Rancaekek, Info Burinyay — Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga menjelang Hari Raya Idulfitri. Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri kegiatan Gerakan Pangan Murah di Dome Rancaekek, Kabupaten Bandung, Selasa (17/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Herman hadir mewakili Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong sinergi lintas sektor untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
“Pemda Provinsi Jawa Barat memberikan perhatian serius terhadap ketahanan pangan masyarakat. Karena itu, kami melaksanakan gerakan pangan murah yang bersinergi dengan berbagai komponen, termasuk pemerintah kabupaten/kota,” ujar Herman.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa program ini tidak berjalan secara parsial. Sebaliknya, pemerintah menggelarnya secara serentak di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi dengan DPR RI, khususnya Komisi IV. Dalam pelaksanaannya di Rancaekek, kegiatan tersebut turut melibatkan anggota DPR RI, Dadang Naser. Kolaborasi ini, menurut Herman, menjadi kekuatan penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Di sisi lain, momentum menjelang Lebaran menjadi perhatian utama pemerintah. Oleh karena itu, Herman memastikan bahwa program Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah strategis untuk menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
“Sekarang kita menghadapi Lebaran. Jadi ini menjadi fokus kami agar masyarakat dapat merayakan dengan bahagia dan khidmat,” tambahnya.
Sementara itu, pelaksanaan kegiatan di Dome Rancaekek berlangsung dengan antusiasme tinggi dari masyarakat. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.
Tidak hanya itu, pemerintah juga memastikan distribusi pangan berjalan lancar. Dengan langkah ini, potensi lonjakan harga dapat ditekan sejak dini. Selain menjaga stabilitas harga, program ini juga memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
Sebagai penutup, Herman mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi. Ia menilai bahwa sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pangan ke depan.
Dengan langkah terintegrasi ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat optimistis dapat menjaga stabilitas pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya menjelang momen penting seperti Idulfitri.
