Bandung< Info Burinyay —Penyelenggara Easter Festive Phoria 2026 menutup rangkaian kegiatan pada Minggu (5/4/2026) setelah berlangsung selama tiga hari, 3–5 April 2026. Acara ini menghadirkan perayaan Paskah sekaligus memperkuat nilai kebersamaan, kreativitas, dan inklusivitas di tengah masyarakat Bandung.
Sejak awal, panitia merancang kegiatan ini sebagai ruang interaksi lintas komunitas. Mereka menghadirkan berbagai program untuk anak-anak, keluarga, hingga pelaku ekonomi kreatif. Dengan pendekatan tersebut, acara ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang nyata.
Ketua Pelaksana, Rizky Prasetya Handani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi. Ia menegaskan bahwa kolaborasi menjadi faktor utama keberhasilan kegiatan.
“Saya mewakili seluruh pengurus mengucapkan terima kasih kepada GBI Bethel Bandung dan Bethel Youth Bandung atas dukungan luar biasa. Kami tidak hanya menggelar perayaan, tetapi juga membangun ruang untuk bertumbuh, melayani, dan memberi dampak,” ujar Rizky.
Sejumlah tokoh gereja turut menghadiri kegiatan ini dan memperkuat suasana kebersamaan. Mereka antara lain Rubin Adi Abraham, Christopher Santoso, serta Jessica Elizabeth Abraham. Kehadiran mereka mendorong sinergi antarjemaat dan mempererat hubungan pelayanan.
Selain itu, panitia menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan sponsor yang mendukung penuh kegiatan ini. Dukungan tersebut memungkinkan seluruh rangkaian acara berjalan optimal. Panitia juga menggandeng Festival Citylink Mall sebagai lokasi utama kegiatan, sehingga pengunjung dapat menikmati acara dengan nyaman.
Selama tiga hari, berbagai komunitas menampilkan kreativitas mereka. Gereja-gereja, komunitas anak berkebutuhan khusus, lembaga pendidikan, hingga profesional tampil secara bergantian. Mereka menyuguhkan penampilan yang penuh energi dan inspirasi bagi para pengunjung.
Di sisi lain, panitia menggelar berbagai lomba interaktif. Anak-anak mengikuti lomba mewarnai, menghias telur, dan berburu telur Paskah dengan penuh antusias. Menariknya, peserta berasal dari berbagai latar belakang, termasuk lintas agama. Partisipasi ini menunjukkan bahwa masyarakat mampu merawat toleransi dalam suasana yang
“Kami mengapresiasi seluruh anak-anak dan orang tua yang berpartisipasi. Kehadiran peserta lintas agama memperkuat pesan bahwa kebersamaan dapat melampaui perbedaan,” kata Rizky.

Tidak hanya itu, pelaku usaha juga memanfaatkan momentum ini melalui booth bazar. Mereka menawarkan berbagai produk kreatif kepada pengunjung. Kegiatan ini sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif lokal dan membuka peluang pertumbuhan usaha.
Panitia menjalankan seluruh rangkaian kegiatan dengan koordinasi intensif. Mereka bekerja secara konsisten selama tiga hari untuk memastikan setiap agenda berjalan lancar. Dedikasi tersebut menjadi faktor penting di balik keberhasilan acara.
Rizky menilai kegiatan ini sebagai proses pembelajaran bersama. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang kolaboratif dan pelayanan yang berdampak.
“Melalui kegiatan ini, kami belajar membangun kebersamaan dan kepemimpinan yang melayani. Kami berharap hasil yang kami capai hari ini dapat menjadi fondasi untuk karya yang lebih besar ke depan,” ujarnya.
Di akhir acara, panitia mengapresiasi masyarakat yang hadir. Warga menunjukkan sikap terbuka dan toleran sepanjang kegiatan berlangsung. Sikap tersebut mencerminkan harmoni sosial yang terus tumbuh di Kota Bandung.
Dengan berakhirnya Easter Festive Phoria 2026, panitia berharap masyarakat terus menjaga semangat kebersamaan. Mereka juga mendorong semua pihak untuk melanjutkan nilai-nilai positif tersebut dalam kehidupan sehari-hari agar memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar.
