27.5 C
Bandung
Jumat, Jun 19, 2026
Info Burinyay
Kab. BandungPemerintahan

Kang DS Ungkap Potensi Rp5 Miliar dari Panen Cabai Merah KDMP Lengkong

Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau hasil panen cabai merah varietas Tanjung bersama pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Lengkong saat panen raya di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung.
Bupati Bandung Dadang Supriatna (tengah) menunjukkan hasil panen cabai merah varietas Tanjung saat menghadiri Panen Raya Cabai Merah yang dikelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Lengkong di Kecamatan Bojongsoang, Jumat (19/6/2026) - Foto : Info Burinyay/red

Bojongsoang, Info Burinyay – Bupati Bandung Dadang Supriatna menghadiri panen raya cabai merah milik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Jumat (19/6/2026). Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung menunjukkan dukungannya terhadap pengembangan usaha produktif yang mampu menggerakkan ekonomi desa.

Dadang Supriatna meninjau langsung lahan cabai merah varietas Tanjung yang menjadi salah satu unit usaha KDMP Lengkong. Dalam kunjungan itu, sejumlah kepala perangkat daerah ikut mendampingi Bupati Bandung untuk melihat perkembangan budidaya cabai yang berkembang di desa tersebut.

Menurut Dadang Supriatna, KDMP Lengkong telah membuktikan kemampuannya menjalankan usaha yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, ia menilai koperasi desa tidak hanya berfungsi sebagai organisasi kelembagaan, tetapi juga mampu menciptakan aktivitas ekonomi yang produktif.

“Di Desa Lengkong ini Koperasi Desa Merah Putih sudah mulai menjalankan kegiatan usahanya. Salah satunya melalui budidaya cabai merah varietas Tanjung dengan hasil yang sangat baik,” kata Dadang Supriatna.

Selain itu, Dadang melihat peluang besar pada budidaya cabai merah. Berdasarkan perhitungan yang ia paparkan, petani mampu menghasilkan nilai produksi hampir Rp500 juta setiap tahun dari satu hektare lahan cabai merah.

Saat ini KDMP Lengkong mengelola lahan sekitar 3.700 meter persegi. Namun koperasi masih memiliki peluang memperluas area tanam hingga sekitar 10 hektare.

“Kalau satu hektare bisa menghasilkan hampir Rp500 juta per tahun, maka dengan potensi lahan sekitar 10 hektare, nilai produksinya dapat mencapai sekitar Rp5 miliar per tahun,” ujarnya.

Untuk mempercepat pengembangan usaha, Pemerintah Kabupaten Bandung membuka akses pembiayaan bagi koperasi. Dadang menyebut koperasi dapat mengakses dana melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan UKM maupun Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Terkait permodalan, ada dua skema yang bisa dimanfaatkan. Pertama melalui LPDB yang akan kami usulkan, dan kedua melalui KUR dengan bunga yang relatif rendah sehingga dapat membantu koperasi mengembangkan usahanya,” jelasnya.

Di sisi lain, Dadang juga melihat peluang pasar yang luas bagi hasil panen cabai merah KDMP Lengkong. Karena itu, ia mendorong koperasi untuk mengambil peran sebagai produsen sekaligus offtaker yang menghubungkan hasil panen petani dengan kebutuhan pasar.

Menurutnya, kebutuhan cabai untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Bojongsoang dan sekitarnya membuka peluang pasar yang menjanjikan bagi koperasi.

“KDMP Lengkong bisa menjadi produsen sekaligus offtaker. Pasarnya sudah tersedia sehingga hasil panen tidak perlu dipasarkan jauh-jauh. Salah satu peluangnya adalah memenuhi kebutuhan SPPG di wilayah Bojongsoang dan sekitarnya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dadang mengungkapkan sebanyak 125 desa di Kabupaten Bandung telah menyiapkan kegiatan usaha melalui Koperasi Desa Merah Putih. Bahkan sejumlah koperasi sudah menjalankan operasional dan menghasilkan aktivitas ekonomi produktif.

Data tersebut menunjukkan bahwa koperasi desa memiliki peluang besar untuk memperkuat sektor pertanian, meningkatkan ketahanan pangan, serta menggerakkan ekonomi masyarakat desa. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Bandung terus mempercepat pengembangan Koperasi Desa Merah Putih di berbagai wilayah.

“Kami akan terus mendorong agar Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Bandung berkembang sesuai harapan. Yang terpenting, koperasi mampu menciptakan usaha yang produktif, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta memperkuat kemandirian desa,” tegasnya.

Panen raya cabai merah KDMP Lengkong menunjukkan secara nyata bagaimana koperasi desa mampu membangun usaha produktif berbasis pertanian. Melalui pengembangan usaha tersebut, masyarakat dapat meningkatkan pendapatan, memperkuat pasokan pangan lokal, dan membuka peluang ekonomi baru di tingkat desa.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.