Rancaekek, Info Burinyay — Kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan Tahun Anggaran 2026 berlangsung di Resto Ayam Kampung Abah Yayat, Kampung Depok RW 03, Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek, Sabtu (18/4/2026). Dalam forum tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Demokrat, H. Saeful Bachri, SH., M.Ap., hadir bersama jajaran DPRD Kabupaten Bandung.
Namun demikian, sorotan utama justru datang dari Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bandung, Faisal Radi Sukmana. Ia membuka pernyataannya dengan menyampaikan duka mendalam atas musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung.
“Saya mengucapkan turut berduka atas musibah yang terjadi. Semoga masyarakat yang terdampak banjir diberikan kesehatan, ketabahan, dan kesabaran,” ujar Faisal.
Lebih lanjut, Faisal menegaskan bahwa bencana banjir tidak hanya melanda satu kawasan. Ia menyebut beberapa wilayah terdampak, antara lain Rancaekek, Sukamanah, Tegal Sumedang, Dayeuhkolot, hingga Majalaya. Oleh karena itu, ia menilai penanganan harus dilakukan secara menyeluruh dan terkoordinasi.
Di sisi lain, Faisal juga menyoroti dampak serius terhadap sektor pertanian. Menurutnya, banyak lahan persawahan yang seharusnya memasuki masa panen justru mengalami gagal panen akibat genangan air yang tinggi.
“Seharusnya petani panen bulan ini. Namun kenyataannya, padi membusuk karena terendam air. Luasnya bukan hanya satu hektare, tetapi bisa puluhan hingga ratusan hektare,” tegasnya.
Karena itu, Faisal mendesak pemerintah segera menghadirkan solusi konkret. Ia juga menekankan pentingnya langkah cepat berupa edukasi dan pendampingan kepada para petani agar kerugian tidak semakin meluas.
Selain itu, Faisal turut mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Mengingat curah hujan di Kabupaten Bandung masih tinggi, ia meminta warga mencari jalur alternatif untuk mobilitas sehari-hari.
“Pertama, masyarakat harus mengetahui jalur alternatif. Kedua, hindari aktivitas di sekitar sungai karena kondisi air cukup dalam dan berbahaya,” ujarnya.
Selanjutnya, Faisal juga mengingatkan masyarakat untuk belajar dari kejadian sebelumnya. Ia menyinggung insiden di wilayah Banjaran yang menelan korban jiwa akibat derasnya arus sungai.
“Kita harus belajar dari kejadian kemarin. Ada korban jiwa. Ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati,” katanya.
Meski demikian, Faisal tetap mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga solidaritas. Ia menilai komunikasi dan kebersamaan menjadi kunci dalam menghadapi bencana.
“Yang terpenting, masyarakat tetap solid, terus berkomunikasi, dan bersabar menghadapi situasi ini,” pungkasnya.
Dengan demikian, melalui forum pengawasan ini, DPRD berharap lahir langkah konkret yang mampu mempercepat penanganan banjir sekaligus meminimalkan dampak ekonomi, khususnya bagi para petani di Kabupaten Bandung.
