Jumat, Apr 17, 2026
Info Burinyay
Pemerintahan DesaPrestasi

Cibiru Wetan Harumkan Kabupaten Bandung, Raih Juara 2 Desa Digital Nasional

Kepala Desa Cibiru Wetan Hadiana Supriatna menunjukkan piagam dan trofi juara 2 Lomba Desa Digital Nasional 2026 di Boyolali Jawa Tengah
Kepala Desa Cibiru Wetan, Hadiana Supriatna, memperlihatkan piagam penghargaan dan trofi juara 2 Lomba Desa Digital Tingkat Nasional 2026 usai penganugerahan pada peringatan Hari Desa Nasional di Boyolali, Jawa Tengah.- Foto:InfoBurinyay/Diskominfo

Boyolali, Info Burinyay – Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, desa tersebut meraih juara 2 dalam Lomba Desa Digital Tingkat Nasional Tahun 2026.

Ajang tersebut berlangsung pada Kamis, 15 Januari 2026. Kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Desa Nasional. Panitia menggelar acara di Lapangan Desa Butuh, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia menyelenggarakan lomba tersebut. Melalui ajang ini, kementerian memberikan apresiasi kepada desa-desa inovatif dari seluruh Indonesia.

Selain itu, lomba ini menilai konsistensi desa dalam mengembangkan layanan berbasis digital. Dari ribuan desa yang mengikuti proses seleksi, Cibiru Wetan menunjukkan kinerja yang kompetitif dan berkelanjutan.

Sebelumnya, Desa Cibiru Wetan juga meraih penghargaan di tingkat provinsi. Desa ini memperoleh Predikat Pinunjul Kedua pada Anugerah Gapura Sri Baduga Jawa Barat Tahun 2025. Penghargaan tersebut diberikan atas kinerja pemerintah desa terbaik.

Dengan capaian tersebut, Desa Cibiru Wetan memperkuat posisinya sebagai desa inovatif. Desa ini terus mendorong pemanfaatan teknologi untuk mendukung pelayanan publik.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih. Menurutnya, inovasi desa menjadi indikator kemajuan pembangunan daerah.

“Saya mengucapkan selamat kepada Desa Cibiru Wetan atas prestasi pada Lomba Desa Digital Tingkat Nasional. Semoga capaian ini menginspirasi desa lain untuk terus berinovasi,” ujar Dadang Supriatna, yang akrab disapa Kang DS.

Lebih lanjut, Kang DS menilai transformasi digital desa sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Bandung. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penguatan kapasitas desa.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Daya Saing dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes PDT, Luthfy Latief, menyoroti ketatnya persaingan lomba.

“Saya mengucapkan selamat kepada enam desa yang menjadi juara nasional. Tidak mudah menjadi terbaik dari lebih 75 ribu desa,” kata Luthfy Latief.

Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan kesiapan desa menghadapi tantangan era digital. Selain itu, inovasi desa berperan penting dalam memperkuat pembangunan nasional.

Di sisi lain, Kepala Desa Cibiru Wetan, Hadiana Supriatna, menjelaskan proses panjang di balik pencapaian tersebut. Ia menyebut kolaborasi pentahelix sebagai kunci utama keberhasilan.

Sejak 2020, pemerintah desa membangun kerja sama dengan perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut, desa mendorong literasi digital secara bertahap.

“Alhamdulillah, kami bersyukur karena Desa Cibiru Wetan mampu bersaing di tingkat nasional. Prestasi ini memotivasi kami untuk terus meningkatkan pelayanan publik,” ujar Hadiana.

Selain itu, ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam transformasi digital. Menurutnya, semangat belajar warga menjadi fondasi utama perubahan.

Ke depan, Pemerintah Desa Cibiru Wetan merancang pembangunan command center desa. Fasilitas tersebut akan berfungsi sebagai pusat layanan dan pengelolaan data desa.

“Kami berharap berbagai pihak dapat mendukung rencana pembangunan command center desa,” tambahnya.

Melalui sinergi yang berkelanjutan, Desa Cibiru Wetan menunjukkan kesiapan menghadapi tantangan digital. Prestasi ini sekaligus memperkuat citra Kabupaten Bandung sebagai daerah yang mendorong inovasi desa.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.