Rancaekek, Info Burinyay — Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung H. Irvan Ahmad, SE., MM., membuka Pagelaran Seni Tradisi dan Atraksi Budaya di Lembur Ambu Apon, Kampung Sapan, Jalan Yasaadi Nomor 8, Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Pagelaran tersebut mengusung tema “Jagat Pasundan Bersama Menjaga Ragam Budaya dalam Ngareunggeu Bulan Season ke-4”. Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi para pelaku budaya, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat dalam satu rangkaian pesta rakyat.
Dalam pembukaan kegiatan, H. Irvan Ahmad menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi berbagai unsur yang ikut menggelar kegiatan budaya tersebut. Menurutnya, para pupuhu budaya dan inohong turut mengambil bagian dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah sore ini barusan atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung, atas nama Pak Bupati, saya selaku Kepala Dinas Kebudayaan telah membuka suatu pagelaran seni budaya Pesta Rakyat yang dikemas, yang diselenggarakan oleh para pupuhu-pupuhu budaya, termasuk juga para inohong yang ada,” ujar Irvan.
Selain melibatkan para pelaku budaya, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari pemerintah kecamatan dan pemerintah desa. Irvan menyebut sebanyak 13 desa ikut berkolaborasi dalam penyelenggaraan pagelaran tersebut.
“Bekerja sama dengan pemerintah kecamatan kemudian desa yang ada, 13 desa semua berkolaborasi, terutama untuk Desa Sukamanah tempat penyelenggaraan acara hari ini,” katanya.
Irvan menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi pesta rakyat. Pagelaran juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Di sisi lain, Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menjalankan program inovasi di bidang kebudayaan. Program itu bernama Sapa Pesona Budaya Bedas.
Melalui program tersebut, Dinas Kebudayaan mengemas pagelaran dengan nama Baraya Bedas yang membawa semangat “Bersama Menjaga Keragaman Budaya”.
“Ini adalah suatu pagelaran yang mana memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dan juga diselenggarakan suatu program inovasi kami, program inovasi Dinas Kebudayaan yaitu Sapa Pesona Budaya Bedas yang kami kemas pagelarannya dengan nama Baraya Bedas, Bersama Menjaga Keragaman Budaya,” tutur Irvan.
Menurut Irvan, rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak pagi hari. Setelah memasuki waktu sore, penyelenggara memberikan jeda sebelum melanjutkan kembali pertunjukan setelah bakda Maghrib.
Rangkaian pagelaran tersebut kemudian berlanjut hingga tengah malam. Berbagai potensi seni budaya mendapat ruang untuk tampil dan disaksikan langsung oleh masyarakat.
“Kami barusan dengan seluruhnya telah menyelenggarakan, ini acara telah diselenggarakan dari pagi hari sampai barusan. Kemudian kita sekarang break dulu dan nanti setelah bakda Maghrib kita akan lanjut kembali sampai tengah malam mempertontonkan semua potensi kebudayaan yang kita miliki,” jelasnya.
Lebih lanjut, Irvan menyebut sejumlah pelaku seni akan tampil dalam rangkaian acara. Seniman, budayawan, penari, dan pendekar silat ikut mengambil bagian dalam pertunjukan budaya tersebut.
“Jadi sudah siap hari ini, saat sekarang berbagai para seniman, budayawan, para penari, para pendekar-pendekar silat semua akan tampil dan bersama-sama disaksikan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Bandung khususnya yang ada di Kecamatan Rancaekek,” kata Irvan.
Dalam rangkaian pagelaran tersebut, masyarakat juga dapat menyaksikan beragam atraksi seni tradisi. Salah satunya Kuda Renggong Abah Jaka dan Cuta Muda yang turut memeriahkan kegiatan.
Namun, kehadiran berbagai atraksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian besar pagelaran yang menempatkan keberagaman budaya sebagai tema utama. Karena itu, kegiatan tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mempertemukan pelaku budaya dengan masyarakat.
Kolaborasi 13 desa menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaan kegiatan. Pemerintah, pupuhu budaya, inohong, seniman, budayawan, serta masyarakat berada dalam satu ruang kegiatan untuk menampilkan potensi budaya yang berkembang di wilayah Rancaekek.
Melalui program Baraya Bedas, Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung membawa pesan tentang pentingnya menjaga keragaman budaya. Pagelaran di Desa Sukamanah menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan pesan tersebut dengan praktik seni budaya secara langsung.
Sementara itu, rangkaian pertunjukan yang berlangsung hingga malam memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyaksikan berbagai bentuk kesenian. Dengan demikian, pagelaran tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan budaya lokal lebih dekat dengan masyarakat.
H. Irvan Ahmad menegaskan bahwa berbagai potensi kebudayaan mendapat kesempatan untuk tampil dalam kegiatan tersebut. Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Kebudayaan pun terus membuka ruang kolaborasi bersama pelaku budaya dan masyarakat.
Pagelaran Seni Tradisi dan Atraksi Budaya di Lembur Ambu Apon akhirnya menjadi momentum pertemuan antara pemerintah, pelaku budaya, dan masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut, keberagaman seni dan budaya Pasundan mendapat ruang untuk terus dikenal, diapresiasi, dan ditampilkan kepada masyarakat.