Garut, Info Burinyay – Kepedulian terhadap peserta didik kembali ditunjukkan keluarga besar SMPN Satu Atap 1 Cibalong, Kabupaten Garut. Kepala sekolah bersama jajaran guru mendatangi rumah salah seorang siswa yang sakit. Mereka rela menempuh perjalanan berisiko demi memastikan kondisi siswanya secara langsung.
Kepala SMPN Satu Atap 1 Cibalong, Ukun Kusnadi, S.Pd., M.Pd., memimpin kunjungan tersebut. Ia datang bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Diki Noerjaman, S.T., dan Wali Kelas VIII-B, Egi Lestaluhu, S.Pd. Ketiganya menjenguk Haikal Lutfi di Kampung Ciherang, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut.
Haikal, siswa kelas VIII-B, sudah hampir dua bulan tidak mengikuti kegiatan belajar. Pihak sekolah menjelaskan bahwa Demam Berdarah Dengue (DBD) dan komplikasi penyakit paru-paru memaksanya menjalani masa pemulihan di rumah. Karena kondisi itu, Haikal belum dapat kembali mengikuti pembelajaran bersama teman-temannya.
Perjalanan menuju rumah Haikal tidak mudah. Rombongan guru melintasi jembatan gantung yang menjadi satu-satunya akses menuju Kampung Ciherang. Kondisi jembatan tampak rusak parah. Lantai jembatan terlihat lapuk, sedangkan tali pengamannya mulai menurun. Meski menghadapi risiko tersebut, rombongan tetap melanjutkan perjalanan dengan penuh kehati-hatian.
Kunjungan itu bertujuan memberikan dukungan moral kepada Haikal dan keluarganya. Selain itu, para guru ingin memastikan perkembangan kesehatan siswanya. Mereka juga ingin menjaga semangat belajar Haikal selama menjalani masa pemulihan.
“Kehadiran kami di sini adalah untuk memberikan dukungan moral dan doa secara langsung. Kami ingin Haikal dan keluarga tahu bahwa mereka tidak berjuang sendirian. Semoga Haikal segera diberikan kesembuhan oleh Allah SWT agar bisa kembali belajar bersama teman-temannya,” kata Ukun Kusnadi.
Diki Noerjaman dan Egi Lestaluhu memastikan sekolah terus mendampingi Haikal. Guru akan menyesuaikan materi pelajaran dengan kondisi kesehatannya. Selain itu, sekolah akan terus berkomunikasi dengan keluarga agar proses belajar Haikal tetap berjalan. Dengan cara tersebut, Haikal tidak kehilangan kesempatan mengikuti materi pelajaran selama menjalani pemulihan.
Keluarga Haikal menyampaikan rasa terima kasih kepada kepala sekolah dan para guru. Menurut keluarga, perhatian tersebut menghadirkan semangat baru bagi Haikal. Mereka juga mengapresiasi perjuangan rombongan sekolah yang rela melintasi jembatan rusak demi menjenguk putra mereka.
Kunjungan itu memperlihatkan hubungan erat antara sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua. Para guru tidak hanya menjalankan tugas mengajar. Mereka juga hadir saat siswanya menghadapi masa sulit. Sikap tersebut memperkuat nilai kepedulian, kebersamaan, dan tanggung jawab dalam dunia pendidikan.
Di sisi lain, perjalanan rombongan sekolah kembali menyoroti kondisi infrastruktur di Kampung Ciherang. Warga, pelajar, dan para guru setiap hari melintasi jembatan gantung yang sudah rusak sebagai akses utama. Karena itu, masyarakat berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan tersebut. Perbaikan itu akan meningkatkan keselamatan warga sekaligus memperlancar aktivitas pendidikan dan perekonomian di wilayah tersebut.
Laporan Jurnalis : Riki Kontributor Tasikmalaya
Editor : AR Suteja
