – SMP Negeri 1 Ciwidey, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung kembali menggelar kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan 1447 Hijriah. Program pembinaan keagamaan tersebut berlangsung di lingkungan sekolah mulai Senin hingga Jumat, 9–13 Maret 2026.
Setiap bulan Ramadhan, pihak sekolah secara konsisten menyelenggarakan kegiatan ini. Melalui program tersebut, sekolah ingin memperkuat pendidikan karakter religius sekaligus membangun kebiasaan ibadah di kalangan siswa.
Pada tahun ini, panitia mengangkat tema “Kuatkan Iman dan Rajut Persaudaraan dalam Kebersamaan”. Tema tersebut mendorong para siswa untuk memperdalam nilai keimanan sekaligus mempererat hubungan antarsesama di lingkungan sekolah.
Sejak pagi hari, para siswa memulai rangkaian kegiatan dengan sholat dhuha berjamaah. Setelah itu, mereka melanjutkan kegiatan tadarus Al-Qur’an di kelas masing-masing dengan bimbingan wali kelas dan guru mengaji. Selanjutnya, para siswa mengikuti sesi penyampaian materi keagamaan dari para narasumber.
Kepala SMPN 1 Ciwidey Ahmad Rohman Somantri, S.Pd., M.M.Pd., melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Supargiana, S.Pd., menjelaskan bahwa pesantren kilat menjadi sarana pembinaan karakter bagi para siswa.
“Alhamdulillah hari ini kegiatan pesantren kilat sudah dimulai. Sejak pagi para siswa mengikuti sholat dhuha bersama yang dipimpin oleh guru mengaji. Momentum Ramadhan ini kami harapkan menjadi titik awal bagi siswa untuk memperkuat karakter dan menumbuhkan akhlak yang baik,” ujar Supargiana, Senin (9/3/2026).
Selain itu, pihak sekolah juga mendorong para siswa agar menerapkan ilmu yang mereka peroleh selama kegiatan pesantren kilat dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap setelah kegiatan sanlat ini, siswa mampu mengamalkan ilmu yang mereka pelajari dari para guru, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Sanlat Ramadhan SMPN 1 Ciwidey, Iwan Hermawan, S.Ag., menjelaskan bahwa seluruh siswa mengikuti kegiatan tersebut selama lima hari.
Ia menyebutkan bahwa kegiatan melibatkan siswa dari tiga jenjang kelas, yakni kelas VII, VIII, dan IX.
“Pesantren kilat berlangsung mulai 9 hingga 13 Maret 2026. Seluruh siswa dari kelas 7, 8, dan 9 mengikuti kegiatan ini. Para guru mengaji menyampaikan materi seperti tauhid, ilmu fikih, ilmu tajwid, serta berbagai pengetahuan keagamaan lainnya,” jelas Iwan.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa panitia menyusun kegiatan secara berurutan agar siswa dapat menjalani aktivitas ibadah dan pembelajaran secara seimbang.
“Setiap hari kegiatan diawali dengan sholat dhuha berjamaah. Setelah itu siswa melaksanakan tadarus Al-Qur’an di kelas masing-masing bersama wali kelas. Selanjutnya para siswa mengikuti penyampaian materi dari para guru,” katanya.
Dalam sesi materi, guru mengaji SMPN 1 Ciwidey Muhammadan Awal Gumilang, S.HQ., menyampaikan pemahaman dasar tentang ilmu tauhid kepada para siswa.
Menurutnya, pemahaman tauhid menjadi fondasi utama bagi seorang muslim dalam memperkuat keimanan.
“Materi yang saya sampaikan berkaitan dengan tauhid. Melalui materi ini, saya ingin membantu siswa mengenal Tuhan sekaligus mengenal dirinya sendiri,” ujar Awal Gumilang.
Ia menjelaskan bahwa pemahaman terhadap diri sendiri akan membantu seseorang memahami kebesaran Tuhan.
“Ketika seseorang mampu mengenal dirinya sendiri, maka ia akan lebih mudah mengenal Tuhannya,” jelasnya.
Selanjutnya, ia juga memaparkan beberapa konsep dasar dalam ilmu tauhid kepada para siswa.
“Saya menjelaskan tentang tauhid ilahiyah, tauhid rububiyah, dan tauhid mulukiyah. Tauhid rububiyah menegaskan bahwa Allah yang mengatur kehidupan manusia. Tauhid ilahiyah menegaskan bahwa Allah merupakan Tuhan yang wajib disembah. Sedangkan tauhid mulukiyah menjelaskan bahwa Allah adalah Raja yang menguasai seluruh alam,” paparnya.
Melalui pemahaman tersebut, ia berharap para siswa mampu mengamalkan nilai-nilai keimanan secara nyata.
“Harapan kami, para siswa dapat mengimplementasikan makna syahadat dalam kehidupan sehari-hari karena syahadat merupakan rukun Islam yang pertama,” tambahnya.
Di sisi lain, kegiatan pesantren kilat juga mendapat respons positif dari para siswa. Salah satu peserta, Ananda Jasmine dari kelas VII D, mengaku merasa senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Menurut saya kegiatan sholat dhuha ini sangat bermanfaat karena kami bisa beribadah bersama dan mendapatkan pahala yang lebih,” ujar Jasmine.
Ia juga menilai materi yang disampaikan para guru memberikan tambahan ilmu agama yang penting bagi para siswa.
“Kami mempelajari akhlak, fikih, tauhid, dan tajwid. Materinya sangat bagus karena kami bisa menambah pengetahuan tentang agama,” katanya.
Selain itu, Jasmine juga mengaku senang karena kegiatan tersebut mempertemukannya dengan berbagai guru.
“Guru yang mengajar bergantian, jadi kami bisa mengenal lebih banyak guru. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua guru yang sudah membimbing kami selama kegiatan pesantren kilat di SMPN 1 Ciwidey,” ungkapnya.
Melalui kegiatan pesantren kilat Ramadhan ini, SMPN 1 Ciwidey berharap para siswa tidak hanya memahami ilmu agama secara teori. Lebih dari itu, sekolah juga mendorong para siswa untuk menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan pesantren kilat dapat menjadi momentum penting dalam membangun karakter religius sekaligus memperkuat kebersamaan di lingkungan sekolah.
