Sabtu, Apr 18, 2026
Info Burinyay
Kab. BandungKegiatan Pemerintahan

Dadang Komara Beberkan 1.200 Lowongan Kerja dan Strategi Turunkan Pengangguran di Bandung Bedas Expo

Dadang Komara saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan job fair di Bandung Bedas Expo 2026.
Kepala Disnaker Kabupaten Bandung, Dadang Komara, menyampaikan informasi strategi penyerapan tenaga kerja dan penyediaan hingga 1.200 lowongan kerja dalam ajang Bandung Bedas Expo 2026. -Foto:infoburinyay/lee

Soreang, Info Burinyay – Pemerintah Kabupaten Bandung menggelar Bandung Bedas Expo 2026 untuk memeriahkan Hari Jadi ke-385 yang jatuh pada 20 April 2026. Melalui kegiatan ini, pemerintah menghadirkan event terpadu yang menggabungkan promosi ekonomi lokal, pelayanan publik, serta ruang interaksi masyarakat dalam satu kawasan.

Dalam rangkaian tersebut, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung menghadirkan job fair sebagai program utama. Kepala Disnaker Kabupaten Bandung, H. Dadang Komara, ST., M.T., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja.

“Melalui job fair ini, kami mempertemukan pemberi kerja dengan pencari kerja. Saat ini tersedia antara 700 hingga 1.200 lowongan kerja,” ujar Dadang.

Selain itu, Dadang menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan sistem digital dalam proses pendaftaran. Para pencari kerja cukup memindai barcode atau QR code untuk mengakses informasi lowongan. Setelah itu, mereka langsung mengisi data secara mandiri dari rumah.

“Proses ini kami rancang agar lebih cepat dan efisien. Setelah scan QR code, pencari kerja bisa langsung menginput data. Lowongan biasanya kami buka selama 10 hingga 15 hari,” jelasnya.

Di sisi lain, jumlah pengunjung terus meningkat sejak pagi hari. Dadang menyebutkan bahwa hingga siang, jumlah pengunjung sudah melampaui 150 orang dan terus bertambah.

“Pengunjung datang, melakukan scan, lalu melanjutkan proses di rumah. Data kunjungan terus bergerak sepanjang hari,” katanya.

Namun demikian, Dadang juga menyoroti tantangan ketenagakerjaan di Kabupaten Bandung. Ia menilai adanya kesenjangan antara lulusan pendidikan, khususnya SMA dan SMK, dengan kebutuhan dunia kerja.

“Berdasarkan data Sakernas BPS 2025, tingkat pengangguran terbuka berada di angka 6,68 persen. Jumlah pengangguran mencapai sekitar 128 ribu orang,” paparnya.

Oleh karena itu, Disnaker Kabupaten Bandung mendorong lulusan baru untuk mengikuti program pemagangan. Program ini memberikan pengalaman kerja yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan.

“Kami mendorong fresh graduate untuk ikut pemagangan. Dengan pengalaman kerja, mereka memiliki peluang lebih besar untuk diterima,” tegas Dadang.

Selanjutnya, rangkaian expo juga menghadirkan talkshow ketenagakerjaan. Melalui forum ini, Disnaker menyampaikan kondisi ketenagakerjaan, peluang kerja, serta program pelatihan yang tersedia bagi masyarakat.

“Melalui talkshow, kami memberikan informasi lengkap terkait peluang kerja dan program pelatihan. Kami ingin masyarakat memahami kondisi yang ada sekaligus memanfaatkan peluang,” tambahnya.

Lebih jauh, Dadang menekankan bahwa program pelatihan tidak hanya meningkatkan kompetensi. Program tersebut juga membuka akses kerja bagi para peserta setelah menyelesaikan pelatihan.

Dengan demikian, Bandung Bedas Expo 2026 tidak hanya menjadi ajang perayaan. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas tenaga kerja di Kabupaten Bandung.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.