27 C
Bandung
Selasa, Mar 17, 2026
Info Burinyay
NasionalParlementer

Dadang Naser Bongkar Strategi Pasar Murah, Harga Daging Turun Drastis di Kabupaten Bandung

Dadang M. Naser memberikan keterangan kepada awak media saat kegiatan Gerakan Pangan Murah di Rancaekek, Kabupaten Bandung
Anggota Komisi IV DPR RI Dadang M. Naser menyampaikan strategi stabilisasi harga pangan melalui program Gerakan Pangan Murah saat diwawancarai di Dome Rancaekek, Kabupaten Bandung, Selasa (17/3/2026). - Foto:infoburinyay/dj

Rancaekek, Info Burinyay – Anggota Komisi IV DPR RI, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., S.I.P., M.I.Pol., menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga pangan selama bulan Ramadhan. Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri kegiatan Gerakan Pangan Murah di Dome Rancaekek, Kabupaten Bandung, Selasa, 17 Maret 2026.

Dalam kesempatan itu, Dadang Naser mengapresiasi sinergi antara Komisi IV DPR RI dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, serta pemerintah daerah. Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi kunci dalam menekan lonjakan harga bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Pertama, saya mengucapkan terima kasih atas kolaborasi antara Komisi IV DPR RI dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk Badan Pangan Nasional, Bulog, dan Bappenas. Kita bersatu menjalankan gerakan pasar murah di berbagai daerah,” ujar Dadang.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah berlangsung secara bertahap, mulai dari awal hingga akhir Ramadhan. Dengan demikian, pemerintah dapat terus menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga 12 komoditas pangan strategis, seperti beras, daging, gula, minyak goreng, dan terigu.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah membantu menstabilkan harga pangan di masyarakat. Kita ingin harga tetap terkendali dan tidak melonjak terlalu tinggi,” katanya.

Selain itu, Dadang mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan beras SPHP dengan harga terjangkau. Di tingkat distribusi, beras tersebut dijual Rp60.250 per 5 kilogram atau sekitar Rp11.000 per kilogram. Namun demikian, melalui program pasar murah, harga tersebut bisa ditekan menjadi Rp58.000, bahkan lebih rendah dengan bantuan kupon subsidi.

“Dengan kupon Rp20.000, masyarakat bisa mendapatkan beras seharga Rp38.000 per 5 kilogram. Ini tentu sangat membantu,” jelasnya.

Di sisi lain, ia juga menyoroti kenaikan harga daging sapi yang mencapai Rp160.000 per kilogram di pasaran. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah menjual daging sapi dalam program ini dengan harga Rp120.000 per kilogram, bahkan bisa turun menjadi Rp100.000 dengan kupon subsidi.

Namun demikian, Dadang mengingatkan para pedagang agar tidak melayani pembelian dalam jumlah besar yang berpotensi mengganggu distribusi. Ia menilai praktik pembelian berlebih dapat menyebabkan kelangkaan bagi masyarakat umum.

“Saya minta pedagang tidak melayani pembelian dalam jumlah besar. Kemarin di Baleendah, daging cepat habis karena ada yang membeli hingga 20 kilogram. Ini harus kita antisipasi,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa intervensi harga melalui pasar murah terbukti mampu memengaruhi harga di pasar tradisional. Ketika pemerintah menjual dengan harga lebih rendah, pedagang akan menyesuaikan harga agar tetap kompetitif.

“Ini strategi pemerintah. Ketika kita masuk dengan harga Rp117.000, harga di pasar bisa turun menjadi sekitar Rp125.000. Jadi ada efek penyesuaian,” ungkapnya.

Meski demikian, Dadang menekankan bahwa masyarakat tidak boleh sepenuhnya bergantung pada program pasar murah. Sebaliknya, ia mendorong kemandirian pangan melalui pemanfaatan lahan pekarangan.

Sebagai langkah konkret, ia mengajak masyarakat menjalankan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Melalui program tersebut, warga dapat menanam kebutuhan sehari-hari seperti cabai, bawang, tomat, dan seledri. Bahkan, masyarakat juga bisa membudidayakan ikan dan ayam dalam skala kecil.

“Kalau masyarakat bisa menanam sendiri, maka ketergantungan terhadap pasar akan berkurang. Dengan begitu, stabilitas pangan bisa terjaga dari tingkat rumah tangga,” tutupnya.

Dengan adanya Gerakan Pangan Murah, pemerintah berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Selain itu, upaya ini diharapkan mampu menjaga inflasi tetap terkendali selama Ramadhan hingga menjelang Idulfitri.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.