Bandung, Info Burinyay – Momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Barat menjadi perhatian Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Barat. Fraksi PKB mendorong pemerintah provinsi mempercepat pemerataan pendidikan. Salah satu fokusnya ialah penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) di wilayah yang masih kekurangan fasilitas pendidikan.
Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Barat, Asep Suherman, menilai penguatan pendidikan karakter dan pembangunan RKB merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun, ia melihat pelaksanaan program tersebut masih perlu mendapat penguatan.
“Fraksi PKB DPRD Jawa Barat menilai program prioritas soal penguatan pendidikan berkarakter dan penambahan RKB ini sangat baik, tapi masih perlu ditingkatkan kembali, khususnya RKB yang sampai hari ini kita melihatnya masih belum optimal,” ujar Asep Suherman di Kota Bandung, Rabu (19/8/2026).
Menurut Asep, pemerataan pendidikan tidak cukup hanya dengan membangun gedung sekolah. Pemerintah juga perlu memastikan ketersediaan fasilitas pendukung, tenaga pendidik, serta layanan pembelajaran yang berkualitas.
Karena itu, Fraksi PKB DPRD Jawa Barat berkomitmen mengawal kebijakan pemerintah daerah di sektor pendidikan. Fraksi tersebut juga mendorong agar pembangunan RKB menyasar sekolah yang benar-benar membutuhkan.
Selain itu, Asep menyoroti kesenjangan fasilitas pendidikan antara kawasan perkotaan dan pedesaan. Menurutnya, sejumlah wilayah di kawasan Selatan Jawa Barat masih menghadapi keterbatasan sarana pendidikan.
Kondisi tersebut, lanjut Asep, membutuhkan perhatian pemerintah. Pembangunan pendidikan harus berjalan lebih merata. Dengan demikian, masyarakat di berbagai daerah dapat memperoleh kesempatan pendidikan yang setara.
“Pemerataan pendidikan ini sangat penting. Masih terdapat wilayah yang belum mendapatkan fasilitas pendidikan secara optimal. Hal ini harus terus kita dorong agar masyarakat Jabar memperoleh hak pendidikan yang sama,” katanya.
Di sisi lain, pemerataan guru juga menjadi perhatian Fraksi PKB. Asep menilai pembangunan RKB harus berjalan bersama dengan pemenuhan tenaga pendidik. Sebab, tambahan ruang belajar tidak akan maksimal tanpa dukungan guru yang memadai dan berkualitas.
Selanjutnya, kebijakan pendidikan perlu mencakup beberapa aspek sekaligus. Pemerintah perlu memperkuat infrastruktur sekolah. Pemerintah juga perlu meningkatkan kualitas guru. Selain itu, kualitas pembelajaran dan pendidikan karakter harus terus mendapat perhatian.
Fraksi PKB juga menyoroti program penguatan pendidikan karakter di Jawa Barat. Asep menilai pesantren dan sekolah berasrama memiliki pengalaman dalam membentuk karakter peserta didik.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya mengejar kemampuan akademik. Pendidikan juga perlu membangun moral, kedisiplinan, kemandirian, serta tanggung jawab peserta didik.
“Pendidikan karakter harus terus diperkuat karena keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari karakter dan sikap peserta didik,” ujarnya.
Sementara itu, terkait pendekatan pendidikan semi militer, Fraksi PKB menyatakan dukungan terhadap upaya membangun kedisiplinan generasi muda. Namun, Asep mengingatkan agar penerapannya tetap memperhatikan kondisi dan kebutuhan setiap anak.
Menurut Asep, pendekatan tersebut harus memberikan dampak positif bagi peserta didik. Karena itu, pelaksanaannya perlu mempertimbangkan kondisi psikologis, karakter, serta tahap perkembangan anak.
“Yang terpenting adalah bagaimana program tersebut memberikan dampak positif bagi anak-anak. Pelaksanaannya tentu harus mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan setiap anak agar hasilnya optimal,” katanya.
Memasuki usia ke-81, Jawa Barat menghadapi tantangan untuk memperkuat pembangunan manusia. Karena itu, Fraksi PKB menilai pendidikan harus tetap menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
Pemerataan RKB, fasilitas pendidikan, distribusi guru, peningkatan kualitas pembelajaran, serta penguatan karakter perlu berjalan secara beriringan. Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk memperkecil kesenjangan pendidikan antardaerah.
Pada akhirnya, Fraksi PKB berharap kebijakan pendidikan mampu memberikan manfaat yang lebih merata bagi masyarakat Jawa Barat. Pendidikan yang berkualitas diharapkan dapat memperkuat daya saing generasi muda sekaligus mendukung pembangunan daerah.
“Kami berharap Jawa Barat semakin baik dan maju. Pendidikan harus tetap menjadi perhatian utama karena dapat menjadi investasi jangka panjang dalam menghasilkan generasi yang unggul. Mudah-mudahan Jawa Barat semakin maju dan memiliki masyarakat yang berkarakter,” tutur Asep.
Dengan demikian, momentum Hari Jadi ke-81 Jawa Barat tidak hanya menjadi peringatan perjalanan daerah. Momentum tersebut juga menjadi dorongan untuk memperkuat pemerataan pendidikan. Fraksi PKB menilai pembangunan sumber daya manusia perlu mendapat perhatian yang konsisten agar seluruh masyarakat Jawa Barat memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.
