Rancabali, Infoburinyay – Lonjakan kunjungan wisata mewarnai libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah di kawasan Rancabali, Kabupaten Bandung. Dua destinasi unggulan, Pemandian Air Panas Walini dan Dusun Stroberi di Desa Patengan, menarik ribuan wisatawan dari berbagai daerah.
Sejak H+2 Lebaran, arus wisatawan terus meningkat secara signifikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kawasan Bandung selatan tetap menjadi magnet bagi pelancong. Selain itu, wisatawan memanfaatkan momentum libur panjang untuk menikmati suasana alam bersama keluarga.
Kepala Unit Agro Wisata Walini, Budi Rosyadi, melalui Humas Utep Risa, mengungkapkan angka kunjungan yang cukup tinggi. Ia mencatat sekitar 2.000 wisatawan datang selama periode libur Lebaran tahun ini.
“Kunjungan wisatawan pada momen Lebaran ini cukup ramai. Ada sekitar 2.000 pengunjung yang berlibur di sini,” ujar Utep Risa di lokasi wisata.
Lebih lanjut, ia menilai kekuatan utama Walini terletak pada kelengkapan wahana dan harga tiket yang ramah di kantong. Selain itu, lokasi strategis di kawasan kebun teh memperkuat daya tarik destinasi ini.
Menurutnya, pengelola menjaga kualitas layanan agar tetap kompetitif di tengah persaingan destinasi wisata. Oleh karena itu, Walini terus menarik minat wisatawan dari berbagai kalangan.
Di sisi lain, pengelola menyediakan beragam wahana rekreasi untuk semua usia. Pengunjung dapat menikmati taman bermain anak, flying fox, hingga aktivitas offroad yang menantang.
Tidak hanya itu, wisatawan juga dapat menjelajahi kebun teh menggunakan kendaraan ATV, buggy, dan Komodo. Aktivitas ini memberi pengalaman berbeda karena pengunjung menikmati panorama alam secara langsung.
Petugas playground Walini, Asep Darajat, menjelaskan karakteristik setiap kendaraan. Ia menegaskan perbedaan utama terletak pada cara pengoperasian.
“ATV digunakan seperti motor biasa. Sementara buggy dan Komodo dikendalikan seperti mobil dengan setir dan transmisi otomatis,” jelas Asep.
Ia juga menawarkan beberapa pilihan jarak tempuh kepada pengunjung. Rute tersedia mulai dari dua kilometer hingga delapan kilometer mengelilingi kebun teh.
“Untuk tarifnya, ATV dengan jarak dua kilometer dikenakan Rp100 ribu. Sementara lima kilometer Rp300 ribu, dan delapan kilometer Rp350 ribu,” tambahnya.
Meski demikian, kolam air panas alami tetap menjadi daya tarik utama Walini. Pengelola mengalirkan air langsung dari sumber panas Gunung Patuha ke kolam pemandian.
Air tersebut mengandung mineral yang memberi efek relaksasi bagi tubuh. Selain itu, banyak pengunjung merasakan manfaatnya untuk meredakan pegal setelah perjalanan jauh.
“Kolam air panas alami tetap menjadi favorit pengunjung karena manfaatnya terasa langsung,” ujar Utep.
Di tengah tingginya kunjungan, pengelola juga mengingatkan wisatawan agar berhati-hati selama perjalanan. Mereka menyoroti kepadatan lalu lintas yang meningkat selama libur Lebaran.
Sementara itu, Dusun Stroberi di kawasan yang sama juga mencatat lonjakan kunjungan. Wisatawan dari luar kota mendominasi jumlah pengunjung yang datang.
Owner Dusun Stroberi, H. Uus Suryana, menyampaikan bahwa seluruh penginapan terisi penuh sejak awal liburan. Ia mencatat peningkatan signifikan terutama pada H+2 Lebaran.
“Saat libur panjang ini, penginapan kami sudah penuh. Pengunjung banyak datang dari Jakarta dan Bogor,” ujar Uus.
Ia menjelaskan bahwa konsep kebun stroberi menjadi daya tarik utama destinasi ini. Pengunjung dapat memetik buah stroberi langsung dari kebun yang berada di depan penginapan.
Dengan konsep tersebut, wisatawan menikmati pengalaman yang lebih interaktif. Selain itu, suasana alam membuat pengunjung merasa lebih nyaman selama berlibur.
“Pengunjung tidak merasa jenuh karena bisa langsung menikmati kebun stroberi dan memetik buahnya,” tambahnya.
Pengelola menetapkan tiket masuk sebesar Rp15 ribu per orang. Harga tersebut sudah termasuk fasilitas jus stroberi gratis bagi pengunjung.
Selain itu, pengunjung juga memanfaatkan berbagai spot foto yang tersedia di area wisata. Banyak wisatawan mengabadikan momen liburan dengan latar kebun stroberi yang asri.
Di sektor akomodasi, Dusun Stroberi menawarkan empat tipe vila. Pengelola menyediakan tipe Kalibret sebanyak delapan unit, Mencir tiga unit, Manora tiga unit, dan Saga sebelas unit.
Setiap vila dirancang untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecil. Pengelola juga melengkapi fasilitas dengan standar kenyamanan yang memadai.
Selain itu, pengelola menyediakan aula berkapasitas hingga 150 orang. Fasilitas ini mendukung berbagai kegiatan seperti pertemuan dan acara keluarga.
“Aula ini bisa menampung sekitar 150 orang untuk berbagai kegiatan,” ujar Uus.
Menariknya, setiap vila memiliki kolam air panas alami pribadi. Fasilitas ini menambah kenyamanan sekaligus menjadi nilai jual utama bagi wisatawan.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, Pemandian Air Panas Walini dan Dusun Stroberi terus menarik minat wisatawan selama libur Lebaran. Oleh sebab itu, kedua destinasi ini tetap menjadi pilihan utama di kawasan Bandung selatan.
Di sisi lain, tren wisata berbasis alam dan keluarga terus mendorong peningkatan kunjungan. Karena itu, pengelola perlu menjaga kualitas layanan sekaligus menghadirkan inovasi baru agar tetap relevan di masa depan.
