32 C
Bandung
Sabtu, Jun 20, 2026
Info Burinyay
Pendidikan

BAZNAS dan PGRI Kabupaten Bandung Perkuat Kolaborasi, Yusuf Ali Tantowi Ajak Guru Bangun Budaya Berbagi

Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tantowi memberikan keterangan saat wawancara terkait sinergi BAZNAS dan PGRI serta pembentukan Unit Fundraising Zakat (UFJ) di sekolah dalam Konferensi Kerja I PGRI Kabupaten Bandung 2026.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung, KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., menyampaikan pandangannya saat wawancara usai menghadiri Konferensi Kerja I PGRI Kabupaten Bandung Masa Bakti XXIII Tahun 2025-2026 di Gedung PGRI Kabupaten Bandung, Sabtu (20/6/2026). - Foto : Info Burinyay/lee

Katapang, Info Burinyay – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung, KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., mengajak para guru untuk menjadi penggerak budaya berbagi di tengah masyarakat. Menurutnya, guru memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus mendorong kepedulian sosial di lingkungan sekitar.

Ajakan tersebut ia sampaikan saat menghadiri Konferensi Kerja I PGRI Kabupaten Bandung Masa Bakti XXIII Tahun 2025-2026 di Gedung PGRI Kabupaten Bandung, Jalan Terusan Kopo Katapang KM 13,5 Nomor 206, Sabtu (20/6/2026).

Konferensi kerja mengusung tema “Guru Bermutu Indonesia Maju Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas”. Selain itu, kegiatan ini menjadi forum untuk menyusun program kerja organisasi. Peserta juga membahas evaluasi serta arah kebijakan PGRI Kabupaten Bandung ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Yusuf Ali Tantowi mengapresiasi hubungan yang terjalin antara BAZNAS Kabupaten Bandung dan PGRI Kabupaten Bandung. Ia menilai kedua lembaga terus menunjukkan komitmen yang sama dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia.

Menurut Yusuf, sinergi yang kuat akan memperluas manfaat bagi masyarakat. Karena itu, BAZNAS terus mendorong kerja sama yang lebih konkret dengan organisasi profesi guru tersebut.

“Alhamdulillah, hubungan antara BAZNAS dan PGRI berjalan sangat baik. Kami juga sudah membuat MoU sebagai dasar penguatan kerja sama. Karena itu, kami berharap kolaborasi ini terus berkembang,” kata Yusuf Ali Tantowi.

Selain itu, ia menegaskan bahwa guru memiliki posisi strategis dalam membangun karakter masyarakat. Oleh sebab itu, ia berharap para pendidik dapat menjadi teladan dalam menumbuhkan semangat berbagi.

“Kami menaruh harapan besar kepada para guru. Ketika BAZNAS dan PGRI bersinergi, kami yakin para guru mampu mendorong perubahan positif. Kami juga berharap budaya berbagi semakin tumbuh di Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yusuf mengungkapkan rencana BAZNAS Kabupaten Bandung untuk memperluas pembentukan UPZ di sekolah-sekolah. Program tersebut akan menjadi bagian dari penguatan edukasi zakat sejak dini.

Menurutnya, sekolah merupakan tempat yang tepat untuk mengenalkan praktik ibadah maliyah kepada peserta didik. Karena itu, BAZNAS akan mempercepat pembentukan UPZ di berbagai satuan pendidikan.

“Saat ini kami mendorong pembentukan UPZ secara lebih masif. Kami ingin menjadikan UPZ sebagai laboratorium praktik ibadah maliyah di sekolah,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa UPZ tidak hanya mengajarkan teori. Sebaliknya, program itu memberi ruang bagi warga sekolah untuk memahami praktik pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara langsung.

Selain itu, Yusuf menilai keberadaan UPZ dapat meningkatkan pemahaman mengenai tata kelola dana sosial keagamaan. Dengan demikian, sekolah memiliki sarana edukasi yang terarah dan berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan praktik ibadah maliyah berjalan secara legal, resmi, dan memberi manfaat nyata bagi sekolah. Karena itu, keberadaan UPZ menjadi sangat penting,” tegasnya.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.