Soreang, Info Burinyay – Pemerintah Kabupaten Bandung menggelar kegiatan Halal Bihalal 1447 Hijriah pada Rabu, 25 Maret 2026, di Dome Balerame, Soreang. Acara ini menghadirkan Bupati Bandung, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, pimpinan DPRD, serta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bandung.
Sejak awal kegiatan, suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa kuat. Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama jajaran pejabat langsung menyusuri barisan ASN. Mereka menyalami peserta secara bergantian melalui mushafahah. Cara ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga mempercepat proses interaksi tanpa antrean panjang.
Selanjutnya, Kang DS menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan ibadah Ramadan yang berjalan lancar. Ia menilai seluruh umat Muslim berhasil menjalani puasa selama 30 hari dengan baik. Selain itu, ia juga menyoroti capaian zakat fitrah yang menunjukkan peningkatan signifikan.
“Alhamdulillah kita telah melaksanakan ibadah puasa selama 30 hari, disertai ibadah lainnya seperti salat tarawih dan zakat fitrah. Ini menjadi kebahagiaan tersendiri karena kesempurnaan ibadah puasa kita diakhiri dengan menunaikan zakat fitrah,” ujarnya.
Lebih jauh, Kang DS mengajak seluruh ASN untuk memperkuat hubungan antarmanusia setelah Ramadan. Ia menegaskan pentingnya hablumminannas sebagai bagian dari penyempurnaan ibadah. Oleh sebab itu, ia memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bandung menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, taqabbalallahu minna wa minkum. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ungkapnya.
Di sisi lain, ia mendorong ASN untuk membawa nilai-nilai Ramadan ke dalam kinerja sehari-hari. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, semangat pengabdian harus terus tumbuh setelah Ramadan berakhir.
“Momentum Idul Fitri ini harus menjadi penguat untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” tambahnya.
Selain itu, Kang DS menjelaskan alasan di balik konsep sederhana pada kegiatan tahun ini. Ia memilih pendekatan langsung melalui mushafahah agar nilai keikhlasan terasa lebih nyata. Interaksi langsung, menurutnya, mampu membangun hubungan yang lebih tulus.
“Bersalaman memiliki makna yang luar biasa, menumbuhkan hati yang ikhlas dan menghilangkan dendam. Dengan itu, insyaallah ibadah kita menjadi lebih sempurna,” katanya.
Sebagai penutup, Kang DS mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan. Ia berharap semua pihak tetap kuat dan saling mendukung. Dengan demikian, Kabupaten Bandung dapat terus bergerak menuju daerah yang lebih Bedas, maju, dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
