Bandung, Info Burinyay – DPRD Provinsi Jawa Barat menilai Kota Cirebon memegang peran penting sebagai pusat sejarah dan kebudayaan di wilayah Jawa Barat. Menjelang Hari Jadi ke-599 Kota Cirebon, daerah ini terus menunjukkan kekuatannya dalam menjaga warisan budaya yang telah tumbuh selama ratusan tahun.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Daddy Rohanady, mengatakan empat kesultanan yang masih berdiri menjadi bukti kuat perjalanan panjang peradaban Cirebon. Menurutnya, keberadaan kesultanan tersebut memperlihatkan besarnya kontribusi Cirebon terhadap sejarah bangsa.
“Usia 599 tahun merupakan usia yang sangat matang dan menunjukkan betapa besar peran Cirebon dalam sejarah Jawa Barat. Keberadaan empat kesultanan menjadi bukti perjalanan panjang peradaban yang hingga kini masih terjaga,” kata Daddy, Minggu (21/6/2026).
Daddy mengapresiasi masyarakat yang terus menjaga tradisi dan nilai budaya leluhur. Karena itu, ia berharap seluruh pihak memperkuat upaya pelestarian budaya di tengah perkembangan zaman.
Selain memiliki nilai sejarah tinggi, Cirebon juga menyimpan potensi besar untuk mendorong pertumbuhan daerah. Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memperkuat dukungan terhadap pembangunan dan pelestarian kawasan bersejarah.
Sebagai wakil rakyat dari Dapil XII yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Indramayu, Daddy menegaskan pemerintah provinsi terus menjalankan berbagai program strategis. Program tersebut bertujuan menjaga identitas budaya sekaligus meningkatkan kualitas ruang publik.
Ia menyebut beberapa program yang sudah berjalan, antara lain penataan Alun-Alun Kasepuhan, revitalisasi Alun-Alun Masjid Agung At-Taqwa, dan renovasi Gedung Negara Cirebon.
“Pak Gubernur juga telah menyampaikan komitmennya untuk menata berbagai peninggalan sejarah yang menjadi identitas Cirebon. Berbagai penataan yang sudah dilakukan menjadi bukti nyata kehadiran Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendukung kemajuan dan pelestarian warisan budaya,” ujarnya.
Sementara itu, Daddy menilai tema Hari Jadi Kota Cirebon tahun ini, ‘Manunggal Winangun Caruban’, memiliki makna yang sangat relevan. Tema tersebut mengajak seluruh elemen untuk membangun daerah melalui kerja sama dan semangat kebersamaan.
Menurut dia, pembangunan tidak akan berjalan optimal jika hanya mengandalkan satu pihak. Sebaliknya, pemerintah daerah, DPRD, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dan masyarakat harus bergerak dalam satu tujuan.
“Tema ini mengajarkan bahwa membangun Cirebon tidak bisa dilakukan sendiri. Pemerintah daerah, DPRD, masyarakat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat harus memiliki tujuan dan semangat yang sama. Ketika seluruh stakeholder bersatu, maka kesejahteraan masyarakat akan lebih mudah diwujudkan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Daddy optimistis Cirebon mampu meningkatkan daya saing tanpa meninggalkan akar budayanya. Menurutnya, sejarah yang kuat dan potensi ekonomi yang besar menjadi modal utama untuk mendorong kemajuan daerah.
Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan menjaga semangat kolaborasi. Dengan langkah tersebut, Cirebon dapat tumbuh sebagai kota maju yang tetap mempertahankan karakter budayanya.
“Semangat kebersamaan harus terus dijaga. Saya yakin dengan sinergi yang kuat dan komitmen bersama, Cirebon akan semakin maju, sejahtera, dan menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat,” pungkasnya.
