Rabu, Agu 19, 2026
Info Burinyay
EventPeristiwa

PaPIKI dan blu by BCA Digital Dorong Pelaku Usaha Kopi Naik Kelas di Brecaf Expo 2026

Andru Kopi Romantis, Cuncun Tjandra dan Marchellino Alexander Leimena dalam talkshow PaPIKI bersama blu by BCA Digital di Brecaf Expo 2026 Bandung
Andru dari Kopi Romantis, moderator Cuncun Tjandra, dan Marchellino Alexander Leimena dari blu by BCA Digital usai talkshow “Dari Kopi ke Bisnis: Naik Kelas dengan Ekosistem Digital” pada hari terakhir Brecaf Expo 2026 di Bandung Convention Centre, Minggu, 16 Agustus 2026. (Foto:Info Burinyay/dj)

Bandung, Info Burinyay — Perkumpulan Profesional dan Inovator Kopi Indonesia (PaPIKI) bersama blu by BCA Digital mendorong pelaku usaha kopi memperkuat pengelolaan bisnis melalui pemanfaatan teknologi digital. Pesan tersebut mengemuka dalam talkshow bertajuk “Dari Kopi ke Bisnis: Naik Kelas dengan Ekosistem Digital” pada hari terakhir Brecaf Expo 2026.

Talkshow berlangsung di Bandung Convention Centre, Jalan Soekarno-Hatta No. 354, Kota Bandung, Minggu, 16 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda pada hari ketiga sekaligus hari terakhir penyelenggaraan Brecaf Expo 2026.

Dalam forum tersebut, PaPIKI menghadirkan perwakilan dari Kopi Romantis yang merupakan member PaPIKI serta Marchellino Alexander Leimena dari blu by BCA Digital. Sementara itu, jalannya diskusi dipandu moderator senior Cuncun Tjandra.

Talkshow mengangkat isu yang semakin relevan bagi pelaku usaha kopi. Bisnis kopi tidak hanya membutuhkan produk dengan cita rasa yang baik. Lebih dari itu, pemilik usaha juga perlu membangun sistem pengelolaan bisnis yang profesional, terarah, dan mampu bertumbuh.

Karena itu, PaPIKI bersama blu by BCA Digital memperkenalkan pentingnya solusi digital dalam mendukung aktivitas bisnis. Digitalisasi dapat membantu pelaku usaha mengelola transaksi, mengatur keuangan, serta membangun pemisahan yang lebih jelas antara kebutuhan pribadi dan kebutuhan bisnis.

Marchellino Alexander Leimena dari blu by BCA Digital mengatakan kehadiran blu di Brecaf Expo 2026 menjadi bagian dari upaya memperkenalkan solusi perbankan digital kepada pelaku usaha.

“Brecaf 2026, blu by BCA Digital hadir menjadi solusi perbankan finansial, tentunya buat mendigitalisasi semua transaksi di kafe, resto, atau usaha UMKM Bapak Ibu semua,” ujar Marchellino.

Selanjutnya, Marchellino mengajak pelaku usaha mencari solusi pengelolaan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis masing-masing. Menurutnya, pengelolaan anggaran juga menjadi bagian penting dalam membangun usaha yang sehat.

“So, cari solusi terbaik untuk finansial Anda di booth blu by BCA Digital. Tentunya pas budgeting, semuanya aman bersama blu by BCA Digital. Pesannya adalah kelola keuangan buat jadi kaya dan sejahtera,” katanya.

Di sisi lain, Andru dari Kopi Romantis sekaligus member PaPIKI menilai Brecaf Expo menjadi ruang penting untuk mempertemukan komunitas dan pelaku industri food and beverage di Bandung.

“Brecaf 2026 sangat menarik ya untuk mengumpulkan komunitas F&B di Bandung. Saya berharap teman-teman yang sedang berkunjung ke Brecaf juga bisa mampir ke booth Kopi Romantis di sini. Semoga sukses buat semuanya, terima kasih,” ujar Andru.

Selain memperkenalkan produk, Andru juga mengajak pemula yang ingin membangun bisnis coffee shop untuk bergabung dengan komunitas PaPIKI. Menurutnya, komunitas tersebut dapat menjadi ruang bagi calon pelaku usaha untuk memperoleh pengetahuan mengenai bisnis kopi.

“Buat pemula bisnis coffee shop boleh juga gabung sama komunitas PaPIKI. Booth-nya juga ada di Brecaf. Di situ akan dijelaskan bagaimana mencari biji kopi dan cara bisnis di kopi itu seperti apa. Nanti dibantu semua di situ,” katanya.

Sementara itu, moderator senior Cuncun Tjandra menilai kehadiran PaPIKI dalam rangkaian Brecaf Expo 2026 memberikan ruang bagi pelaku industri kopi untuk berbagi pengalaman dan gagasan.

“Luar biasa sekali PaPIKI dapat kesempatan untuk berbicara di atas panggung, bercerita tentang banyak hal untuk kemajuan kita bersama. Kota Bandung maju terus, dunia food and beverage,” ujar Cuncun.

Tidak hanya itu, Cuncun juga menyampaikan ajakan kepada pelaku usaha kopi lainnya untuk bergabung dengan PaPIKI. Ia menilai kolaborasi antar pelaku usaha dapat memperkuat perkembangan industri kopi Indonesia.

“Bergabunglah di PaPIKI karena kami punya misi dan visi untuk sama-sama memajukan kopi Indonesia. Apa pun juga pergerakannya, selama semua pelaku usaha kopi Indonesia, silakan bergabung di PaPIKI,” katanya.

Melalui talkshow tersebut, PaPIKI dan blu by BCA Digital menempatkan digitalisasi sebagai salah satu bagian dari penguatan ekosistem bisnis kopi. Di satu sisi, pelaku usaha perlu menjaga kualitas produk. Di sisi lain, mereka juga perlu mengelola transaksi dan keuangan secara lebih terukur.

Selain itu, pelaku usaha pemula membutuhkan akses terhadap pengetahuan, komunitas, serta jaringan industri. Kehadiran PaPIKI dalam Brecaf Expo 2026 membuka ruang tersebut melalui interaksi langsung dengan pengunjung dan pelaku bisnis.

Sementara itu, kehadiran blu by BCA Digital memperkuat pembahasan dari sisi pengelolaan finansial. Pelaku usaha dapat melihat digitalisasi bukan sekadar alat pembayaran. Lebih jauh, teknologi dapat mendukung kebiasaan pengelolaan bisnis yang lebih tertib.

Pesan “Dari Kopi ke Bisnis: Naik Kelas dengan Ekosistem Digital” menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis kopi membutuhkan lebih dari sekadar produk yang menarik. Pelaku usaha juga membutuhkan pengelolaan keuangan, pemanfaatan teknologi, komunitas, dan jejaring bisnis yang kuat.

Brecaf Expo 2026 kemudian menjadi ruang pertemuan berbagai unsur dalam ekosistem food and beverage. Pada hari terakhir penyelenggaraan, talkshow PaPIKI bersama blu by BCA Digital memperluas pembahasan dari kopi sebagai produk menuju kopi sebagai bisnis yang perlu dikelola secara profesional.

Melalui kolaborasi tersebut, pelaku usaha kopi di Bandung dan daerah lainnya mendapat dorongan untuk terus berinovasi. Selanjutnya, komunitas seperti PaPIKI dapat menjadi ruang bertukar pengetahuan dan membangun jejaring. Pada saat yang sama, solusi digital dapat membantu pelaku usaha mengembangkan sistem transaksi dan pengelolaan finansial.

Penguatan industri kopi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pelaku usaha, komunitas, penyedia teknologi, dan konsumen memiliki peran masing-masing. Karena itu, semangat yang muncul dalam talkshow tersebut tidak hanya berbicara tentang bagaimana menjual kopi, tetapi juga bagaimana membangun bisnis kopi yang lebih profesional, terarah, dan berkelanjutan.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.