Rabu, Agu 19, 2026
Info Burinyay
Jawa BaratParlementer

Aceng Malki: 81 Tahun Merdeka, Rakyat Harus Rasakan Manfaatnya

Anggota DPRD Jawa Barat H Aceng Malki bersama tokoh dan masyarakat pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Bandung
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari PKB, H Aceng Malki, mengajak masyarakat memaknai HUT ke-81 RI dengan kerja nyata, menjaga persatuan, serta memastikan kemerdekaan menghadirkan kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, dan kehidupan layak bagi seluruh rakyat. (Foto:Info Buriyay/yk)

Bandung, Info Burinyay — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya menjadi agenda seremonial. Momentum tersebut juga menjadi ruang untuk mengevaluasi perjalanan bangsa dan memperkuat komitmen mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H Aceng Malki, mengatakan masyarakat perlu merasakan manfaat kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut dia, pemerintah harus memastikan pembangunan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

“Selamat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Semoga momentum kemerdekaan ini menjadi energi bagi kita semua untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia,” ujar H Aceng Malki di Bandung, Selasa (18/8/2026).

Menurut Aceng, bangsa Indonesia tidak cukup memaknai kedaulatan sebagai kebebasan dari penjajahan. Negara juga perlu menunjukkan kedaulatan melalui kemampuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Kebutuhan tersebut mencakup ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial. Karena itu, pemerintah perlu memastikan masyarakat memperoleh akses yang layak terhadap berbagai kebutuhan tersebut.

“Indonesia yang berdaulat harus mampu memberikan kehidupan yang layak kepada rakyatnya. Kemerdekaan harus bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya menjadi simbol yang kita peringati setiap 17 Agustus,” katanya.

Selain itu, Aceng menilai masyarakat membutuhkan kesempatan yang setara untuk berkembang. Pemerintah pun perlu memperluas akses pembangunan agar masyarakat dapat meningkatkan kualitas hidup.

Menurutnya, pemerintah harus terus mengurangi kesenjangan. Kebijakan pembangunan juga perlu menjangkau masyarakat di berbagai wilayah dan kelompok sosial.

Peringatan HUT ke-81 RI tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun ini berlangsung dengan suasana berbeda. Pemprov Jabar untuk pertama kalinya menggelar upacara di halaman Gedung Sate, Kota Bandung.

Sebelumnya, pemerintah rutin menggelar upacara HUT RI di Lapangan Gasibu. Perubahan lokasi tersebut menarik perhatian karena Gedung Sate menjadi salah satu ruang penting dalam aktivitas pemerintahan Jawa Barat.

Aceng melihat perubahan lokasi itu sebagai peluang untuk mendekatkan momentum kemerdekaan kepada masyarakat. Menurut dia, masyarakat juga perlu memperoleh ruang untuk ikut terlibat dalam berbagai kegiatan publik.

“Masyarakat jangan hanya ditempatkan sebagai penonton pembangunan. Masyarakat harus diberikan ruang untuk berpartisipasi sekaligus mendapatkan manfaat dari pembangunan yang dilaksanakan pemerintah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aceng menilai pemerintah perlu menerjemahkan cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur melalui kebijakan konkret. Menurut dia, pemerintah tidak cukup mengukur pembangunan dari jumlah infrastruktur yang selesai.

Pemerintah juga perlu melihat dampak pembangunan terhadap kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi, misalnya, harus berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Selain itu, pemerintah perlu memperluas akses pendidikan dan kesehatan. Pemerintah juga harus memperkuat perlindungan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.

“Adil artinya setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan, pekerjaan dan kehidupan yang layak. Karena itu, pembangunan harus terus diarahkan agar tidak ada masyarakat yang tertinggal,” tuturnya.

Di sisi lain, Aceng mengingatkan masyarakat agar menjaga persatuan. Perbedaan pilihan politik, pandangan, dan latar belakang tidak boleh merusak hubungan antarsesama warga.

Menurut dia, masyarakat membutuhkan semangat gotong royong untuk menghadapi berbagai tantangan. Pemerintah, wakil rakyat, dan masyarakat juga perlu membangun kerja sama dalam menyelesaikan persoalan di daerah.

Aceng menilai semangat tersebut menjadi bagian penting dalam mengisi kemerdekaan. Para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan pada masa lalu. Kini, masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengisinya melalui tindakan nyata.

“Para pahlawan dahulu berjuang untuk merebut kemerdekaan. Tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan itu dengan kerja nyata, menjaga persatuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Selanjutnya, Aceng berharap peringatan HUT ke-81 RI dapat memberikan energi baru bagi masyarakat Jawa Barat. Ia juga berharap masyarakat Kabupaten Garut ikut memperkuat semangat pembangunan daerah.

Menurut Aceng, pemerintah perlu menjalankan pembangunan secara berkelanjutan. Wakil rakyat juga perlu mengawal kebijakan agar program pemerintah memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Pada akhirnya, kemerdekaan tidak hanya berkaitan dengan perayaan setiap 17 Agustus. Kemerdekaan juga berkaitan dengan kemampuan masyarakat memperoleh pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan kehidupan yang layak.

“Indonesia berdaulat, adil dan makmur bukan sekadar slogan. Itu adalah cita-cita yang harus kita wujudkan bersama. Pemerintah, wakil rakyat dan masyarakat harus saling menguatkan agar kemerdekaan benar-benar memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat,” pungkas H Aceng Malki.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.