26 C
Bandung
Jumat, Mar 27, 2026
Info Burinyay
Peristiwa

Arus Balik H+7 Idul Fitri 1447 H Terpantau Ramai Lancar di Jalur Bandung–Garut, Relawan Imbau Pemudik Waspada

Ketua Koordinator Relawan Kolaborasi BPBD Jawa Barat, Dadang Zaelani (kedua dari kanan), memantau arus balik H+7 Lebaran di Posko Informasi Cipacing Bandung
Ketua Koordinator Relawan Kolaborasi BPBD Jawa Barat, Dadang Zaelani (kedua dari kanan), bersama tim relawan saat melakukan pemantauan arus lalu lintas H+7 Idul Fitri 1447 H di Posko Informasi dan Komunikasi Cipacing, jalur Bandung–Garut, Jumat (27/3/2026). -Foto:infoburinyay/dj

Cipacing, Info Burinyay — Arus lalu lintas pada H+7 Idul Fitri 1447 Hijriah di jalur utama Bandung–Garut terpantau ramai namun tetap bergerak lancar. Pantauan tersebut berlangsung di Posko Informasi dan Komunikasi Relawan Kolaborasi BPBD Jawa Barat yang berlokasi di Jalan ABC Cipacing, tepatnya di ruas Raya Bandung–Garut, Kabupaten Bandung, Jumat (27/3/2026).

Sejak siang hari, volume kendaraan meningkat signifikan. Kepadatan mulai terlihat sekitar pukul 13.00 WIB. Selanjutnya, arus kendaraan terus bertambah hingga sore hari sekitar pukul 17.45 WIB. Meski demikian, petugas memastikan kondisi lalu lintas tetap terkendali dan tidak terjadi kemacetan total.

Di sisi lain, relawan gabungan terus bersiaga di lokasi. Mereka melakukan pemantauan sekaligus memberikan layanan informasi kepada para pemudik. Selain itu, mereka juga membantu pengaturan arus lalu lintas bersama unsur terkait.

Ketua Koordinator Relawan Kolaborasi BPBD Jawa Barat, Dadang Zaelani atau yang akrab disapa Wa Ekek, menjelaskan bahwa posko tersebut melibatkan berbagai unsur relawan. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi ini melibatkan relawan kesejahteraan, radio komunikasi, tenaga kesehatan, hingga organisasi lainnya.

“Kami dari posko relawan gabungan berkoordinasi dengan berbagai organisasi. Ada relawan radio komunikasi seperti RAPI dan ORARI, juga relawan kesehatan serta unsur lainnya,” ujar Dadang saat memberikan keterangan di lokasi.

Selain itu, ia menegaskan bahwa posko ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Dukungan tersebut mencakup perusahaan daerah, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta unsur Kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia.

Sementara itu, arus kendaraan dari arah timur masih mendominasi. Kendaraan datang dari wilayah Tasikmalaya, Garut, Ciamis, hingga Jawa Tengah. Oleh karena itu, kepadatan diperkirakan akan terus meningkat menjelang malam hari.

Lebih lanjut, Dadang memprediksi lonjakan arus akan terjadi pada akhir masa libur. Ia menyebutkan bahwa Jumat dan Sabtu menjadi puncak arus balik. Hal ini terjadi karena sebagian besar masyarakat akan kembali beraktivitas pada Senin mendatang.

“Kami memperkirakan arus akan semakin padat menjelang malam dan akhir pekan. Ini karena hari Senin sudah mulai masuk kerja,” tambahnya.

Di tengah kondisi tersebut, relawan mengimbau para pemudik untuk tetap mengutamakan keselamatan. Mereka meminta pengendara menjaga kondisi fisik selama perjalanan. Jika merasa lelah, pemudik disarankan segera beristirahat di posko yang tersedia.

Selain itu, relawan juga mengingatkan pentingnya menjaga konsentrasi di jalan. Mereka menekankan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama selama perjalanan arus balik.

“Silakan manfaatkan posko untuk beristirahat dan memulihkan stamina. Keluarga menunggu di rumah, jadi pastikan perjalanan aman,” tegas Dadang.

Sebagai penutup, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang terlibat. Ia menilai kontribusi para relawan sangat membantu kelancaran arus mudik dan balik tahun ini.

Dengan sinergi berbagai pihak, arus lalu lintas di jalur Bandung–Garut hingga saat ini masih terjaga. Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan seiring meningkatnya volume kendaraan pada puncak arus balik.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.