30.3 C
Bandung
Rabu, Sep 16, 2026
Info Burinyay
Kab. BandungPemerintahan

Bupati Bandung Tinjau Kebakaran Lebakwangi dan Dorong Evaluasi Instalasi Listrik

Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau langsung lokasi kebakaran
Bupati Bandung Dr. H. M. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si., saat meninjau langsung lokasi kebakaran dan memastikan penanganan warga terdampak. Foto:Info Burinyay/red

Arjasari, Info Burinyay — Bupati Bandung Dr. H. M. Dadang Supriatna kembali turun langsung menemui warga yang mengalami musibah. Kali ini, Dadang Supriatna mendatangi Desa Lebakwangi, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Senin (14/9/2026), setelah kebakaran melanda rumah warga.

Dadang langsung berkomunikasi dengan Kepala Desa Lebakwangi setelah menerima laporan kebakaran. Ia kemudian meminta perangkat daerah dan unsur terkait bergerak menangani kondisi warga di lokasi.

Bupati Bandung juga memastikan pemerintah daerah hadir untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kebakaran.

“Saya ingin memastikan bahwa pemerintah daerah hadir ketika masyarakat mengalami kesulitan. Tentunya kita harus membantu mengurangi beban para korban,” ujar Dadang saat meninjau lokasi.

Menurut Dadang, kejadian di Lebakwangi perlu mendapat perhatian serius. Dugaan korsleting listrik kembali muncul sebagai salah satu penyebab kebakaran.

Sebelumnya, kebakaran juga terjadi di wilayah Pacet beberapa hari lalu. Kesamaan dugaan penyebab itu mendorong Dadang untuk meminta evaluasi instalasi listrik secara lebih menyeluruh.

“Ini ada dua kasus, Pacet kemarin dan sekarang di sini. Mungkin saya akan mengundang PLN karena memang kabel itu ada yang sudah 20 tahun, 30 tahun, ada yang disambung-sambung, atau mungkin karena gigitan tikus dan sebagainya,” katanya.

Karena itu, Dadang berencana mengundang PLN bersama DPRD Kabupaten Bandung. Ia ingin kedua pihak mengevaluasi kondisi jaringan listrik secara menyeluruh.

“Saya minta Ketua DPRD, kita sama-sama mengundang PLN untuk evaluasi secara menyeluruh, bukan hanya lokasi yang terkena saja,” ujarnya.

Selain meninjau lokasi, Dadang memastikan pemerintah menyiapkan bantuan bagi warga terdampak. Pemkab Bandung bersama BAZNAS Kabupaten Bandung dan pemerintah desa akan memperbaiki tiga unit rumah.

BAZNAS Kabupaten Bandung juga akan membantu kebutuhan tempat tinggal sementara selama tiga bulan. Bantuan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk mengurangi beban warga setelah kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.

Pemkab Bandung sebelumnya menjalankan pola bantuan serupa ketika kebakaran melanda Kampung Limus, Desa Maruyung, Kecamatan Pacet.

Kebakaran di Pacet melanda tujuh rumah. Lima rumah mengalami kerusakan parah akibat kejadian tersebut.

BAZNAS kemudian membantu biaya kontrakan bagi warga terdampak selama tiga bulan. Bantuan itu membantu korban memenuhi kebutuhan tempat tinggal sambil menunggu proses pemulihan.

Kebakaran Pacet juga berdampak terhadap 29 jiwa. Jumlah tersebut mencakup 21 anak dan balita serta seorang lansia.

Pemerintah tidak hanya memperhatikan kebutuhan tempat tinggal. Pemkab Bandung juga memasukkan kebutuhan pendidikan anak-anak korban dalam proses penanganan.

Di sisi lain, Pemkab Bandung terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Kondisi cuaca kering dan kemarau panjang membuat risiko kebakaran semakin tinggi.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung mencatat 42 kejadian kebakaran sepanjang 1–6 September 2026. Petugas menemukan mayoritas kejadian di semak belukar, lahan kosong, kebun, dan tumpukan sampah.

Sehari setelah periode pencatatan tersebut, Pemkab Bandung kembali meningkatkan kesiapsiagaan. Data dalam periode yang lebih luas mencatat 180 kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Kondisi itu mendorong Dadang untuk mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta warga memeriksa peralatan listrik sebelum meninggalkan rumah.

“Jangan meninggalkan rumah kalau masih ada stop kontak yang terpasang. Kalau bepergian, pastikan saklar listrik sudah dimatikan,” katanya.

Dadang juga meminta warga memperhatikan kondisi kabel dan sambungan listrik yang sudah lama. Kabel berusia puluhan tahun maupun sambungan yang tidak sesuai standar dapat meningkatkan risiko korsleting.

Menurut Dadang, masyarakat perlu melakukan pemeriksaan secara rutin. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mencegah kebakaran akibat gangguan instalasi listrik.

“Kita harus waspada. Apalagi kondisi sekarang kering atau kemarau panjang,” ujarnya.

Dadang menegaskan pemerintah tidak cukup bergerak setelah bencana terjadi. Pemerintah juga perlu memperkuat pencegahan untuk menekan risiko kebakaran.

Karena itu, Pemkab Bandung akan memperkuat koordinasi dengan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BAZNAS, pemerintah desa, PLN, DPRD, serta unsur terkait lainnya.

Koordinasi tersebut mencakup penanganan korban, perbaikan rumah, pemenuhan kebutuhan sementara, hingga evaluasi kondisi instalasi listrik.

Dadang berharap evaluasi bersama PLN dan DPRD dapat menghasilkan langkah pencegahan yang lebih efektif. Pemerintah juga ingin masyarakat memahami pentingnya menjaga keamanan instalasi listrik di rumah.

Di tengah proses pemulihan, Dadang meminta para korban tetap tabah menghadapi musibah. Ia memastikan pemerintah daerah terus mendampingi warga hingga kebutuhan utama mereka terpenuhi.

“Ini sudah menjadi takdir. Tetap sabar dan semangat. Pemerintah daerah akan selalu hadir bersama masyarakat dalam kondisi kesulitan,” tutur Dadang.

Kunjungan Dadang ke Lebakwangi sekaligus menunjukkan upaya Pemkab Bandung mempercepat penanganan warga terdampak. Pada saat yang sama, pemerintah mendorong evaluasi dan pencegahan agar kebakaran akibat persoalan instalasi listrik tidak terus berulang.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.