Sabtu, Agu 8, 2026
Info Burinyay
Kegiatan OrganisasiPeristiwa

MMS Gelar Pasamoan Inohong Sunda di Jakarta, Perkuat Silaturahmi dan Gagasan Sunda

Pasamoan Inohong Sunda MMS di Jakarta, tokoh Sunda perkuat silaturahmi dan gagasan untuk Nusantara
Sejumlah tokoh Sunda mengikuti Pasamoan Inohong Sunda yang digelar Majelis Musyawarah Sunda (MMS) di Jakarta, Sabtu (8/8/2026), dalam rangka Milangkala Kadua MMS. Foto: Info Burinyay/red

Jakarta, Info Burinyay – Majelis Musyawarah Sunda (MMS) membawa forum silaturahmi tokoh Sunda ke Jakarta melalui Pasamoan Inohong Sunda. Forum tersebut berlangsung di Gedung IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Lantai 3, Jalan Salemba Raya Nomor 6, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026).

MMS menggelar kegiatan itu sebagai bagian dari rangkaian Milangkala Kadua atau ulang tahun kedua. Acara mulai berlangsung pukul 08.30 WIB dan mempertemukan tokoh Sunda dari berbagai latar belakang.

Para tokoh yang hadir berasal dari unsur pemerintahan, akademisi, budayawan, profesional, hingga kalangan sosial kemasyarakatan. Mereka bertemu untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan.

Pinisepuh MMS Burhanudin Abdullah mengatakan, forum di Jakarta melanjutkan berbagai aktivitas MMS yang selama ini banyak berlangsung di Bandung dan Jawa Barat.

Menurutnya, MMS terus membangun forum yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat Sunda. Forum tersebut membahas persoalan kebudayaan, sosial, lingkungan, ekonomi, serta kehidupan kebangsaan.

“Dalam papagon MMS sendiri ditegaskan bahwa MMS merupakan forum atau wadah berkumpulnya urang Sunda dan organisasi kesundaan untuk memusyawarahkan berbagai persoalan yang dinilai penting bagi hirup-huripna Sunda sekaligus kejayaan bangsa,” kata Burhanudin.

Karena itu, Pasamoan Inohong Sunda tidak sekadar menjadi agenda peringatan ulang tahun organisasi. MMS juga memanfaatkan forum tersebut untuk memperluas komunikasi antartokoh Sunda yang kini berkiprah di berbagai bidang.

Sejumlah Pinisepuh Pamangku Sunda mengikuti pertemuan tersebut. Mereka antara lain Dr. (H.C.) Ir. Burhanuddin Abdullah, M.A.; Laks. TNI (Purn.) Dr. H.R.M. Ade Supandi, S.E., M.A.P.; Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, DEA.; Komjen Pol. (Purn.) Drs. Taufiequrachman Ruki, S.H.; H. Zainudin, S.H., M.H. atau Bang Oding; Dr. (H.C.) Hj. Halimah Munawir; Dindin S. Maolani, S.H.; Drs. H. Nu’man Abdul Hakim; dan Sri Radya H.R. Ikik Lukman Soemadisoeria.

Kemudian, Dr. Ernawan S. Koesoemaatmadja, M.Psi., MBA.; Prof. Dr. Didin S. Damanhuri, S.E., M.S., DEA.; Prof. Dr. Ir. H. Agus Pakpahan, M.S.; serta Ir. H. Ayi Hambali turut mengikuti kegiatan tersebut.

Sejumlah tokoh nasional juga datang ke forum tersebut. Mereka antara lain Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Wamendagri Akhmad Wiyagus, Komjen Pol. (Purn.) Drs. H. Adang Daradjatun, serta Komjen Pol. (Purn.) Dr. Drs. H. M. Iriawan, S.H., M.M., M.H.

Selain itu, hadir Ir. Mohammad Jumhur Hidayat, M.Si.; Komjen Pol. (Purn.) Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M.; Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU; dan Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si.

Direktur Eksekutif Badan Pekerja MMS Andri Perkasa Kantaprawira mengatakan, MMS memilih Jakarta untuk memperluas jejaring silaturahmi. Menurutnya, banyak tokoh Sunda kini berkiprah di tingkat nasional melalui pemerintahan, akademik, profesional, sosial, budaya, dan bidang kemasyarakatan.

Andri menegaskan bahwa langkah tersebut tidak mengubah orientasi MMS terhadap Tatar Sunda. Sebaliknya, MMS ingin memperluas ruang kontribusi urang Sunda melalui jaringan yang lebih luas.

“Selama ini banyak kegiatan MMS berlangsung di Bandung dan Jawa Barat. Pada Milangkala Kadua ini kami ingin memperluas silaturahmi dengan mendatangi Jakarta, tempat banyak inohong Sunda berkarya dan memberikan kontribusi pada level nasional,” ujar Andri.

Menurut Andri, MMS tetap membawa semangat yang sama dalam setiap kegiatan. Organisasi tersebut ingin menjaga hubungan kekeluargaan, memperkuat identitas Sunda, sekaligus mendorong kontribusi masyarakat Sunda untuk kepentingan yang lebih luas.

“Semangatnya tetap sama, yakni ngarawat duduluran, ngukuhkeun jatidiri Sunda, sarta ngawangun darma Sunda pikeun Nusantara,” katanya.

Sebelum menggelar forum di Jakarta, MMS menjalankan sejumlah agenda di Bandung. Salah satunya berlangsung di Gedung Indonesia Menggugat dengan menghadirkan tokoh pendidikan nasional sekaligus Pinisepuh MMS Yudi Latif.

Dalam forum tersebut, MMS bersama peserta membahas Pancasila, persatuan, dan keadilan. Diskusi itu memperlihatkan perhatian MMS terhadap isu kebangsaan yang melampaui persoalan kesundaan.

Kini, MMS memperluas ruang perjumpaan tersebut ke Jakarta. Kota ini menjadi salah satu pusat aktivitas nasional dan tempat banyak inohong Sunda menjalankan kiprah profesional maupun pengabdian masyarakat.

Dengan demikian, Pasamoan Inohong Sunda membuka peluang bagi MMS untuk mempertemukan lebih banyak gagasan. Forum tersebut juga memperkuat komunikasi antara tokoh Sunda yang bekerja di berbagai sektor.

MMS selanjutnya menyiapkan agenda Silaturahmi Idul Fitri 2027 di Jakarta. Organisasi tersebut memperkirakan kegiatan itu berlangsung pada Maret 2027.

Agenda tersebut akan melanjutkan tradisi silaturahmi yang MMS bangun melalui berbagai forum. Pada saat yang sama, MMS ingin menjaga hubungan antartokoh Sunda sekaligus memperluas kontribusi mereka dalam kehidupan nasional.

Melalui rangkaian kegiatan itu, MMS membawa gagasan kesundaan ke ruang dialog yang lebih luas. Organisasi tersebut tetap menjadikan duduluran dan jatidiri Sunda sebagai pijakan.

Di sisi lain, MMS mendorong urang Sunda untuk terus mengambil peran dalam berbagai persoalan masyarakat. Dengan jaringan yang semakin luas, kontribusi tersebut dapat berkembang dari Tatar Sunda menuju Nusantara.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.