27.5 C
Bandung
Jumat, Jun 19, 2026
Info Burinyay
Jawa BaratParlementer

DPRD Jabar Dukung SMAN 28 dan 29 Bandung, Zaini Ingatkan Krisis Guru Jangan Diabaikan

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Zaini Shofari menyampaikan dukungan terhadap pembangunan SMAN 28 dan SMAN 29 Bandung serta menekankan pentingnya kesiapan guru dan sumber daya manusia pendidikan.
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari, saat memberikan keterangan terkait rencana pembangunan SMAN 28 dan SMAN 29 Kota Bandung. ( Foto : Info Burinyay/yk )

Bandung, Info Burinyay – DPRD Jawa Barat mendukung rencana pembangunan SMAN 28 dan SMAN 29 di Kota Bandung. Namun, dewan meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak hanya membangun gedung sekolah. Pemerintah juga harus menyiapkan tenaga pendidik yang sesuai kebutuhan sejak awal.

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari, mengatakan pembangunan kedua sekolah tersebut sudah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat Tahun 2026. Karena itu, pemerintah segera memulai proses pembangunan fisik dalam waktu dekat.

Menurut Zaini, keberadaan SMAN 28 dan SMAN 29 akan menambah daya tampung pendidikan menengah negeri di Kota Bandung. Selain itu, kehadiran dua sekolah baru dapat membuka akses pendidikan bagi lebih banyak lulusan SMP dan MTs.

Meski pembangunan masih berlangsung, pemerintah tetap membuka penerimaan peserta didik baru melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Dengan langkah tersebut, siswa tidak perlu menunggu hingga gedung sekolah selesai dibangun.

Untuk sementara, SMAN 23 Bandung akan menampung kegiatan belajar mengajar siswa SMAN 28. Sementara itu, siswa SMAN 29 akan mengikuti pembelajaran di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat di Jalan Dr. Radjiman, Kota Bandung.

“Kami berharap pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga pada semester kedua tahun ajaran atau awal tahun 2027 para siswa sudah bisa menempati gedung sekolah yang baru,” kata Zaini, Jumat (19/6/2026).

Meski demikian, Zaini mengingatkan pemerintah agar tidak hanya mengejar pembangunan infrastruktur. Menurut dia, kualitas pendidikan sangat bergantung pada kualitas tenaga pengajar yang berada di dalam kelas.

Karena itu, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat perlu memetakan kebutuhan guru sejak sekarang. Langkah tersebut penting agar sekolah baru memiliki tenaga pendidik yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan.

Zaini menilai persoalan kekurangan guru masih terjadi di sejumlah SMA dan SMK di Jawa Barat. Selain itu, beberapa sekolah juga menghadapi ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan guru dan mata pelajaran yang diampu.

“Jangan hanya menyiapkan bangunannya saja. SDM juga harus dipersiapkan. Banyak guru yang pensiun, tetapi penggantinya tidak sesuai bidang keilmuannya. Misalnya guru seni rupa pensiun, yang tersedia justru guru IPS,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zaini menegaskan bahwa sekolah baru harus menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas. Oleh sebab itu, pemerintah perlu menyeimbangkan pembangunan fisik dengan penguatan sumber daya manusia.

Menurutnya, gedung yang representatif tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa dukungan guru yang profesional. Sebaliknya, tenaga pendidik yang kompeten dapat mendorong kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.

Karena alasan tersebut, DPRD Jawa Barat berharap SMAN 28 dan SMAN 29 tidak sekadar menambah jumlah kursi bagi peserta didik baru. Kedua sekolah juga harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas dan berdaya saing.

“Perspektifnya jangan hanya bangunan, tetapi juga kesiapan SDM agar kualitas pembelajaran benar-benar terjamin,” pungkasnya.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.