Katapang, Info Burinyay – Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bandung menggelar Konferensi Kerja I PGRI Kabupaten Bandung Masa Bakti XXIII Tahun 2025–2030 di Gedung PGRI Kabupaten Bandung, Jalan Terusan Kopo Katapang KM 13,5 Nomor 206, Kabupaten Bandung, Sabtu (20/6/2026).
Konferensi kerja tersebut mengangkat tema “Guru Bermutu Indonesia Maju Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas”. Melalui tema itu, PGRI Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas guru sebagai fondasi kemajuan pendidikan nasional.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung H. Asep Kusumah, S.Sos., M.Si., membuka kegiatan tersebut secara resmi. Kehadiran Kadisdik menunjukkan dukungan Pemerintah Kabupaten Bandung terhadap program kerja PGRI selama lima tahun ke depan.
Ketua PGRI Kabupaten Bandung H. Yusup Salim, S.Pd.I., M.Pd., mengatakan konferensi kerja ini menjadi forum penting untuk menyusun program organisasi. Selain itu, forum tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus penentuan arah kebijakan organisasi.
“Agenda utama hari ini adalah Konferensi Kerja I PGRI Kabupaten Bandung masa bakti XXIII tahun 2025–2030. Karena itu, seluruh peserta fokus menyusun program dan langkah strategis organisasi untuk lima tahun mendatang,” kata Yusup Salim.
Selain membahas program kerja, pengurus juga melaksanakan pelantikan Dewan Pakar PGRI Kabupaten Bandung. Meski menjadi agenda sisipan, pelantikan tersebut memiliki nilai strategis bagi perjalanan organisasi.
Menurut Yusup, Dewan Pakar akan memperkuat kualitas pengambilan keputusan organisasi. Oleh sebab itu, PGRI Kabupaten Bandung menaruh harapan besar kepada para anggota dewan pakar yang baru dilantik.
“Kami berharap Dewan Pakar dapat memberikan saran dan masukan kepada organisasi. Mereka bisa menyampaikan pandangan, baik ketika kami meminta maupun ketika mereka melihat hal yang perlu mendapat perhatian,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yusup menjelaskan bahwa Dewan Pakar memiliki peran penting dalam membantu organisasi menentukan arah kebijakan. Dengan demikian, setiap program dapat berjalan lebih terukur dan tepat sasaran.
Selain membahas penguatan organisasi, konferensi kerja juga menyoroti berbagai persoalan pendidikan. Salah satunya menyangkut kebutuhan guru dan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
Yusup berharap forum tersebut menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah. Selanjutnya, rekomendasi itu dapat mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berpihak kepada guru.
“Mudah-mudahan konferensi kerja ini menghasilkan rekomendasi yang kuat. Kami ingin rekomendasi itu mendukung peningkatan kesejahteraan guru dan membantu penyelesaian persoalan kekurangan guru,” katanya.
Ia menilai kebutuhan tenaga pendidik masih menjadi tantangan di sejumlah sekolah. Karena itu, PGRI Kabupaten Bandung mendorong langkah konkret untuk memperkuat status dan karier guru.
“Kami berharap pemerintah membuka solusi yang lebih luas. Guru PPPK Paruh Waktu perlu mendapat kesempatan menjadi PPPK Penuh Waktu. Selanjutnya, mereka juga perlu memperoleh peluang karier yang lebih baik sesuai aturan yang berlaku,” ujar Yusup.
Di sisi lain, Yusup mengajak seluruh anggota PGRI Kabupaten Bandung untuk menjaga kekompakan organisasi. Menurutnya, solidaritas menjadi kekuatan utama dalam memperjuangkan aspirasi para guru.
“Kami harus terus menjaga kebersamaan. Semakin kuat solidaritas yang kita bangun, semakin kuat pula organisasi ini dalam memperjuangkan kepentingan guru,” tegasnya.
