Soreang, Info Burinyay – Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperluas kolaborasi dengan berbagai daerah untuk mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kali ini, Pemkab Bandung menerima kunjungan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dalam agenda silaturahmi dan audiensi di Rumah Dinas Bupati Bandung, Soreang, Rabu (5/8/2026).
Bupati Bandung Dadang Supriatna memimpin langsung pertemuan tersebut. Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Cakra Amiyana bersama sejumlah kepala perangkat daerah turut mendampingi. Sementara itu, Bupati OKI Muchendi Mahzareki hadir bersama jajaran pemerintahannya.
Pertemuan itu melanjutkan Kesepakatan Bersama tentang Pengembangan Potensi Daerah dan Pelayanan Publik yang telah disepakati kedua pemerintah daerah sejak 2023. Karena itu, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat segera direalisasikan.
KDS menyambut baik kunjungan Pemerintah Kabupaten OKI. Menurutnya, hubungan antardaerah harus menghasilkan program yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Oleh sebab itu, setiap kerja sama perlu diwujudkan melalui langkah nyata, bukan hanya kesepakatan di atas kertas.
“Potensi-potensi Kabupaten Bandung sangat luar biasa, sudah berjalan dan siap untuk dikerjasamakan dengan Pemerintah OKI,” ujar KDS.
Selanjutnya, Bupati Bandung memaparkan perkembangan pembangunan yang telah dicapai selama periode kedua kepemimpinannya. Ia menjelaskan bahwa Pemkab Bandung terus mengarahkan seluruh program untuk mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih BEDAS, Maju, dan Berkelanjutan menuju Indonesia Emas.
Menurut KDS, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama. Selain itu, pemerintah daerah juga terus memperbaiki pelayanan publik serta memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“IPM Kabupaten Bandung saat ini meningkat 75,68 poin dari yang sebelumnya 74,59 poin,” katanya.
Di bidang kesehatan, Pemkab Bandung terus memperluas layanan bagi masyarakat. Pemerintah membangun rumah sakit daerah baru, memperkuat fasilitas kesehatan, mempercepat program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), serta memperluas layanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Menurut KDS, kebutuhan rumah sakit baru semakin mendesak. Jumlah penduduk Kabupaten Bandung terus bertambah, sedangkan 62 puskesmas belum mampu melayani seluruh kebutuhan masyarakat secara optimal.
“Dengan luas penduduk yang sangat padat, maka 62 Puskesmas ini tidak bisa menunjang secara maksimal sehingga penambahan rumah sakit sangat penting dilakukan,” jelasnya.
Pada sektor pendidikan, Pemkab Bandung terus meningkatkan kualitas sekolah melalui pembangunan sarana dan prasarana. Pemerintah juga memperluas akses pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Selain itu, Pemkab Bandung menghadirkan Program Beasiswa Ti Bupati (BESTI) bagi pelajar dan mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Tidak hanya fokus pada pendidikan formal, pemerintah daerah juga memperkuat pendidikan karakter. Pemkab Bandung memasukkan Pendidikan Pancasila, UUD 1945, Bahasa Sunda, Budaya Sunda, dan pendidikan keagamaan sebagai bagian penting dalam pembentukan generasi muda. Bersamaan dengan itu, pemerintah memberikan insentif kepada sekitar 16 ribu guru ngaji sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka.
Sementara itu, sektor ekonomi juga terus menjadi perhatian. Pemkab Bandung membantu pelaku UMKM melalui program pinjaman modal bergulir tanpa bunga dan tanpa agunan. Program tersebut memberi kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya tanpa terbebani bunga pinjaman.
Selain meningkatkan produktivitas usaha, kebijakan itu juga membantu masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman online maupun praktik pinjaman informal.
Di sisi lain, Pemkab Bandung terus memperluas perlindungan sosial. Pemerintah mengikutsertakan petani, perangkat desa, ketua RT, ketua RW, anggota BPD, LPMD, PKK, guru ngaji, serta berbagai kelompok masyarakat lainnya dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Meskipun pemerintah pusat mengurangi Transfer ke Daerah (TKD), Pemkab Bandung tetap menjaga keberlanjutan pembangunan. Pemerintah melakukan efisiensi anggaran sekaligus menghadirkan berbagai inovasi pembiayaan agar program prioritas tetap berjalan.
Selanjutnya, Pemkab Bandung terus mempercepat peningkatan pelayanan publik. Pemerintah mengembangkan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang kini melayani puluhan jenis pelayanan dalam satu lokasi. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pusat pelayanan baru di kawasan Tegalluar yang akan terhubung dengan Bandung BEDAS Command Center.
Pada sektor infrastruktur, pemerintah terus mempercepat pembangunan di berbagai wilayah. Bersamaan dengan itu, Pemkab Bandung juga mengembangkan destinasi wisata unggulan, seperti Kawah Putih, Jembatan Rengganis, Pangalengan, Ciwidey, Cimenyan, Pasirjambu, dan Rancabali.
Langkah tersebut mampu meningkatkan daya tarik wisata Kabupaten Bandung. Sepanjang tahun 2025, daerah ini mencatat sekitar 13 juta kunjungan wisatawan. Capaian itu sekaligus memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
Melihat berbagai potensi tersebut, KDS menilai kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten OKI memiliki prospek yang sangat luas. Kedua daerah dapat saling bertukar pengalaman, memperkuat inovasi pemerintahan, membuka peluang investasi, serta meningkatkan kerja sama teknis antarperangkat daerah.
KDS juga berharap kedua pemerintah terus memperbarui kesepakatan kerja sama yang telah berjalan sejak 2023. Dengan demikian, setiap program dapat menyesuaikan kebutuhan dan perkembangan kedua daerah.
“Insya Allah kami juga akan berkunjung ke Pemerintah Kabupaten OKI untuk memperkuat koordinasi dan membahas peluang kerja sama yang lebih luas,” ujar KDS.
