25.9 C
Bandung
Kamis, Agu 20, 2026
Info Burinyay
Parlementer

Cecep Suhendar Dorong Kader Perempuan Rancaekek Perkuat Pemberdayaan Masyarakat

Cecep Suhendar dorong kader Rancaekek perkuat pemberdayaan masyarakat
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Cecep Suhendar saat mengikuti Reses Masa Sidang III Tahun 2026 di Kecamatan Rancaekek, Kamis (20/8/2026). Foto:Info Burinyay/dj

Rancaekek, Info Burinyay — Reses Anggota DPRD Kabupaten Bandung Masa Sidang III Tahun 2026 Daerah Pemilihan (Dapil) IV berlangsung di Lembur Ambu Apon, Jalan Yasaadi No. 8, Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Kamis, 20 Agustus 2026.

Kegiatan reses tersebut mengusung tema “Semangat 45 Dalam Memperjuangkan Aspirasi Masyarakat”. Dalam agenda itu, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Dr. H. Cecep Suhendar, S.Pd., M.Si., mengundang kader-kader penggerak masyarakat dari Kecamatan Rancaekek.

Cecep menjelaskan, peserta reses mayoritas merupakan perempuan yang aktif menjalankan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, sekitar 98 persen peserta yang hadir merupakan ibu-ibu.

“Mereka ini kader-kader penggerak masyarakat yang ada di Kecamatan Rancaekek. Hampir 98 persen adalah ibu-ibu,” kata Cecep Suhendar dalam kegiatan reses tersebut.

Ia menilai, para kader perempuan memiliki potensi besar untuk menggerakkan masyarakat. Karena itu, Cecep menekankan pentingnya pembinaan dan penguatan kapasitas agar para kader dapat menjalankan perannya secara lebih optimal.

“Ibu-ibu ini memiliki kekuatan dan motivasi yang tinggi dalam rangka meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Sehingga, ini perlu dibina dan perlu diberikan penguatan terhadap kinerja mereka, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok yang ada di masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta berasal dari sejumlah kelompok kader yang selama ini bersentuhan langsung dengan masyarakat. Di antaranya kader Posyandu, kader Pos KB, serta kader PKK.

Cecep mengatakan, pihaknya sengaja menghimpun berbagai kader tersebut dalam satu kegiatan. Dengan begitu, para kader dapat saling bertukar pengalaman sekaligus memperkuat kemampuan dalam menjalankan tugas di lingkungan masing-masing.

Selain memberikan materi mengenai motivasi pemberdayaan masyarakat, kegiatan reses juga menghadirkan materi character building. Kemudian, peserta mengikuti fun game yang dirancang untuk membangun kerja sama dan kemampuan menyelesaikan persoalan.

Menurut Cecep, permainan tersebut bukan sekadar hiburan. Di balik kegiatan itu, terdapat materi pendidikan yang berkaitan dengan kemampuan membangun kelompok dan memecahkan masalah.

“Kita tidak hanya memberikan materi terhadap motivasi pemberdayaan masyarakat. Kita juga melatih character building dengan fun game,” katanya.

Cecep menambahkan, permainan yang diberikan kepada peserta memiliki tujuan tertentu. Melalui permainan tersebut, para kader belajar memahami cara membangun sebuah kelompok sekaligus menghadapi persoalan secara bersama-sama.

“Ibu-ibu diberikan permainan, tetapi sebenarnya itu adalah pendidikan. Bagaimana cara membuat sebuah kelompok, bagaimana memecahkan sebuah masalah, maka dirangkum dalam sebuah permainan fun game,” tuturnya.

Pendekatan tersebut, lanjut Cecep, mendapat respons positif dari peserta. Suasana kegiatan menjadi lebih interaktif sehingga peserta dapat mengikuti materi tanpa merasa jenuh.

“Sehingga ini cukup menarik dan nampaknya tidak jenuh semua para peserta,” ujarnya.

Lebih lanjut, Cecep berharap kegiatan reses tidak berhenti pada agenda pertemuan semata. Ia ingin para kader membawa pengalaman dan materi yang mereka dapatkan ke tengah masyarakat.

Karena itu, ia mendorong para kader agar terus bergerak dan menjalankan peran pemberdayaan di lingkungan masing-masing. Terlebih, para kader memiliki posisi strategis karena berhubungan langsung dengan masyarakat.

“Ke depannya, ibu-ibu termotivasi untuk terus semangat bergerak di tengah masyarakat. Mereka memberdayakan masyarakat dan terus aktif di tengah kesibukannya,” kata Cecep.

Selain pemberdayaan masyarakat, Cecep juga berharap para kader terus mendukung pelaksanaan berbagai program pemerintah. Dukungan tersebut, menurutnya, dapat berlangsung mulai dari tingkat Kabupaten Bandung hingga program pemerintah di tingkat pusat.

“Terus aktif di tengah kesibukannya, terus membela program-program pemerintah, baik tingkat kabupaten maupun sampai tingkat pusat,” ujarnya.

Melalui reses Masa Sidang III Tahun 2026 tersebut, DPRD Kabupaten Bandung sekaligus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Aspirasi, kebutuhan, serta pengalaman para kader menjadi bagian penting dalam melihat persoalan yang berkembang di tingkat masyarakat.

Dengan pendekatan yang melibatkan kader Posyandu, Pos KB, PKK, dan kelompok penggerak lainnya, kegiatan reses diharapkan dapat memperkuat hubungan antara wakil rakyat dengan masyarakat. Selain itu, penguatan kapasitas kader juga dapat mendorong pemberdayaan masyarakat agar berjalan secara berkelanjutan.

Tema “Semangat 45 Dalam Memperjuangkan Aspirasi Masyarakat” menjadi penegasan bahwa reses tidak hanya menjadi ruang penyampaian aspirasi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran masyarakat dalam mendukung pembangunan dan berbagai program pemerintah di Kabupaten Bandung.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.