Minggu, Apr 19, 2026
Info Burinyay
Kegiatan Organisasi

PWI Kabupaten Bandung dan Diskominfo Perkuat Konsolidasi Relasi Media

Anggota PWI Kabupaten Bandung mengikuti tatap muka dan konsolidasi bersama Diskominfo Kabupaten Bandung di Katapang, Rabu (14/1/2026).
Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung menghadiri tatap muka dan konsolidasi bersama Diskominfo Kabupaten Bandung yang diwakili Kepala Bidang Persandian di Cafe Kampung Buhun, Kecamatan Katapang, Rabu (14/1/2026). - Foto:InfoBurinyay/Denjaya

Katapang, Info Burinyay – Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung menggelar tatap muka dan konsolidasi bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut berlangsung di Cafe Kampung Buhun, Jalan Katapang Andir, Desa Sangkang Hurip, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Rabu (14/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, para anggota PWI yang berdomisili di Kabupaten Bandung hadir untuk memperkuat komunikasi dan membangun kesepahaman bersama pemerintah daerah. Melalui forum ini, insan pers dan Diskominfo membahas dinamika relasi media secara terbuka.

Selain itu, Diskominfo Kabupaten Bandung menghadiri pertemuan melalui Kepala Bidang Persandian sebagai perwakilan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bandung. Kehadiran tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dialog dengan insan pers.

Anggota PWI Jawa Barat, H. Asep Syahrial atau Awing, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Diskominfo. Ia menilai dialog langsung menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi pembangunan daerah.

“Kami sebagai insan jurnalis merespons positif kehadiran Diskominfo. Pertemuan ini menyatukan komitmen rekan-rekan untuk mendukung Kabupaten Bandung yang lebih Bedas,” ujar Awing.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bandung, H. Teguh Purwayadi, S.STP., M.Si., melalui Kepala Bidang Persandian Sandi Apriatna, S.TP., menegaskan pentingnya komunikasi yang terbuka dan profesional.

Menurut Sandi, Diskominfo memandang kritik konstruktif sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja institusi. Oleh karena itu, Diskominfo terus membuka ruang dialog dengan seluruh media.

“Diskominfo membuka ruang dialog secara luas. Kami menjadikan setiap masukan sebagai bahan evaluasi relasi media,” kata Sandi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa persepsi diskriminasi dalam kemitraan media muncul seiring dengan keterbatasan fiskal daerah. Kondisi tersebut, menurutnya, memengaruhi skema anggaran publikasi.

Selain itu, sebagian pihak menilai Diskominfo lebih memprioritaskan media arus utama. Namun, ia menegaskan bahwa Diskominfo menjaga konsistensi proporsi anggaran dari tahun ke tahun.

“Kami memahami pandangan tersebut. Namun, data anggaran menunjukkan pola kemitraan yang relatif konsisten,” ujarnya.

Pada tahun anggaran 2025, Diskominfo Kabupaten Bandung mencatat penurunan signifikan dana kemitraan media. Penurunan tersebut terjadi secara menyeluruh dan berdampak pada seluruh mitra.

Di sisi lain, kebijakan fiskal nasional juga memengaruhi besaran dana transfer pusat ke daerah. Kondisi ini mempersempit ruang fiskal Kabupaten Bandung.

“Pengurangan anggaran tidak menyasar kelompok tertentu. Seluruh mitra merasakan dampaknya secara proporsional,” tegasnya.

Sejak 2017, Diskominfo Kabupaten Bandung terus membenahi administrasi kemitraan media. Langkah ini bertujuan menciptakan tata kelola yang tertib, transparan, dan terukur.

Saat ini, Diskominfo mengelola relasi media melalui tiga pendekatan utama. Pendekatan tersebut meliputi komunikasi personal, kerja sama formal dengan perusahaan media, serta sinergi melalui organisasi profesi.

Melalui jalur organisasi, Diskominfo menjalin kemitraan dengan PWI, IJTI, dan berbagai forum wartawan. Upaya ini bertujuan menjaga soliditas dan mencegah polarisasi di kalangan insan pers.

“Kami ingin membangun relasi media yang seimbang dan profesional,” kata Sandi.

Menghadapi tahun kerja 2026, Diskominfo telah merumuskan pola kemitraan baru bersama Kepala Dinas. Pembahasan tersebut menitikberatkan pada efektivitas publikasi dan kebutuhan strategis daerah.

Selain publikasi rutin, Diskominfo juga menyiapkan dukungan publikasi tematik sesuai arahan pimpinan daerah. Skema ini mendukung penyebaran informasi pembangunan secara lebih terarah.

“Prinsip kami jelas, merangkul semua pihak. Keterbatasan anggaran tidak boleh memicu pengelompokan,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Diskominfo akan mengonsultasikan pengembangan relasi media kepada Bupati Bandung. Langkah ini diharapkan memperkuat keterbukaan informasi publik.

“Kami ingin menjaga hubungan yang harmonis dan produktif dengan insan pers,” pungkasnya.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.