Rabu, Apr 8, 2026
Info Burinyay
Kegiatan Organisasi

YBUIS Bedah Karya Individu Spesial di Bandung, Siap Guncang World Autism Awareness Day 2026

Kegiatan YBUIS bersama individu spesial dalam rangka Bedah Karya Sastra World Autism Awareness Day 2026 di Galeri PlaAstro Bandung
Sejumlah peserta dan pengurus Yayasan Budaya Individu Spesial (YBUIS) berfoto bersama usai kegiatan literasi dan kreativitas dalam rangka Bedah Karya Sastra memperingati World Autism Awareness Day 2026 di Galeri PlaAstro, Kota Bandung. Acara ini menghadirkan individu spesial bersama pendamping, akademisi, dan pegiat budaya untuk mendorong kesetaraan, kemandirian, serta ekspresi melalui karya seni dan sastra. - Foto:infoburinyay/red

Bandung, Info Burinyay – Yayasan Budaya Individu Spesial (YBUIS) mengintensifkan peringatan World Autism Awareness Day 2026 dengan menghadirkan rangkaian agenda berbasis seni dan literasi di Kota Bandung. Organisasi ini akan menggelar “Bedah Karya Sastra – Individu Spesial dalam Kata dan Raga: Menapaki Kesetaraan dan Kemandirian” pada Jumat, 10 April 2026, di Galeri PlaAstro, kawasan Moh. Toha.

Ketua YBUIS, Fahdi Hasan, menjelaskan bahwa panitia merumuskan kegiatan ini dengan tiga landasan utama. Ia menilai individu spesial menyimpan kekayaan budaya yang luas.

“Individu spesial menghadirkan bahasa, tanda, pola komunikasi, serta cara berpikir yang unik. Karena itu, kita perlu membaca mereka sebagai lanskap kebudayaan yang kaya,” ujar Fahdi.

Selanjutnya, Fahdi menekankan bahwa perspektif tersebut mendorong masyarakat memahami individu spesial secara lebih komprehensif. Ia melihat pengalaman hidup mereka membentuk sistem makna dan pengetahuan yang khas. Oleh sebab itu, YBUIS menggunakan pendekatan seni dan sastra untuk memperluas sudut pandang publik.

Panitia kemudian menghadirkan sesi bedah karya bersama sastrawan asal Ternate, Maluku Utara, Zainuddin M. Arie. Ia akan mengulas karya sastra sekaligus membagikan perspektif mengenai ekspresi individu spesial. Kehadiran Zainuddin membuka ruang dialog yang lebih dinamis.

Selain itu, panitia juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai forum strategis. Ketua Umum YBUIS, Diana Sofian, menegaskan bahwa forum ini menghubungkan berbagai pemangku kepentingan.

“Kami bekerja sama dengan Kawargian Abah Alam yang didirikan Adhitiya Alamsyah. Kehadiran beliau akan memperkuat hasil FGD, terutama pada aspek ketahanan budaya dan pendidikan bagi keluarga individu spesial,” kata Diana.

Lebih jauh, YBUIS melibatkan institusi pendidikan untuk memperkuat kualitas kegiatan. Institut Seni Budaya Indonesia Bandung dan Universitas Kristen Maranatha berkontribusi dalam pengembangan kreativitas individu spesial melalui seni budaya. Kolaborasi ini mempercepat transfer pengetahuan sekaligus memperluas jejaring akademik.

Gagasan awal kegiatan ini berasal dari Gai Subagya Suhardja. Ia mendorong integrasi pendidikan informal seni budaya ke dalam sistem formal. Selanjutnya, Jerry Dounald Rahajaan mengembangkan konsep tersebut melalui penyusunan kurikulum berbasis praktik seni.

YBUIS juga menggandeng Himpunan Mahasiswa Maluku Utara untuk memperkaya konten budaya. Organisasi ini akan menampilkan kebudayaan Maluku Utara sebagai penguat semangat kesetaraan yang inklusif dan mandiri.

Berikutnya, peserta FGD merumuskan hasil diskusi menjadi deklarasi bersama. Panitia membawa deklarasi tersebut ke agenda lanjutan bertajuk “Ekspresi Individu Spesial: Ketika Kita Memberi Panggung, Mereka Menunjukkan Cahaya” pada Senin, 13 April 2026 di Pendopo Kota Bandung.

Dalam agenda itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan akan hadir bersama berbagai elemen masyarakat. Pemerintah, psikiater, psikolog klinis, serta komunitas pemerhati individu spesial ikut memperkuat kolaborasi lintas sektor.

YBUIS menegaskan komitmennya untuk memperluas ruang kesetaraan bagi individu spesial. Melalui rangkaian kegiatan ini, organisasi tersebut mendorong masyarakat membangun pemahaman yang inklusif. Selain itu, YBUIS mengajak publik untuk hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang mengedepankan kemandirian serta penghargaan terhadap keberagaman.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.