Selasa, Jul 14, 2026
Info Burinyay
Jawa BaratPendidikan

SMPN Satu Atap 1 Cibalong Perkuat Pendidikan Karakter melalui Seminar Anti NAPZA dan Pencegahan Perundungan pada Hari Kedua MPLS

Personel Binmas Polsek Cibalong memberikan edukasi anti NAPZA dan pencegahan perundungan kepada siswa baru pada hari kedua MPLS di SMPN Satu Atap 1 Cibalong, Selasa 14 Juli 2026.
Personel Unit Binmas Polsek Cibalong, AIPTU Sopiyan, memberikan materi tentang bahaya penyalahgunaan NAPZA dan pencegahan perundungan kepada 24 peserta didik baru dalam kegiatan hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN Satu Atap 1 Cibalong, Selasa (14/7/2026). Foto: Info Burinyay/riki

Cibalong, Info Burinyay – Memasuki hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, SMPN Satu Atap 1 Cibalong menggelar Seminar Edukasi Anti NAPZA dan Pencegahan Perundungan, Selasa (14/7/2026). Sekolah menghadirkan kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter bagi peserta didik baru. Melalui seminar ini, sekolah ingin membangun lingkungan belajar yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan.

Sebanyak 24 siswa baru mengikuti seminar dengan penuh antusias. Kepala SMPN Satu Atap 1 Cibalong, Ukun Kusnadi, S.Pd., M.Pd., turut menghadiri kegiatan tersebut. Kehadirannya mempertegas komitmen sekolah dalam membentuk karakter peserta didik sejak awal memasuki dunia pendidikan.

Selain itu, SMPN Satu Atap 1 Cibalong menggandeng Polsek Cibalong untuk memperkuat materi pembinaan. Personel Unit Binmas Polsek Cibalong, AIPTU Sopiyan, hadir sebagai narasumber utama. Ia mengajak seluruh siswa memahami berbagai risiko yang mengancam generasi muda apabila terjerumus dalam penyalahgunaan NAPZA maupun tindakan perundungan.

Pada sesi pertama, AIPTU Sopiyan menjelaskan bahaya penyalahgunaan NAPZA bagi remaja. Menurutnya, narkotika dan obat-obatan terlarang dapat merusak kesehatan fisik, mengganggu kondisi mental, serta menghancurkan masa depan. Karena itu, ia mengingatkan para siswa agar mampu memilih pergaulan yang sehat dan menjauhi segala bentuk penyalahgunaan zat terlarang.

Selanjutnya, AIPTU Sopiyan membahas berbagai bentuk perundungan yang sering muncul di lingkungan sekolah. Ia menjelaskan bahwa perundungan tidak hanya berbentuk kekerasan fisik. Sebaliknya, ejekan, penghinaan, pengucilan, hingga cyberbullying juga termasuk tindakan yang merugikan orang lain. Oleh sebab itu, setiap siswa harus menghormati teman dan menjaga sikap dalam setiap interaksi.

Tidak berhenti di situ, AIPTU Sopiyan juga memberikan langkah-langkah pencegahan. Ia mengajak siswa berani menolak ajakan negatif. Selain itu, ia meminta siswa segera melapor kepada guru apabila menemukan tindakan perundungan atau penyalahgunaan NAPZA. Menurutnya, keberanian bertindak dapat melindungi korban sekaligus mencegah masalah berkembang lebih luas.

Selama seminar berlangsung, para peserta menunjukkan perhatian yang tinggi. Mereka mengikuti setiap materi dengan tertib. Bahkan, beberapa siswa aktif mengajukan pertanyaan. Interaksi tersebut membuat suasana seminar terasa hidup meskipun materi yang dibahas cukup serius.

Kepala SMPN Satu Atap 1 Cibalong, Ukun Kusnadi, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa sekolah akan terus memperkuat pendidikan karakter melalui berbagai kegiatan. Menurutnya, sekolah tidak hanya mengejar prestasi akademik. Namun, sekolah juga harus membentuk pribadi yang berintegritas, disiplin, dan bertanggung jawab.

“Kami ingin memastikan angkatan baru ini tumbuh di lingkungan yang suportif. Melalui sinergi dengan Kepolisian, kami berharap para siswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat serta memahami hukum sejak dini,” ujar Ukun Kusnadi.

Sementara itu, pihak sekolah menilai kerja sama dengan Polsek Cibalong menjadi langkah penting dalam mendukung pelaksanaan MPLS. Sinergi tersebut memperkaya wawasan peserta didik mengenai tantangan sosial yang mereka hadapi di era digital. Dengan demikian, siswa memperoleh bekal yang lebih kuat untuk menjaga diri sekaligus menghargai orang lain.

Melalui seminar ini, SMPN Satu Atap 1 Cibalong berharap seluruh peserta MPLS mampu menjadi pelopor budaya positif. Mereka diharapkan menjauhi NAPZA, menolak segala bentuk perundungan, serta membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan penuh rasa saling menghormati.

laporan Jurnalis : Riki Kontrobutor Tasikmalaya

Editor : AR Suteja

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.