30.3 C
Bandung
Sabtu, Agu 8, 2026
Info Burinyay
Kab. BandungPemerintahan

Bupati Bandung Tinjau Normalisasi Sungai Cikeruh, Perkuat Program Pentahelix untuk Percepatan Pengendalian Banjir

Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau langsung normalisasi Sungai Cikeruh di Desa Tegalluar, Bojongsoang, melalui program pentahelix bersama DPR RI, BBWS Citarum, dan masyarakat untuk mempercepat pengendalian banjir.
Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau pelaksanaan normalisasi Sungai Cikeruh di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, bersama Anggota DPR RI H. Asep Romy Romaya. Program pentahelix ini mengerahkan alat berat untuk mengeruk sedimentasi sebagai langkah percepatan pengendalian banjir di Kabupaten Bandung melalui kolaborasi pemerintah, BBWS Citarum, pelaku usaha, TNI, Polri, dan masyarakat. Foto: Info Burinyay/Diskominfo

Bojongsoang, Info Burinyay – Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau langsung pelaksanaan program pentahelix normalisasi Sungai Cikeruh di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Jumat (7/8/2026). Kegiatan itu menjadi bagian dari percepatan penanganan banjir di Bojongsoang dan sejumlah wilayah lain di Kabupaten Bandung.

Pada kegiatan tersebut, Dadang Supriatna turun ke lokasi bersama Anggota DPR RI H. Asep Romy Romaya. Pemerintah Kabupaten Bandung juga menggandeng BBWS Citarum, DPUTR Kabupaten Bandung, pemerintah desa, TNI, Polri, masyarakat, dan pelaku usaha dalam program kolaborasi tersebut.

Sebanyak tiga alat berat jenis excavator bekerja mengeruk endapan sedimentasi di aliran Sungai Cikeruh. Selain itu, sejumlah truk mengangkut material hasil pengerukan agar kapasitas sungai kembali meningkat.

Dadang Supriatna mengatakan volume sedimentasi di Sungai Cikeruh dan Sungai Citarum mencapai sekitar 10 juta meter kubik. Karena itu, pemerintah terus mempercepat normalisasi sungai melalui kolaborasi lintas sektor.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada BBWS Citarum dan DPUTR Kabupaten Bandung yang terus mengawal program pentahelix. Walau anggaran terbatas, saya berharap BBWS Citarum dapat menambah dukungan agar pengerukan sedimentasi di Sungai Cikeruh lebih cepat selesai,” ujar Dadang Supriatna.

Selanjutnya, ia meminta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat program tersebut. Menurutnya, kebutuhan alat berat dan biaya operasional masih cukup besar.

“Saya juga memohon bantuan kepada Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi. Endapan sedimentasi mencapai sekitar 10 juta meter kubik. Jumlah itu sangat besar. Karena itu, kita memerlukan alat berat, biaya operasional, dan dukungan PSDA. Saat ini program pentahelix sudah berjalan di 12 kecamatan di Kabupaten Bandung,” katanya.

Selain meminta dukungan pemerintah, Dadang Supriatna mengapresiasi Anggota DPR RI H. Asep Romy Romaya yang mengawal langsung pelaksanaan normalisasi di lapangan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa Tegalluar Galih Hendrawan karena aktif mendukung pelaksanaan program tersebut.

“Ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi yang sangat luar biasa dalam program pentahelix,” katanya.

Kemudian, Dadang Supriatna juga mengapresiasi Wakil Ketua DPR RI H. Cucun Ahmad Syamsurijal. Menurutnya, dukungan tersebut berhasil mempercepat normalisasi Sungai Cisungalah di Kecamatan Solokanjeruk.

Ia menjelaskan pengerjaan normalisasi di Desa Panyadap dan Desa Padamukti telah rampung. Pemerintah segera meresmikan hasil pekerjaan itu sebelum melanjutkan program ke lokasi lain.

“Di Solokanjeruk dan Majalaya kita juga akan melakukan pengerukan sedimentasi. Endapan yang semakin dangkal menjadi salah satu penyebab banjir sehingga harus segera kita tangani,” tuturnya.

Dadang Supriatna mengajak seluruh pihak memanfaatkan musim kemarau untuk mempercepat pengerukan sungai. Langkah itu bertujuan mengurangi genangan saat musim hujan kembali tiba.

“Mumpung musim kemarau, kita manfaatkan untuk melakukan pengerukan sungai dan anak-anak Sungai Citarum secara bertahap. Harapannya, saat musim hujan datang, wilayah yang tergenang banjir semakin berkurang,” ujarnya.

Selain melakukan normalisasi sungai, Pemerintah Kabupaten Bandung juga menyiapkan pembangunan dua danau retensi. Lokasi pertama berada di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang. Lokasi kedua berada di Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek.

Program tersebut akan melibatkan Kementerian Pertanian dan Kementerian PUPR. Pemerintah berharap pembangunan itu mampu memperkuat pengendalian banjir sekaligus menjaga ketahanan pangan.

Dadang Supriatna mengatakan BBWS Citarum telah menyelesaikan Detail Engineering Design (DED). Oleh sebab itu, pemerintah siap melanjutkan kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah desa, dan anggota DPR RI.

Bupati Bandung juga mengajak pelaku usaha ikut mendukung program pentahelix. Menurutnya, banjir tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga mengganggu aktivitas dunia usaha.

“Kami berharap para pengusaha di Kabupaten Bandung ikut berpartisipasi. Ketika banjir terjadi, aktivitas industri ikut terganggu. Karyawan terlambat masuk kerja dan produktivitas menurun. Karena itu, penyelesaian banjir menjadi kepentingan bersama,” tegasnya.

Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Bandung bersama BBWS Citarum terus mengawal program normalisasi sungai secara bertahap.

Kepala Desa Tegalluar Galih Hendrawan menyambut baik pelaksanaan program pentahelix tersebut. Ia menilai sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat memberi harapan baru bagi penanganan banjir.

“Ini sangat luar biasa karena mampu menjadi motivasi bagi semua pihak. Pemerintah Kabupaten Bandung, BBWS Citarum, PSDA, dan masyarakat hadir bersama dalam program pentahelix,” katanya.

Galih menjelaskan Desa Tegalluar memiliki empat sungai besar. Keempat sungai itu meliputi Sungai Cikeruh, Sungai Citarum, Sungai Citarik, dan Sungai Cipamokolan.

Menurutnya, Sungai Cikeruh menerima aliran air dari kawasan Ujungberung dan Gedebage di Kota Bandung. Sungai itu juga menerima aliran dari wilayah Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Karena kondisi tersebut, Galih meminta seluruh pihak menjadikan Sungai Cikeruh sebagai prioritas penanganan.

“Dengan kondisi itu, Sungai Cikeruh harus menjadi prioritas agar penanganan banjir di Desa Tegalluar berjalan lebih menyeluruh melalui program pentahelix,” pungkasnya.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.