Soreang, Info Burinyay – – Musyawarah Kabupaten (MUKAB) X Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bandung menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dunia usaha dan pembangunan ekonomi daerah. Agenda tersebut berlangsung di Hotel Sutan Raja, Jalan Raya Soreang KM 17, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (11/5/2026).
Dalam kegiatan itu, peserta MUKAB memilih Mohamad Iqbal sebagai Ketua Umum KADIN Kabupaten Bandung periode 2026. Ia menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang kolaboratif, inklusif, dan mampu meningkatkan daya saing ekonomi daerah menuju Indonesia Emas.
MUKAB X KADIN Kabupaten Bandung mengusung tema “Optimalisasi Peran KADIN Kabupaten Bandung Dalam Memperkuat Ekosistem Bisnis dan Ekonomi Daerah yang Lebih BEDAS, Inklusif dan Berkelanjutan.” Tema tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha, organisasi, dan komunitas ekonomi kerakyatan.
Dalam sambutannya, Mohamad Iqbal menyatakan kepemimpinannya akan terus mendukung visi pembangunan Kabupaten Bandung. Selain itu, ia memastikan KADIN hadir sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing.
“Saya berharap di kepemimpinan ini KADIN Kabupaten Bandung terus bersinergi dengan visi Kabupaten Bandung yang lebih BEDAS, inklusif, berdaya saing, dan menuju Indonesia Emas,” ujar Mohamad Iqbal.
Selanjutnya, Iqbal memperkenalkan konsep “KADIN Kolaboratif” sebagai arah baru organisasi. Menurut dia, KADIN harus mampu merangkul seluruh potensi organisasi anggota luar biasa (ALB), komunitas usaha, hingga pelaku UMKM di Kabupaten Bandung.
Iqbal mengibaratkan KADIN sebagai pesawat besar yang membawa seluruh pelaku usaha. Dalam konsep itu, organisasi ALB menjadi mesin penggerak. Sementara komunitas informal seperti pedagang kecil, petani, dan UMKM menjadi sayap yang menopang laju ekonomi daerah.
“Saya melihat banyak potensi organisasi ALB yang belum terangkai secara maksimal. KADIN ini seperti pesawat. Di dalamnya ada pelaku usaha kecil dan besar. Mesin penggeraknya adalah organisasi dan himpunan usaha. Sementara sayapnya adalah komunitas kecil, UMKM, pedagang, hingga petani yang ikut menggerakkan ekonomi,” katanya.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya membangun organisasi yang profesional dan transparan. Karena itu, tim formatur akan memperkuat struktur kelembagaan agar KADIN semakin kredibel di mata dunia usaha dan masyarakat.
“Kami ingin membangun organisasi yang lebih profesional, kredibel, kuat, dan transparan sehingga KADIN mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh pelaku usaha,” ungkapnya.
Di sisi lain, Mohamad Iqbal juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung yang mencapai 6,36 persen. Angka tersebut berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, ia menilai Kabupaten Bandung memiliki potensi investasi dan industri yang sangat besar.
Menurut dia, seluruh pihak harus memanfaatkan potensi tersebut melalui kolaborasi lintas sektor agar mampu menciptakan pemerataan ekonomi dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung termasuk salah satu yang terbesar. Ini menunjukkan daerah kita memiliki potensi yang sangat besar. Karena itu, saya mengajak semua pihak bersama-sama membangun ekonomi Kabupaten Bandung agar semakin BEDAS,” ujarnya.
Selain mendorong investasi berkualitas, KADIN Kabupaten Bandung juga akan fokus memperkuat ekonomi kerakyatan. Dengan langkah tersebut, para pelaku usaha, terutama UMKM, dapat memperoleh ruang berkembang secara adil dan berkelanjutan.
Melalui kepemimpinan baru itu, KADIN Kabupaten Bandung diharapkan mampu menjadi motor penggerak dunia usaha sekaligus menjembatani kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi daerah.
