Pasirjambu, Info Burinyay – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Bandung memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 dengan menggelar aksi penanaman 500 pohon endemik Jawa Barat di Bumi Perkemahan Rancacangkuang, Kampung Gambung, Desa Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Melalui kegiatan ini, PNM memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan sekaligus mendukung upaya konservasi kawasan hulu Bandung Selatan.
PNM menggandeng Yayasan Panata Giri Raharja yang dipimpin Eyang Memet untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Kolaborasi ini telah berjalan selama tiga tahun dan terus menghasilkan berbagai program penghijauan serta konservasi lingkungan.
Wakil Kepala Cabang PNM Bandung, Ramadhan Firmansyah, mengatakan bahwa perusahaan menjadikan penanaman pohon sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial terhadap lingkungan.
“Hari ini kami bersama-sama melaksanakan penanaman bibit pohon di Desa Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu. Pada peringatan HUT ke-27, PNM berkomitmen menanam 29 ribu bibit pohon di berbagai daerah dan salah satunya berada di kawasan bumi perkemahan ini,” kata Ramadhan.
Selain itu, Ramadhan menjelaskan bahwa PNM telah menanam lebih dari 6.000 bibit pohon di kawasan tersebut selama tiga tahun terakhir. Karena itu, pihaknya berharap seluruh tanaman dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat jangka panjang.
“Kami peduli kepada nasabah dan kami juga peduli terhadap lingkungan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen kami. Kami mengajak seluruh karyawan dan karyawati PNM untuk terus menjaga lingkungan serta melestarikan alam di sekitar mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Panata Giri Raharja, Eyang Memet, menegaskan bahwa pihaknya menjalankan program penghijauan secara berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan yang berlangsung tahun ini merupakan lanjutan dari program konservasi yang telah berjalan selama tiga tahun.
“Kami terus melaksanakan kegiatan penghijauan di kawasan ini. Karena itu, masyarakat dapat melihat berbagai jenis tanaman dengan ukuran yang berbeda-beda, mulai dari satu meter hingga dua meter. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kami terus menjaga keberlanjutan program ini,” katanya.
Lebih lanjut, Eyang Memet menjelaskan alasan pelaksanaan penanaman menjelang musim kemarau. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki sumber mata air yang melimpah sehingga tim konservasi dapat menjaga kebutuhan air bagi tanaman.
“Banyak orang mempertanyakan waktu penanaman yang mendekati musim kemarau. Namun kami memiliki sumber mata air yang cukup dan kami telah menyiapkan sistem pemeliharaan yang memadai. Karena itu, tanaman tetap memiliki peluang tumbuh dengan baik,” jelasnya.
Selain fokus pada penghijauan, Yayasan Panata Giri Raharja juga memprioritaskan perlindungan sumber mata air dan kawasan sempadan sungai di wilayah Ciwidey, Pasirjambu, serta Rancabali sepanjang tahun 2026.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menanam 26 jenis tanaman endemik yang menjadi ikon Bandung Selatan. Melalui langkah itu, yayasan ingin menjaga keanekaragaman hayati sekaligus memperkenalkan kekayaan flora lokal kepada masyarakat.
“Kami ingin generasi muda mengenal dan menjaga tanaman endemik yang tumbuh di wilayah ini. Dengan cara itu, masyarakat tidak melupakan kekayaan alam yang dimiliki Bandung Selatan,” ujar Eyang Memet.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan penghijauan tidak hanya bergantung pada jumlah pohon yang ditanam. Sebaliknya, keberhasilan program sangat bergantung pada proses perawatan yang dilakukan setelah penanaman.
“Menanam hanya menyumbang sekitar 30 persen dari keseluruhan proses. Sisanya bergantung pada pemeliharaan. Karena itu, kita harus merawat, memupuk, dan mengganti tanaman yang tidak berkembang. Mari kita sempurnakan kegiatan menanam dengan komitmen merawatnya,” tegasnya.
Di sisi lain, perwakilan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah V Provinsi Jawa Barat, Sonson Garnida, memberikan apresiasi terhadap kontribusi PNM dalam mendukung pelestarian lingkungan.
“Kami mengapresiasi langkah PNM yang hari ini menanam 500 pohon endemik. Kegiatan ini memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus mendukung upaya konservasi di kawasan Gambung dan sekitarnya,” katanya.
Apresiasi serupa datang dari Agus Rahmat Hidayat atau Nonos, Mitra Badega Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan kepedulian nyata berbagai pihak terhadap lingkungan hidup.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Pada momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, gerakan penanaman pohon menjadi simbol kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan yang berkelanjutan,” ujarnya.
