26.3 C
Bandung
Senin, Mar 16, 2026
Info Burinyay
Jawa BaratPeristiwa

Polda Jabar Kunjungi Yayasan ABI Rancaekek, Dorong Dukungan untuk Bayi dan Anak Terlantar

Karo SDM Polda Jawa Barat Kombes Pol Fadly Samad menyerahkan bantuan sosial kepada Ketua Yayasan ABI Imas Masitoh saat kunjungan bakti sosial di Rancaekek, Kabupaten Bandung.
Kepala Biro SDM Polda Jawa Barat Fadly Samad menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Ketua Yayasan Asih Bumi Insani (ABI) Imas Masitoh saat kegiatan bakti sosial dan silaturahmi jajaran Polda Jabar di Rumah Asuh ABI Rancaekek Kencana, Kabupaten Bandung, Senin (16/3/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari program kepedulian sosial Ramadan untuk mendukung pengasuhan bayi dan anak terlantar. - Foto:infoburinyay/rara

Rancaekek, Info Burinyay – Jajaran Polda Jawa Barat mengunjungi Yayasan Asih Bumi Insani (ABI) di kawasan Rancaekek Kencana, Kabupaten Bandung, Senin, 16 Maret 2026. Dalam kunjungan tersebut, kepolisian juga menyalurkan bantuan sosial kepada anak-anak yang diasuh yayasan tersebut.

Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sosial selama bulan Ramadan. Selain itu, jajaran kepolisian ingin memperkuat silaturahmi sekaligus memberi dukungan moral kepada para pengurus yayasan yang selama ini merawat anak-anak terlantar.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Jabar, Fadly Samad, memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan pengasuh yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikiran untuk merawat anak-anak tanpa pendampingan orang tua.

“Kami dari Polda Jawa Barat datang untuk bersilaturahmi ke rumah asuh ABI. Kami melihat kepedulian yang besar terhadap masa depan anak-anak yang ditelantarkan. Anak-anak ini membutuhkan didikan serta bimbingan sejak usia dini,” kata Fadly.

Selanjutnya, ia menilai keberadaan rumah asuh seperti ABI sangat penting bagi masyarakat. Menurutnya, lembaga sosial seperti ini membantu memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak yang kehilangan perlindungan keluarga.

Fadly juga menyampaikan terima kasih kepada para pengurus yayasan. Ia menilai para pengasuh telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam merawat anak-anak yang berada di bawah tanggung jawab mereka.

“Kami mengapresiasi para pengurus dan pengasuh yang telah mengorbankan waktu, tenaga, serta pikiran untuk mengurus anak-anak di sini. Dedikasi seperti ini sangat membantu masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Fadly menjelaskan bahwa kegiatan sosial tersebut berkaitan dengan program zakat yang dijalankan anggota kepolisian selama bulan Ramadan. Melalui program tersebut, anggota Polda Jabar menyisihkan sebagian penghasilan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, program tersebut berjalan melalui kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

“Kami akan menggalakkan program ini. Setiap anggota Polda Jawa Barat menyisihkan 2,5 persen dari gaji sebagai zakat. Kemudian Baznas menyalurkan bantuan tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Selanjutnya, Polda Jabar juga membuka peluang kerja sama agar Yayasan ABI dapat masuk dalam program penyaluran bantuan zakat tersebut. Dengan langkah itu, pihak kepolisian berharap yayasan memperoleh dukungan yang lebih luas.

Di sisi lain, Fadly juga berencana menjalin komunikasi dengan instansi pemerintah lain. Ia berharap yayasan tersebut bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah, termasuk dukungan dari instansi sosial.

“Kami juga akan berkomunikasi dengan Departemen Sosial agar tempat seperti ini mendapat perhatian lebih luas,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Jabar, Rumi Untari, turut meninjau kondisi anak-anak yang tinggal di yayasan tersebut. Ia mengaku tersentuh setelah melihat langsung kondisi bayi-bayi yang dirawat para pengasuh.

“Saya melihat bayi-bayinya dirawat dengan baik. Kondisi mereka sehat dan terlihat terjaga. Terima kasih kepada Yayasan Asuh ABI yang telah menjalankan tugas kemanusiaan ini,” ujar Rumi.

Selanjutnya, Rumi juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia menegaskan bahwa Direktorat PPA Polda Jabar siap menerima laporan maupun konsultasi dari masyarakat.

“Jika terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Jawa Barat, masyarakat jangan ragu datang ke Direktorat kami di Polda Jawa Barat untuk melapor atau berkonsultasi,” tegasnya.

Selain itu, Rumi juga menyoroti pentingnya meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat, terutama terkait isu perdagangan bayi. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi yayasan.

Menurutnya, pengecekan langsung sangat penting agar aparat dapat memberikan klarifikasi apabila muncul informasi yang tidak akurat di masyarakat.

“Saya datang langsung ke sini untuk memastikan kondisi di lapangan. Jika muncul informasi yang tidak benar, kami bisa menjelaskan fakta sebenarnya,” katanya.

Di akhir kunjungan, Rumi juga menyampaikan pesan kepada masyarakat, khususnya perempuan yang menghadapi kehamilan di luar pernikahan. Ia meminta masyarakat tidak menelantarkan atau membuang bayi yang dilahirkan.

Sebaliknya, ia mendorong agar bayi dapat diserahkan kepada lembaga sosial yang mampu merawat dan melindungi mereka.

“Jika ada perempuan yang mengalami kehamilan di luar nikah, jangan membuang bayinya. Datang saja ke yayasan seperti ini. Para pengasuh di sini merawat bayi dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, jajaran Polda Jawa Barat berharap semakin banyak pihak menunjukkan kepedulian terhadap anak-anak terlantar. Selain itu, mereka juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat agar perlindungan anak di Jawa Barat semakin kuat.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.