Katapang, Info Burinyay – Insan pers Kabupaten Bandung menunjukkan kepedulian sosial pada Ramadan 1447 Hijriah. Mereka hadir dalam kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim di Kampung Mulyasari RW 04, Desa Gandasari, Sabtu (14/03/2026).
Kegiatan berlangsung di Lapangan Toktak, yang berada di samping Masjid Umar Bin Khattab. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri pengurus wilayah, tokoh masyarakat, Karang Taruna, serta para Ketua RT di lingkungan RW 04.
Momentum tersebut memperlihatkan peran insan pers tidak hanya dalam menyampaikan informasi kepada publik. Namun demikian, mereka juga terlibat langsung dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Ketua PWI Kabupaten Bandung H. Asep Syahrial yang diwakili Apih Igun menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim di lingkungan masyarakat.
Menurutnya, Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat empati sosial sekaligus membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kami dari insan pers ingin berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim. Semoga santunan ini dapat memberikan manfaat serta menjadi berkah bagi semua pihak di bulan Ramadan,” ujar Apih Igun.
Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa insan pers memiliki tanggung jawab moral terhadap lingkungan sosial. Oleh karena itu, keterlibatan wartawan dalam kegiatan kemasyarakatan menjadi bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ketua RW 04 Kampung Mulyasari, Dadang Ongky, mengapresiasi kehadiran insan pers dalam kegiatan sosial tersebut. Ia menilai dukungan berbagai pihak, termasuk wartawan, memperkuat semangat kebersamaan warga.
“Saya mengapresiasi kehadiran insan pers yang ikut mendukung kegiatan ini. Di sisi lain, Karang Taruna RW 04 juga menunjukkan semangat gotong royong yang luar biasa dalam menyelenggarakan kegiatan sosial ini,” kata Dadang Ongky.
Selanjutnya, Kepala Desa Gandasari Rizal Solihin menegaskan bahwa kolaborasi antara masyarakat, organisasi kepemudaan, dan berbagai elemen sosial sangat penting dalam membangun lingkungan yang harmonis.
Menurutnya, kegiatan santunan anak yatim tidak hanya memberikan bantuan materi. Akan tetapi, kegiatan tersebut juga memperkuat nilai solidaritas dan kepedulian sosial.
“Sinergi antara Karang Taruna, masyarakat, pengurus wilayah, serta berbagai elemen termasuk insan pers sangat penting untuk membangun lingkungan yang peduli dan solid,” ujar Rizal Solihin.
Menjelang waktu berbuka puasa, suasana kegiatan semakin meriah. Warga yang hadir tampak antusias menyaksikan pertunjukan budaya “Cepot Ngabuburit”.
Dalang Yuda Deden Kosasih Sunarya menghadirkan tokoh wayang Cepot melalui dialog khas Sunda yang sarat pesan moral. Pertunjukan tersebut memadukan unsur seni budaya, dakwah, serta refleksi spiritual selama Ramadan.
Selain menjadi hiburan bagi warga, pertunjukan ini juga menguatkan pesan bahwa budaya lokal dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai keagamaan.
Pada akhir kegiatan, panitia membagikan santunan kepada 28 anak yatim piatu di lingkungan RW 04. Selanjutnya, kegiatan ditutup dengan tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh Ustad Jahrudin.
Kehadiran insan pers bersama tokoh masyarakat, pengurus wilayah, dan warga setempat memperkuat makna kebersamaan dalam kegiatan tersebut. Oleh sebab itu, kegiatan ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial masih menjadi nilai yang hidup di tengah masyarakat.
