Soreang, Info Burinyay – Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperluas peluang kerja bagi masyarakat. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat kerja sama ketenagakerjaan dengan Jepang melalui Japan Platform for Migrant Workers toward Responsible and Inclusive Society (JP-MIRAI).
Kerja sama tersebut ditandai dengan kunjungan Board of Director JP-MIRAI, Shisido Kenichi, ke Rumah Dinas Bupati Bandung di Soreang, Rabu (3/6/2026). Dalam pertemuan itu, kedua pihak menandatangani Letter of Intent (LoI) sebagai dasar pengembangan kemitraan di bidang ketenagakerjaan.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menyambut positif langkah tersebut. Menurutnya, hubungan antara Pemkab Bandung dan JP-MIRAI telah berjalan cukup lama dan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
“JP-MIRAI sudah cukup lama bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bandung. Tahun lalu kami juga melakukan kunjungan kerja ke Jepang untuk melihat langsung para pekerja asal Kabupaten Bandung dan alhamdulillah mereka berhasil bekerja dengan baik di sana,” kata Dadang Supriatna.
Selain memperkuat hubungan yang sudah terjalin, kerja sama itu juga membuka peluang baru bagi warga Kabupaten Bandung. Karena itu, Pemkab Bandung ingin menyelaraskan kebutuhan tenaga kerja Jepang dengan program pelatihan yang berjalan saat ini.
Dadang Supriatna menegaskan bahwa skema yang ditawarkan JP-MIRAI memberi keuntungan besar bagi calon pekerja. Pasalnya, calon tenaga kerja tidak perlu menanggung biaya rekrutmen.
“Prinsipnya kami sangat berterima kasih, apalagi skema yang ditawarkan ini tanpa biaya bagi calon pekerja. Ini tentu menjadi peluang yang sangat baik bagi masyarakat Kabupaten Bandung,” ujarnya.
Ia juga menyatakan kesiapan untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja Jepang dalam jumlah yang lebih besar. Menurutnya, Kabupaten Bandung dapat membangun kolaborasi dengan daerah lain jika permintaan terus meningkat.
“Kalau kebutuhan SDM lebih besar lagi, nanti bisa kita komunikasikan bersama. Kebetulan saya juga sebagai Ketua Harian APKASI sehingga bisa menjadi ruang diskusi untuk pemenuhan kebutuhan tenaga kerja tersebut,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung Dadang Komara menjelaskan bahwa kerja sama tersebut mendukung target penciptaan 10.000 lapangan kerja baru setiap tahun.
Menurut Dadang Komara, Jepang menjadi salah satu negara tujuan yang sangat potensial. Negara tersebut membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar. Di sisi lain, masyarakat Kabupaten Bandung memerlukan akses kerja yang aman dan legal.
“Jepang merupakan salah satu negara tujuan strategis. Di satu sisi mereka membutuhkan tenaga kerja, di sisi lain masyarakat Kabupaten Bandung membutuhkan akses terhadap peluang kerja yang legal, aman, dan memberikan peningkatan kompetensi,” kata Dadang Komara.
Ia menambahkan bahwa Kabupaten Bandung memiliki sekitar 3,8 juta penduduk. Sebagian besar penduduk berada pada usia produktif. Oleh sebab itu, pemerintah daerah terus mendorong perluasan kesempatan kerja.
Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Bandung menggelar pelatihan bahasa Jepang bagi calon pekerja migran. Program itu menunjukkan hasil yang cukup baik dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2025, sebanyak 161 peserta berhasil bekerja di Jepang dari total 530 peserta pelatihan. Selain itu, selama periode 2021 hingga 2025, sebanyak 418 warga Kabupaten Bandung memperoleh kesempatan kerja di Jepang. Jumlah tersebut berasal dari 840 peserta yang mengikuti pelatihan.
Dadang Komara juga menyoroti penerapan prinsip Fair and Ethical Recruitment Initiative (FERI) dalam kerja sama tersebut. Melalui prinsip itu, perusahaan pengguna tenaga kerja menanggung biaya rekrutmen. Dengan demikian, calon pekerja tidak terbebani biaya penempatan.
“Kami ingin memastikan masyarakat Kabupaten Bandung berangkat melalui jalur yang benar, mendapatkan pelatihan yang memadai, serta memperoleh perlindungan hak-haknya selama bekerja di luar negeri,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, Pemkab Bandung berharap semakin banyak warga yang memperoleh akses kerja internasional. Selain itu, pemerintah daerah juga ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Di sisi lain, kerja sama tersebut dapat memperkuat kepercayaan perusahaan Jepang terhadap tenaga kerja asal Kabupaten Bandung. Karena itu, kedua pihak berkomitmen menjaga kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan.
Ke depan, Pemkab Bandung dan JP-MIRAI ingin membangun model penempatan pekerja migran yang profesional, kompeten, dan berdaya saing global. Langkah itu sekaligus mendukung visi Kabupaten Bandung yang Bedas serta memperkuat kontribusi daerah menuju Indonesia Emas 2045.
