Rancaekek, Info Burinyay – Ribuan jamaah memadati pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Masjid Al Ikhlas, Perum Rancaekek Permai II, RW 23, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, pada Sabtu, 21 Maret 2026. Sejak pagi, masyarakat berdatangan dari berbagai sudut lingkungan untuk mengikuti ibadah dengan penuh kekhusyukan.
Selain itu, jamaah langsung memenuhi area halaman masjid hingga meluber ke ruas jalan sekitar. Mereka mengikuti rangkaian shalat dengan tertib, sekaligus menjaga suasana tetap kondusif. Momentum Idul Fitri ini pun menghadirkan nuansa hangat melalui tradisi saling bersalaman setelah shalat.
Sementara itu, panitia mengusung tema “Taqabbalallahu Minna wa Minkum” sebagai pesan utama perayaan tahun ini. Tema tersebut mengandung doa agar Allah SWT menerima amal ibadah serta mengampuni dosa seluruh umat Muslim. Oleh karena itu, masyarakat memaknai momen ini sebagai titik awal untuk memperbaiki diri setelah Ramadan.
Imam dan Khatib, Abah Wahyudin, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan. Ia memimpin langsung pelaksanaan shalat sekaligus menyampaikan khutbah di hadapan jamaah.
“Alhamdulillah pelaksanaan Shalat Sunat Idul Fitri 1447 H di RW 23 Desa Jelegong berjalan lancar dan khidmat. Saya mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa kepada Allah SWT agar nilai Ramadan tetap terjaga,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi ibadah setelah Ramadan. Ia menilai keberhasilan Ramadan harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Dengan demikian, ia mendorong jamaah untuk mempertahankan kebiasaan baik yang telah terbentuk.
Di sisi lain, Sekretaris DKM Jami Al Ikhlas, H. Ade Ari Akbar, menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada seluruh jamaah. Ia mewakili pengurus DKM untuk menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin.
“Kami mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. Semoga Ramadan tahun ini membawa keberkahan dan kelancaran bagi kita semua,” ungkapnya.
Selanjutnya, tokoh masyarakat Perum Rancaekek Permai II, Tio Supriatna, menyampaikan harapan terkait peningkatan fasilitas masjid. Ia menyoroti kondisi bangunan yang membutuhkan perbaikan, khususnya pada bagian atap yang mengalami kebocoran.
“Kami berharap pengurus segera melakukan perbaikan agar jamaah semakin nyaman saat beribadah,” katanya.
Selain itu, warga setempat, Nuhgrahi Mawan atau Ahong, mengungkapkan rasa haru atas antusiasme masyarakat. Ia menyaksikan langsung kebersamaan warga dalam pelaksanaan shalat Ied. “
Alhamdulillah kami bisa melaksanakan shalat Ied dengan suasana meriah dan penuh kebersamaan. Semoga ke depan momen seperti ini terus terjaga,” tuturnya.
Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 H di Masjid Al Ikhlas tidak hanya menghadirkan kekhusyukan ibadah, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial warga. Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya menjaga nilai keimanan, kebersamaan, dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari setelah Ramadan berakhir.
