Senin, Apr 20, 2026
Info Burinyay
Kab. BandungPemerintahan

Bupati Bandung Dadang Supriatna Blak-blakan: Banjir, Sampah, dan SDM Jadi PR Besar di Usia 385!

Bupati Bandung Dadang Supriatna memberikan keterangan kepada awak media usai memimpin upacara Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-385 di Lapangan Upakarti Soreang
Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan pernyataan kepada wartawan usai Upacara Peringatan Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung dan Hari Kartini ke-147 Tahun 2026 di Lapangan Upakarti, Soreang, Senin (20/4/2026). - Foto:infoburinyay/dj

Soreang, Info Burinyay — Dadang Supriatna menegaskan pentingnya refleksi sejarah, percepatan penanganan banjir, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-385. Hal itu ia sampaikan usai memimpin upacara peringatan yang digelar di Lapangan Upakarti, Soreang, Senin, 20 April 2026.

Selain itu, peringatan tersebut juga dirangkaikan dengan Hari Kartini ke-147 Tahun 2026. Dalam kesempatan itu, Bupati Bandung mengangkat tema “Bandung Lebih Bedas: Ngarawat Lembur, Ngaronjatkeun Jaman” sebagai arah pembangunan daerah ke depan.

Menurut Dadang, usia 385 tahun bukanlah perjalanan singkat. Sebaliknya, Kabupaten Bandung telah melalui proses panjang yang membentuk wilayah-wilayah baru seperti Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat. Oleh karena itu, ia menilai sejarah tersebut harus menjadi pijakan dalam menentukan arah pembangunan.

“Bandung ini memiliki sejarah sebagai cekungan Bandung. Dari sana lahir berbagai dinamika, termasuk asal-usul nama Bandung yang berkaitan dengan bendungan,” ujar Dadang.

Namun demikian, ia juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi daerahnya. Salah satunya adalah persoalan banjir yang hampir terjadi setiap tahun. Meskipun begitu, ia menyebut kondisi saat ini menunjukkan perbaikan dibandingkan sebelumnya.

Lebih lanjut, Dadang menjelaskan bahwa intervensi pemerintah pusat melalui program Citarum Harum telah memberikan dampak signifikan. Awalnya, luas wilayah terdampak banjir mencapai sekitar 4.000 hektare. Kini, angka tersebut menurun menjadi sekitar 1.500 hektare.

Meski begitu, ia mengakui bahwa sedimentasi dan kurangnya pemeliharaan menjadi faktor yang memicu kembali terjadinya banjir. Selain itu, curah hujan tinggi turut memperparah kondisi tersebut.

“Dulu banjir bisa berlangsung satu bulan, lalu turun menjadi dua minggu. Sekarang bahkan bisa hanya dua hari, meskipun dalam kondisi tertentu bisa kembali meningkat,” jelasnya.

Di sisi lain, Dadang juga menyoroti persoalan sampah sebagai salah satu faktor krusial. Ia menyebut pihaknya tengah menyiapkan inovasi untuk mengatasi persoalan tersebut secara bertahap.

Selanjutnya, ia mengaitkan pembangunan daerah dengan visi nasional, khususnya dalam menyongsong Indonesia Emas. Dalam konteks ini, peningkatan kualitas SDM menjadi prioritas utama.

Ia menyinggung program pemerintah pusat seperti Asta Cita dan Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya membentuk generasi unggul. Selain itu, ia juga melihat peluang dalam pengembangan sektor kesehatan dan konsep silver economy.

“Program ini menjadi peluang untuk mencetak tenaga kesehatan dan dokter. Ini bagian dari strategi jangka panjang yang harus kita siapkan,” katanya.

Kemudian, Dadang menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi. Ia juga mengapresiasi peran Forkopimda serta seluruh elemen masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah.

Sebagai hasilnya, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung pada tahun sebelumnya tercatat meningkat sebesar 1,34 persen. Menurutnya, angka tersebut merupakan capaian signifikan yang lahir dari kerja kolektif.

“Ini bukan hasil kerja pribadi. Semua pihak berkontribusi, mulai dari kepala desa hingga RT dan RW sebagai garda terdepan,” ujarnya.

Di tengah capaian tersebut, Dadang juga membuka ruang kritik dari masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa kritik yang membangun harus disertai solusi, bukan sekadar menjatuhkan.

“Kritik untuk perbaikan saya terima. Tapi kalau hanya untuk menjatuhkan, itu tidak membawa manfaat. Mari kita fokus pada solusi,” tegasnya.

ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bandung untuk tetap kompak dan bersyukur atas capaian yang ada. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Momentum Hari Jadi ke-385 ini diharapkan menjadi titik refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam membangun Kabupaten Bandung yang lebih maju, berkelanjutan, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.