26.1 C
Bandung
Minggu, Agu 23, 2026
Info Burinyay
Kab. BandungKegiatan Organisasi

PASI Kabupaten Bandung Tegaskan Semangat Kemerdekaan dan Penguatan Moral Bangsa

PASI Kabupaten Bandung menggelar lomba dan kegiatan budaya Sunda untuk memeriahkan HUT RI ke-81.
Kegiatan PASI Kabupaten Bandung dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui senam bersama, lomba Pop Sunda, dan lomba kuliner di Gedung Dewi Sartika, Kabupaten Bandung, Sabtu (22/8/2026). Foto:Info Burinyay/Lee

Soreang, Info Burinyay – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung semarak di Kabupaten Bandung. Pasundan Istri (PASI) Kabupaten Bandung menggelar sejumlah lomba untuk memeriahkan momentum kemerdekaan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Dewi Sartika, Kompleks Pemkab Bandung, Sabtu (22/8/2026). PASI mengusung tema “Melangkah Bersama Kobarkan Semangat ’45 untuk Membangun Negeri”.

Ketua PASI Kabupaten Bandung, Hj. Rida Restuti Suryana, S.Pd., M.M.Pd., mengatakan kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan bagi anggota PASI.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Tanah Air. Selain itu, acara memperkuat silaturahmi antaranggota PASI dari berbagai kecamatan.

“Kegiatan hari ini dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan. Kami awali dengan senam bersama dari tiap kecamatan. Alhamdulillah, kemudian dilanjutkan dengan lomba nasi uduk dan lomba lagu Pop Sunda,” kata Rida.

Rida menyebut lomba lagu Pop Sunda mendapat perhatian cukup besar. Sebanyak 48 peserta mengikuti lomba tersebut. Peserta berasal dari kalangan umum.

“Lagu Pop Sunda itu diikuti oleh 48 peserta. Pesertanya umum. Tujuannya untuk lebih memperkenalkan lagi Pasundan Istri kepada warga Kabupaten Bandung dan ke daerah-daerah lain,” ujarnya.

Selain lomba Pop Sunda, PASI juga menggelar lomba tumpeng dan nasi uduk. Para peserta berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung.

Kegiatan itu juga mendapat dukungan dari sejumlah organisasi. Perwakilan Paguyuban Pasundan turut hadir. Begitu pula Pasundan Istri Pusat dan Pasundan Istri Jawa Barat.

Perwakilan Gabungan Organisasi Wanita atau GOW juga hadir dalam kegiatan tersebut.

“Tamu undangan hadir dari Paguyuban Pasundan. Ada juga dari Pasundan Istri Pusat dan Pasundan Istri Jawa Barat. Dari GOW juga hadir, alhamdulillah,” kata Rida.

Rida berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat soliditas organisasi. Ia ingin seluruh pengurus PASI Kabupaten Bandung semakin kompak.

“Harapannya ke depan semoga para pengurus Pasundan Istri Kabupaten Bandung lebih solid lagi. Lebih erat dan lebih kompak lagi,” ujarnya.

Rida juga menyampaikan apresiasi kepada para pengurus dan donatur. Mereka ikut mendukung penyediaan hadiah dalam kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, saat ini semua hadiah juga dari para pengurus. Ada juga dari para donatur warga Kabupaten Bandung yang peduli kepada Pasundan Istri Kabupaten Bandung,” katanya.

Ketua Umum PASI Pusat, Dr. Dra. Hj. Eni Sumarni, ST., M.Kes., memberikan apresiasi kepada PASI Kabupaten Bandung.

Menurut Eni, PASI Kabupaten Bandung tetap menunjukkan semangat dalam memperingati kemerdekaan. Ia menilai kegiatan tersebut penting untuk menjaga kebersamaan organisasi.

“Saya selaku Ketua Pasundan Istri Pusat apresiasi terhadap Pasundan Istri Kabupaten Bandung. Dengan segala daya dan upayanya, tetap memeriahkan Hari Kemerdekaan RI yang ke-81,” ujar Eni.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pengurus PASI Kabupaten Bandung. Menurutnya, pengurus telah mencurahkan tenaga, pikiran, dan sumber daya untuk organisasi.

“Semoga segala yang sudah dikeluarkan tenaga, harta, dan pikirannya untuk Pasundan Istri Kabupaten Bandung dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” katanya.

Namun, Eni juga mengajak PASI melakukan refleksi terhadap kondisi bangsa. Ia menyoroti pentingnya menjaga moral dan kejujuran dalam kehidupan berbangsa.

Menurut Eni, PASI memiliki landasan nilai yang kuat melalui budaya Sunda. Nilai tersebut menjadi pedoman bagi perempuan Pasundan dalam menjalankan perannya.

“Pasundan Istri didirikan oleh aktivis perempuan, Ibu Emma Puradiredja. Beliau ingin mewujudkan wanita Indonesia yang selalu berada dalam koridor Temahwadi,” ujar Eni.

Ia kemudian mengingatkan kembali filosofi yang menjadi pegangan PASI.

“Pageuh ajeg panceg dina galur, tetep pageuh dina nu puguh, sangkan lampah bisa lempeng,” katanya.

Menurut Eni, filosofi tersebut mengandung pesan agar perempuan Pasundan tetap berpegang pada nilai dan aturan. Ia juga menyebut visi PASI yang mencakup berbagai karakter positif.

“Visi Pasundan Istri yaitu cageur, bageur, bener, pinter, singer, jujur, junun, akur, teneung, dan ludeung,” ujar Eni.

Eni menilai kondisi bangsa saat ini membutuhkan perhatian serius. Ia menyoroti persoalan kejujuran dan praktik korupsi yang menurutnya masih terjadi.

“Di usia negara yang ke-81, kejujuran sudah mulai luntur. Para pemangku kebijakan yang diberi kesempatan mengatur dan mengelola negeri ini kebanyakan melakukan korupsi hampir di semua lini,” katanya.

Karena itu, PASI ingin ikut memperkuat kembali moral masyarakat. Eni menilai nilai budaya Sunda dapat menjadi salah satu pijakan.

“Pasundan Istri merasa prihatin. Untuk itu, di kemerdekaan RI yang ke-81 ini, Pasundan Istri bertekad menggalang kembali dan membangun kembali moral bangsa dengan Temahwadi yang ada dalam budaya Sunda,” ujarnya.

Paguyuban Pasundan Dorong Perempuan Terus Berkarya

Sementara itu, Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan Paguyuban Pasundan, Dr. Ama Lusiana, turut memberikan apresiasi.

Ama hadir mewakili Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Didi Turmudzi. Ia menyebut PASI memiliki hubungan erat dengan Paguyuban Pasundan.

“PASI ini sebetulnya saudara kandung dari Paguyuban Pasundan. Kami bersama-sama tumbuh dan berkembang,” kata Ama.

Menurutnya, kedua organisasi memiliki semangat yang sama dalam membangun masyarakat Jawa Barat. Perempuan juga memiliki peran penting dalam menghadapi perubahan zaman.

“Kami bersama-sama membawa masyarakat Jawa Barat agar bisa mandiri, bisa sehat, dan bisa produktif. Kami juga bersiap menghadapi segala macam perubahan zaman saat ini,” ujarnya.

Ama kemudian menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar PASI. Ia mengapresiasi perempuan yang terus berkarya melalui organisasi.

“Kami turut bangga dan menyampaikan selamat kepada seluruh keluarga besar PASI. Mereka terus berupaya tumbuh dan berkembang,” kata Ama.

Menurutnya, perempuan harus mampu menjadi pribadi yang produktif. Mereka juga harus bisa berkarya di berbagai bidang.

“Menjadikan para wanoja ini menjadi wanita-wanita yang luar biasa. Mereka bisa berkarya di mana pun berada,” ujarnya.

PASI Cileunyi Ikut Semarakkan Kemerdekaan

Kemeriahan kegiatan juga terasa dari perwakilan PASI Kecamatan Cileunyi. Salah satunya datang dari bidang kesehatan.

Leni Kusmeilani mengatakan bidang kesehatan ikut menggelar kegiatan untuk memeriahkan HUT RI ke-81. Kegiatan tersebut mencakup penimbangan badan dan senam tera.

“Untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 tahun, dari bidang kesehatan mengadakan penimbangan badan. Selain itu, ada senam tera untuk semua umur,” kata Leni.

PASI Kecamatan Cileunyi juga mengikuti lomba tumpeng. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan.

“Saya dari Cabang Cileunyi mengadakan lomba tumpeng juga. Semoga semuanya, anggota PASI, bisa menjalankan visi dan misi,” ujarnya.

Leni berharap nilai-nilai PASI dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia kembali menyampaikan visi yang menjadi pegangan organisasi.

“Visinya yaitu cageur, bageur, bener, pinter, singer, jujur, junun, akur, teneung, ludeung. Semoga semua anggota bisa menjalankan visi dari Pasundan Istri ini,” kata Leni.

Sementara itu, peserta lomba asal PASI Kecamatan Cileunyi, Bunda Yeti, ikut tampil dalam lomba lagu Pop Sunda.

Yeti bersama kelompoknya memilih lagu “Baluweng” untuk ditampilkan dalam kegiatan tersebut.

“Hari ini akan ikut memeriahkan HUT RI yang ke-81. Kami akan menampilkan lagu Baluweng. Mudah-mudahan bisa mewakili rekan-rekan semuanya,” ujar Yeti.

Rangkaian kegiatan PASI Kabupaten Bandung tidak hanya menghadirkan perlombaan. Kegiatan tersebut juga mempertemukan anggota dari berbagai kecamatan.

Selain itu, seni dan budaya Sunda mendapat ruang melalui lomba lagu Pop Sunda. Semangat kebersamaan juga terlihat melalui senam dan lomba kuliner.

PASI Kabupaten Bandung menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai ruang untuk memperkuat organisasi. Pada saat yang sama, PASI mendorong anggotanya menjaga nilai budaya dan karakter positif.

Melalui tema “Melangkah Bersama Kobarkan Semangat ’45 untuk Membangun Negeri”, PASI berharap semangat kemerdekaan terus tumbuh. Semangat tersebut juga diharapkan hadir dalam kehidupan sosial masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PASI Kabupaten Bandung memperkuat kebersamaan. Organisasi juga terus mendorong perempuan agar aktif berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.