Bandung, Info Burinyay – Kader dan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jurusan Hukum Tata Negara (Siyasah) menggelar silaturahim sekaligus buka puasa bersama pada Sabtu, 7 Maret 2026 di Bandung. Kegiatan ini mempertemukan sekitar 100 peserta dari berbagai angkatan dan latar belakang profesi.
Panitia mengangkat tema “Buka Bersama Eratkan Rasa, Kuatkan Keluarga Insan Cita Siyasah”. Tema tersebut menegaskan komitmen kader dan alumni untuk memperkuat solidaritas organisasi. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong penguatan kaderisasi di lingkungan HMI Siyasah.
Ketua Jurusan HMI Siyasah, Ridwan Eko Prasetyo, memimpin jalannya kegiatan bersama Sekretaris Jurusan Lutfi Fahrul Rizal. Sejumlah alumni turut menghadiri acara tersebut. Di antaranya Chaerul Shaleh yang menjabat Wakil Dekan I Fakultas Syariah dan Hukum UIN Bandung serta Ujang Komarudin yang dikenal sebagai juru bicara kepresidenan.
Panitia membuka acara dengan sambutan singkat. Setelah itu, peserta mengikuti doa bersama sebagai bentuk rasa syukur di bulan Ramadhan. Selanjutnya, seluruh peserta menikmati hidangan buka puasa dalam suasana kebersamaan.
Setelah berbuka, peserta langsung melaksanakan sholat Maghrib berjamaah. Kemudian, alumni menyampaikan wejangan inspiratif kepada para kader. Pada sesi berikutnya, kader dan alumni berdiskusi secara interaktif mengenai hakikat kaderisasi HMI, khususnya di lingkungan Hukum Tata Negara atau Siyasah.
Chaerul Shaleh menilai kegiatan silaturahim seperti ini memiliki peran penting dalam menjaga kekuatan jaringan organisasi.
“Acara ini menjadi wujud nyata ukhuwah HMI yang mempererat hubungan kader dan alumni. Di tengah tantangan tata negara saat ini, keluarga insan siyasah harus semakin solid agar dapat berkontribusi bagi umat dan bangsa,” ujar Chaerul.
Sementara itu, Ridwan Eko Prasetyo menegaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini memiliki makna strategis bagi kader HMI Siyasah.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial Ramadhan. Sebaliknya, kegiatan ini membuka ruang komunikasi antar generasi dalam organisasi.
“Bukber ini bukan sekadar makan bersama. Momentum ini memperkuat jaringan HMI Siyasah. Selain itu, tema kegiatan juga mencerminkan komitmen kami untuk mempererat persaudaraan demi cita-cita organisasi,” kata Ridwan.
Di sisi lain, Lutfi Fahrul Rizal menekankan pentingnya menjaga semangat persaudaraan di tengah keberagaman latar belakang kader dan alumni.
Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai HMI mampu menyatukan berbagai latar belakang tersebut. Karena itu, pihaknya akan terus menginisiasi kegiatan silaturahim serupa.
“Dengan latar belakang yang beragam, kami tetap bersatu di HMI. Karena itu, kami akan terus menggelar kegiatan seperti ini agar semangat siyasah tetap hidup di kalangan generasi muda,” jelas Lutfi.
Hal senada disampaikan Ujang Komarudin. Ia menilai HMI Siyasah telah melahirkan banyak tokoh yang berperan di berbagai bidang kehidupan nasional.
Menurutnya, kegiatan buka puasa bersama ini juga mengingatkan para alumni pada akar nilai keislaman dalam kajian tata negara.
“HMI Siyasah telah melahirkan banyak pemimpin. Kegiatan ini mengingatkan kami pada akar keislaman dalam tata negara. Karena itu, kita harus terus memperkuat keluarga besar ini demi Indonesia yang lebih maju,” tegas Ujang.
Melalui kegiatan tersebut, kader dan alumni berharap hubungan yang telah terjalin dapat semakin kuat. Selain itu, mereka juga ingin menjaga kesinambungan kaderisasi HMI Siyasah di masa mendatang.
Dengan demikian, momentum Ramadhan tidak hanya menghadirkan kebersamaan. Namun, kegiatan ini juga mempertegas komitmen kader dan alumni untuk terus memperkuat kontribusi HMI Siyasah bagi umat dan bangsa.
