Rancaekek, Info Burinyay – Skye Scout Competition (SSC) 2026 tingkat Penggalang SD dan SMP berlangsung di Kampus SMP-SMK Skye Digipreneur, Jalan Walini Nomor 24, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Sabtu 23 Mei 2026. Ajang tersebut menghadirkan ratusan regu pramuka dari berbagai daerah di Jawa Barat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi salah satu kompetisi penggalang terbesar di Kabupaten Bandung tahun ini.
Panitia mencatat sebanyak 137 regu mengikuti kompetisi tersebut. Rinciannya, 64 regu berasal dari tingkat SD dan 73 regu berasal dari tingkat SMP. Sejak pagi hari, ribuan peserta memadati area perlombaan untuk mengikuti berbagai materi lomba berbasis keterampilan dan digital.
Sekretaris I Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung, Kak Iyan Mulyana, S.Sos., membuka kegiatan mewakili Ketua Kwarcab Kabupaten Bandung, Kak Hj. Emma Dety Permanawati, S.Pd.I., M.M. Sementara itu, Mabiran Rancaekek, Kak H. Gugum Gumilar, S.STP., M.Si., hadir mewakili Bupati Bandung sekaligus Mabicab Kabupaten Bandung, Dr. H. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si.
Dalam sambutannya, Gugum Gumilar menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan keluarga besar Skye Digipreneur yang menggagas kegiatan tersebut. Menurutnya, SSC 2026 menjadi wadah positif bagi anggota pramuka penggalang untuk mengasah kemampuan sekaligus mempererat silaturahmi antarpeserta dari berbagai daerah.
“Saya mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran panitia pelaksana, khususnya keluarga besar Skye Digipreneur yang menginisiasi kegiatan ini. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi ajang latihan bagi para penggalang sekaligus mempererat tali silaturahmi,” ujarnya.
Selain itu, ia menilai tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya antusiasme terhadap kegiatan pembinaan karakter melalui gerakan pramuka. Bahkan, kompetisi terbuka tersebut menghadirkan peserta dari berbagai wilayah di Jawa Barat.
“Selamat berlomba kepada seluruh peserta. Junjung tinggi sportivitas dan terus tunjukkan semangat kebersamaan. Mudah-mudahan kegiatan berjalan lancar dari awal sampai akhir,” katanya.
Di sisi lain, Kwarcab Kabupaten Bandung memberi perhatian besar terhadap pelaksanaan SSC 2026. Menurut pihak Kwarcab, kegiatan tersebut menjadi langkah awal yang positif dalam membangun karakter generasi muda melalui kegiatan kepramukaan.
Selain itu, pihak Kwarcab menilai SSC 2026 sejalan dengan syarat kecakapan umum dan syarat kecakapan khusus anggota pramuka penggalang.
“Kegiatan ini bukan hanya lomba semata, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan karakter kader bangsa yang memiliki jiwa usaha, kepemimpinan, dan tanggung jawab,” ujar perwakilan Kwarcab.
Ketua Pelaksana SSC 2026, Kak Dudin Nasrudin, menjelaskan panitia menghadirkan 10 materi lomba dengan pendekatan kreatif dan berbasis digital. Materi tersebut meliputi semaphore, morse, sandi, P3K, tali-temali, pengetahuan umum, memanah, hingga kompetisi Mobile Legends yang mendapat antusiasme tinggi dari peserta.
“Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat luar biasa. Total ada 137 regu yang ikut dalam kegiatan ini. Namun, kami menyadari masih ada kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Karena itu, kami memohon maaf apabila masih muncul kendala dalam fasilitas maupun koordinasi selama kegiatan berlangsung,” katanya.
Selanjutnya, ia berharap SSC dapat menjadi agenda rutin tahunan yang terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas bagi generasi muda.
Ketua Kwartir Ranting (Kwaran) Gerakan Pramuka Kecamatan Rancaekek, Asep Nandang Iskandar, S.Pd., turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, SSC mampu memotivasi generasi muda agar kembali aktif dalam kegiatan kepramukaan.
“Momentum besar ini mudah-mudahan menjadi agenda rutin tahunan. Dengan begitu, generasi muda dapat tumbuh menjadi generasi yang berkarakter menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Mabicab Kabupaten Bandung, Dr. H. Cecep Suhendar, S.Pd., M.Si., juga menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai lomba pramuka penggalang mampu menjadi ruang aktualisasi hasil pembelajaran siswa di sekolah, khususnya dalam membangun keterampilan, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab.
“Kegiatan ini sangat efektif untuk membentuk karakter generasi muda. Selain itu, kegiatan ini juga membantu pembinaan kepramukaan di tingkat cabang maupun kwartir ranting,” katanya.
Vice Supervisor Skye Foundation, Adv. Agus Gandara, SH., MH., M.Pd., mengatakan SSC 2026 menjadi salah satu kegiatan terbesar yang pernah Skye Digipreneur gelar. Bahkan, panitia menyediakan ratusan trofi dan hadiah bagi para pemenang.
“Peserta tahun ini menjadi yang terbesar di Kabupaten Bandung. Mudah-mudahan tahun depan kegiatan ini kembali hadir dan melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang memiliki karakter kuat sesuai visi Skye Digipreneur,” ujarnya.
Selain itu, Sekretaris Skye Foundation, Adv. Asep Risnandar, S.Ip., SH., MH., menegaskan kegiatan pramuka memiliki peran penting dalam membentuk disiplin, jiwa kesatria, dan rasa tanggung jawab generasi muda.
“Semoga kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi Skye Digipreneur dalam mencetak generasi emas Indonesia tahun 2045,” katanya.
Pada sisi penilaian, perwakilan juri, Serka Edy Saputra, menjelaskan unsur kekompakan dan kebersamaan menjadi fokus utama penilaian dalam lomba LKBB dan LKPB tingkat SD dan SMP tersebut.
“Kami mengutamakan kekompakan, kebersamaan, dan kemampuan komandan regu dalam memberikan instruksi kepada anggotanya,” ujar Edy.
Akhirnya, melalui pelaksanaan SSC 2026, Skye Digipreneur bersama Gerakan Pramuka berharap kegiatan kepramukaan semakin diminati generasi muda. Selain itu, mereka juga ingin melahirkan calon pemimpin masa depan yang disiplin, kreatif, dan berkarakter kuat dalam menghadapi tantangan zaman.
