25.9 C
Bandung
Selasa, Jul 14, 2026
Info Burinyay
Pendidikan

248 Peserta Didik Baru SMPN 2 Ciwidey Ikuti Tes Kebugaran dan Pengenalan Visi Misi pada Hari Kedua MPLS

Pemateri memberikan materi visi dan misi sekolah kepada 248 peserta didik baru pada hari kedua MPLS SMP Negeri 2 Ciwidey, Kabupaten Bandung, Selasa (14/7/2026).
Peserta didik baru kelas VII mengikuti penyampaian materi visi dan misi sekolah pada hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 2 Ciwidey, Kabupaten Bandung, Selasa (14/7/2026). Foto: Info Burinyay/lee

Ciwidey, Info Burinyay – SMP Negeri 2 Ciwidey melanjutkan rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari kedua dengan berbagai kegiatan edukatif, Selasa (14/7/2026). Sebanyak 248 peserta didik baru kelas VII mengikuti tes kebugaran jasmani, pengenalan visi dan misi sekolah, serta penguatan karakter.

Sebelumnya, sekolah mengawali MPLS dengan pembukaan resmi dan tur lingkungan sekolah. Peserta mengenal ruang kelas, perpustakaan, ruang guru, ruang BK, serta fasilitas pendukung pembelajaran. Karena itu, siswa mulai memahami lingkungan sekolah sejak hari pertama.

Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti senam pagi sebagai pembuka kegiatan. Setelah itu, guru mengarahkan siswa mengikuti tes kebugaran di ruang masing-masing. Kemudian, seluruh peserta berkumpul di aula untuk mengikuti materi visi dan misi sekolah.

Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SMPN 2 Ciwidey, Pini Siti Yulianti, S.Pd., menjelaskan bahwa dirinya menjadi narasumber pada materi kebugaran jasmani.

“Hari ini kami melaksanakan tes kebugaran jasmani untuk peserta didik baru. Tes terdiri atas dua bagian, yaitu tes denyut jantung dan tes kelenturan,” katanya.

Menurut Pini, guru mengukur denyut jantung sebanyak dua kali. Guru terlebih dahulu mengukur denyut nadi sebelum aktivitas. Setelah itu, guru kembali mengukur denyut nadi setelah siswa melakukan aktivitas fisik.

“Kami membandingkan hasil sebelum dan sesudah aktivitas. Dari hasil itu kami bisa melihat kondisi kebugaran setiap siswa,” ujarnya.

Selain tes denyut jantung, guru juga menguji tingkat kelenturan tubuh peserta. Setiap siswa melakukan gerakan menjangkau sebanyak tiga kali. Selanjutnya, guru mengambil hasil terbaik sebagai nilai akhir.

“Hasil tes ini menjadi data awal kondisi fisik siswa. Nantinya data tersebut membantu kami saat menyusun kegiatan pembelajaran PJOK,” jelasnya.

Ia berharap seluruh peserta menjaga kesehatan sejak awal memasuki jenjang SMP.

“Kami ingin anak-anak memiliki kebugaran jasmani dan rohani yang baik. Dengan begitu mereka dapat belajar secara optimal setiap hari,” katanya.

Sementara itu, Operator Dapodik SMPN 2 Ciwidey, Ahmad Candra Maulana, S.Pd., memastikan seluruh kegiatan berlangsung sesuai jadwal.

“Alhamdulillah, kegiatan sejak hari pertama sampai hari ini berjalan lancar. Tahun ini kami menerima 248 peserta didik baru dari berbagai sekolah dasar,” ujarnya.

Menurut Ahmad, siswa berasal dari sejumlah SD di sekitar Kecamatan Ciwidey. Di antaranya SDN Nanjung, Rancang Gede, Batu Kasur, Rahayu, Cibodas, dan Lebak Muncang 1.

Selain mengikuti tes kebugaran, seluruh peserta menerima materi visi dan misi sekolah di aula.

“Kami ingin siswa mengenal budaya sekolah sejak awal. Selain itu, kami berharap mereka tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan rajin belajar,” katanya.

Di sisi lain, Ketua OSIS SMPN 2 Ciwidey, Agis Apriliani, mengatakan MPLS tahun ini mengangkat tema “Hari Baru Aman dan Nyaman di Sekolah”.

Pada hari pertama, anggota OSIS mengajak peserta mengelilingi seluruh area sekolah. Mereka memperkenalkan ruang guru, ruang BK, ruang UKS, perpustakaan, dan fasilitas lainnya. Karena itu, siswa tidak lagi merasa canggung saat beraktivitas di lingkungan sekolah.

“Hari kedua kami mengawali kegiatan dengan senam pagi. Setelah itu peserta mengikuti tes kebugaran. Selanjutnya mereka menerima materi visi dan misi sekolah di aula,” ujar Agis.

Menurutnya, sekolah akan memfokuskan kegiatan hari Rabu hingga Jumat pada pembentukan karakter dan kedisiplinan.

“Kami ingin seluruh siswa memahami visi sekolah. SMP Negeri 2 Ciwidey berkomitmen membentuk peserta didik yang terampil, tangguh, edukatif, religius, aktif, mandiri, berprestasi, literat, dan berwawasan lingkungan,” katanya.

Sebanyak 20 anggota OSIS mendampingi seluruh rangkaian MPLS tahun ini. Mereka membantu guru sekaligus mengarahkan peserta selama kegiatan berlangsung.

Agis berharap MPLS menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan bagi seluruh peserta didik baru.

“SMP Negeri 2 Ciwidey bukan hanya tempat mencari nilai. Sekolah ini juga menjadi tempat membangun karakter, mengembangkan potensi, dan membentuk generasi yang bernilai bagi masyarakat,” pungkasnya.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.