Senin, Apr 6, 2026
Info Burinyay
Olah Raga

Marak Akun Olahraga ‘Homeless’ Sebar Isu Demi Cuan, Wahyu Budiantoro: Media Mainstream Harus Jaga Integritas

Wahyu Budiantoro (kiri) saat wawancara membahas fenomena akun olahraga “homeless” dalam tayangan YouTube RHD Creative Network
Wahyu Budiantoro (kiri) menyampaikan pandangannya terkait maraknya akun olahraga “homeless” yang menyebarkan isu transfer demi mengejar cuan, dalam sesi wawancara di kanal YouTube RHD Creative Network. - Foto:infoburinyay/yk

Bandung, Info Burinyay –Fenomena akun olahraga “homeless” atau independen terus bermunculan di tengah derasnya arus informasi media sosial. Akun-akun ini активно memanfaatkan isu transfer pemain untuk menarik perhatian publik. Mereka mengejar traffic tinggi agar bisa meningkatkan pendapatan dari engagement.

Wartawan senior, Wahyu Budiantoro, melihat tren ini sebagai konsekuensi dari ekosistem digital yang berbasis jumlah penonton. Ia menilai kreator sengaja mengangkat isu sensasional untuk memancing rasa penasaran audiens.

“Tujuan utamanya jelas, mereka mencari penghasilan. Isu atau hoaks menjadi magnet agar orang masuk, lalu itu dihitung sebagai pemasukan,” ujar Wahyu dalam wawancara di kanal YouTube RHD Creative Network, Senin (06/04/2026).

Selain itu, Wahyu menegaskan bahwa platform digital belum sepenuhnya membatasi praktik tersebut. Karena itu, para kreator masih leluasa memproduksi konten berbasis isu. Namun demikian, ia tetap menekankan pentingnya kejujuran dalam penyampaian informasi.

“Pengelola akun harus memberi penegasan bahwa konten itu masih sebatas isu atau pancingan. Dengan begitu, penonton tidak langsung menganggapnya sebagai fakta,” jelasnya.

Sementara itu, Wahyu menyoroti peran penting media arus utama dalam menjaga kualitas informasi. Ia menilai media profesional harus tetap memegang prinsip verifikasi yang ketat. Mereka tidak boleh ikut terjebak dalam pola sensasional yang sama.

“Media mainstream harus membangun kepercayaan. Mereka wajib menyajikan data kuat sebelum mengangkat isu pemain. Profil dan biodata harus jelas, lalu cek fakta harus berlapis,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wahyu menilai akun “homeless” hanya menyajikan informasi singkat tanpa pendalaman. Kondisi ini justru memberi peluang bagi media profesional untuk tampil lebih kredibel. Media bisa menghadirkan informasi yang lebih lengkap dan akurat.

Dengan demikian, publik tetap memiliki rujukan yang dapat dipercaya di tengah banjir informasi yang belum terverifikasi.

Di akhir perbincangan, Wahyu juga menyampaikan harapannya terhadap Persib Bandung di musim ini. Ia optimistis, meskipun kompetisi berjalan ketat.

“Sebagai orang Bandung, saya tentu berharap Persib juara. Namun, Liga Indonesia selalu penuh kejutan, jadi semua masih terbuka sampai akhir,” pungkasnya.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.