28.5 C
Bandung
Sabtu, Sep 19, 2026
Info Burinyay
Kegiatan OrganisasiPeristiwa

ABPEDNAS Gandeng PT Sucofindo dan Kejaksaan Bangun Sumur Bor Air Bersih di Desa Ciluncat

Firman Lesmana Ketua ABPEDNAS Kabupaten Bandung saat menyampaikan paparan sumur bor air bersih
Ketua DPC ABPEDNAS Kabupaten Bandung Firman Lesmana, S.IP., saat menyampaikan paparan pada peresmian sumur bor air bersih di Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang. Foto:Info Burinyay/Lee

Cangkuang, Info Burinyay – Kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat kembali hadir melalui kolaborasi lintas sektor. ABPEDNAS Kabupaten Bandung bersama Kejaksaan RI dan PT Sucofindo (Persero) meresmikan pembangunan sumur bor air bersih di kawasan Parahyangan Kencana, Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Kamis (17/9/2026).

Peresmian sumur bor tersebut berlangsung dalam rangkaian peringatan HUT ke-70 PT Sucofindo (Persero). Kegiatan mengusung tema “Mengabdi, Jaga Air Bersih untuk Negeri”. Selain itu, kegiatan membawa semangat “Air Bersih untuk Semua, Lingkungan Lebih Sehat, Bersama Membangun Kolaborasi untuk Masa Depan.”

Program tersebut hadir pada momentum musim kemarau. Kondisi itu membuat kebutuhan air bersih semakin penting bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung.

Ketua DPC ABPEDNAS Kabupaten Bandung, Firman Lesmana, S.IP., mengatakan pembangunan sarana air bersih menjadi salah satu bentuk kehadiran organisasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, persoalan air bersih membutuhkan perhatian dan kerja bersama berbagai pihak.

“Hari ini ABPEDNAS Kabupaten Bandung berkolaborasi bersama Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung dan PT Sucofindo membangun sarana air bersih di wilayah Kabupaten Bandung, tepatnya di Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang,” kata Firman.

Ia berharap keberadaan sumur bor tersebut memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar. Karena itu, Firman menilai kolaborasi antara ABPEDNAS, pemerintah, BUMN, aparat penegak hukum, dan masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan desa.

“Semoga dengan dibangunnya sarana air bersih karya ABPEDNAS Kabupaten Bandung bersama Sucofindo dan Kejaksaan ini bisa memberikan nilai manfaat untuk warga sekitar,” ujarnya.

Firman juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran berbagai unsur dalam kegiatan peresmian. Sejumlah pihak yang hadir antara lain Pemerintah Kabupaten Bandung, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bandung, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, Badan Kesbangpol Kabupaten Bandung, Kecamatan Cangkuang, pemerintah desa, Apdesi, BPD, serta tokoh masyarakat Desa Ciluncat.

Selain itu, Firman menyoroti kondisi musim kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan air. Menurutnya, penurunan debit air di sejumlah wilayah mendorong perlunya langkah nyata untuk menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar tersebut.

“Musim kemarau tentu membuat debit air berkurang dan di beberapa wilayah sudah ada kekeringan. Maka kami ABPEDNAS Kabupaten Bandung hadir untuk masyarakat Kabupaten Bandung dengan menggandeng PT Sucofindo untuk membangun sarana air bersih,” tuturnya.

Di sisi lain, pembangunan sumur bor tersebut juga memiliki makna khusus bagi ABPEDNAS Kabupaten Bandung. Firman menyebut tahun 2026 menjadi momentum berakhirnya masa bakti anggota BPD di Kabupaten Bandung.

Karena itu, ABPEDNAS menjadikan pembangunan sarana air bersih sebagai salah satu bentuk kontribusi bagi masyarakat sekaligus kado bagi para anggota BPD yang memasuki masa purna tugas.

“Tahun 2026 di Kabupaten Bandung, anggota BPD se-Kabupaten Bandung habis masa baktinya. Tentu ini menjadi kado terbaik kami ABPEDNAS Kabupaten Bandung untuk para purna BPD se-Kabupaten Bandung,” kata Firman.

Menurutnya, berakhirnya masa tugas sebagai anggota BPD tidak berarti berakhir pula kontribusi terhadap pembangunan desa. Ia berharap para purna BPD tetap ikut mengambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan masyarakat.

“Walaupun sahabat-sahabat kami anggota BPD yang hari ini tidak lagi menjadi anggota BPD, tetapi kita tetap bersama-sama membangun desa untuk Indonesia yang lebih maju,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Sucofindo, Dewi Mindasari, mengatakan peringatan HUT ke-70 Sucofindo tidak hanya berfokus pada kegiatan internal perusahaan. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk memperluas kontribusi sosial kepada masyarakat.

“Di ulang tahun ke-70, Sucofindo tidak hanya fokus pada perayaan internal, tetapi kami memfokuskan untuk berbagi. Sumur bor ini merupakan salah satu inisiatif untuk berbagi,” ujar Dewi.

Ia menjelaskan, Sucofindo menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui jaringan cabang di sejumlah daerah. Program tersebut mencakup pembangunan sumur bor hingga renovasi sekolah.

“Di Sucofindo sendiri kita punya 29 cabang, jadi minimal ada 29 titik. Di beberapa cabang ada yang membangun dua atau tiga. Untuk Bandung sendiri kita ada bangun dua sumur bor, satu di sini dan satu di daerah Garut,” katanya.

Menurut Dewi, pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi salah satu bentuk kontribusi yang dapat masyarakat rasakan secara langsung. Karena itu, ia berharap fasilitas tersebut dapat digunakan dan dijaga secara berkelanjutan.

“Karena air merupakan kebutuhan dasar, sangat diharapkan di tengah kekeringan ini Sucofindo bisa hadir langsung ke masyarakat. Ini wujud nyata bahwa kami tidak hanya bekerja, tetapi juga memberikan manfaat nyata dalam bentuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” ucapnya.

Dewi juga berharap masyarakat Desa Ciluncat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal. Ia menekankan pentingnya menjaga sarana agar manfaatnya dapat berlangsung dalam jangka panjang.

“Semoga air yang kami sampaikan bisa memberi manfaat, bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, bisa dijaga, dan bisa membantu generasi-generasi muda serta menjadi amal ibadah,” tuturnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Camat Cangkuang, Rudy Hartono, S.STP., M.Si. Ia mengapresiasi inisiatif ABPEDNAS Kabupaten Bandung, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, dan PT Sucofindo dalam menghadirkan sarana air bersih.

“Atas nama seluruh warga masyarakat Kecamatan Cangkuang, khususnya Desa Ciluncat, saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi diresmikannya sumur bor atas inisiasi ABPEDNAS Kabupaten Bandung, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, dan PT Sucofindo,” kata Rudy.

Rudy menjelaskan, sejumlah desa di wilayah Kecamatan Cangkuang menghadapi keterbatasan air, terutama ketika memasuki musim kemarau. Pemerintah kecamatan tetap melakukan penanganan terhadap kondisi tersebut.

“Sampai dengan saat ini baru tiga desa yang kebetulan ada kekurangan air, tetapi masih bisa kita tangani. Alhamdulillah, dengan ditempatkannya sumur bor ini, barangkali bisa membantu terhadap dua desa yaitu Bandasari dan Ciluncat,” ujarnya.

Dari sisi masyarakat, Ketua RT 3 Parken, Agus Rukman, menyambut positif keberadaan fasilitas tersebut. Ia mengatakan warga mengalami kendala pasokan air, salah satunya ketika layanan PDAM tidak mengalir.

“Alhamdulillah bisa membantu warga yang kekurangan air. Kekurangan air karena PDAM kan sering mati,” ujar Agus.

Menurut Agus, keberadaan sumur bor dapat membantu memenuhi kebutuhan air warga di lingkungan sekitar, khususnya beberapa RT yang mengalami keterbatasan pasokan.

“Ya alhamdulillah bisa membantu semua warga yang kekurangan air itu. Paling satu dua RT,” katanya.

Agus juga menyampaikan terima kasih kepada ABPEDNAS dan PT Sucofindo atas pembangunan fasilitas tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada ABPEDNAS sama PT Sucofindo yang telah membantu air jernih sumur bor,” ujarnya.

Kolaborasi Berlanjut

Peresmian sumur bor di Desa Ciluncat menunjukkan kolaborasi berbagai unsur dalam menghadirkan fasilitas yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. ABPEDNAS Kabupaten Bandung, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, PT Sucofindo, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, BPD, serta masyarakat mengambil peran dalam kegiatan tersebut.

Selain peresmian sarana air bersih, kegiatan juga berlangsung meriah dengan hiburan dari Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ). Penampilan Iwan Palsu yang membawakan lagu-lagu Iwan Fals turut mengisi rangkaian acara.

Keberadaan sumur bor tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat menghadapi keterbatasan air selama musim kemarau. Pada saat yang sama, fasilitas itu membutuhkan pemanfaatan dan pemeliharaan bersama agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, pembangunan desa tidak hanya berlangsung melalui program pemerintahan. Masyarakat, organisasi BPD, BUMN, aparat penegak hukum, dan berbagai pemangku kepentingan juga dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Program sumur bor di Desa Ciluncat pun menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses air bersih yang lebih dekat bagi masyarakat. Selanjutnya, keberlanjutan manfaat fasilitas tersebut akan sangat bergantung pada pengelolaan dan kepedulian bersama.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.