Soreang, Info Burinyay – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung kini memperkuat tata kelola pendidikan melalui pelantikan 309 kepala sekolah pada Jumat (28/02/2025) di Gedung Moch. Toha.
Ia menegaskan bahwa langkah ini menjadi keputusan strategis untuk mempercepat peningkatan layanan pendidikan sekaligus menutup kekosongan jabatan yang sudah terjadi cukup lama.
Sejak awal, Asep mengoordinasikan seluruh tahapan penetapan bersama Kementerian Pendidikan, MenPAN-RB, dan Badan Kepegawaian Negara. Ia memastikan bahwa timnya menyelesaikan seluruh proses administrasi sesuai ketentuan hingga setiap berkas dinyatakan lengkap. Karena itu, ia menilai pelantikan ini berjalan tepat waktu dan sesuai alur regulasi.
Asep mengatakan, “Alhamdulillah, Pak Bupati sudah melantik 309 kepala sekolah. Kami memproses seluruh tahapan sesuai aturan kementerian sehingga setiap keputusan memiliki dasar hukum jelas.”
Meskipun demikian, ia menjelaskan bahwa kebutuhan jabatan kepala sekolah belum seluruhnya terpenuhi. Oleh sebab itu, ia menyiapkan gelombang pengisian berikutnya sambil menunggu rekomendasi teknis tambahan dari BKN. Dengan langkah tersebut, ia berharap seluruh satuan pendidikan dapat memiliki pemimpin yang lengkap dan stabil.
Ia memaparkan bahwa pelantikan ini membawa dampak langsung terhadap upaya meningkatkan mutu pendidikan. Ia menilai pendidikan sebagai unsur penting dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung. Karena itu, ia mendorong para kepala sekolah agar bekerja lebih terarah dan profesional.
Asep menekankan bahwa setiap kepala sekolah memegang dua tugas utama, yaitu memimpin pembelajaran dan mengelola satuan pendidikan. Menurutnya, kedua tugas itu membutuhkan kemampuan manajerial serta kepekaan terhadap dinamika sekolah. Oleh karena itu, ia meminta seluruh kepala sekolah untuk mengoptimalkan peran mereka sejak hari pertama bertugas.
Ia menambahkan, “Sebagai pemimpin pembelajaran, kepala sekolah harus memastikan proses belajar berjalan baik. Sebagai manajer, mereka harus mengelola dana BOS dengan tepat, memahami aturan, dan melaksanakan setiap program secara transparan.”
Selain itu, ia menilai bahwa setiap kepala sekolah memerlukan perencanaan yang matang. Untuk itu, ia sudah menyiapkan mekanisme pendampingan agar rencana kerja mereka selaras dengan arah kebijakan pemerintah daerah. Melalui pendampingan tersebut, ia ingin memastikan bahwa seluruh program sekolah bergerak dalam satu garis tujuan, yaitu peningkatan kualitas pendidikan.
Lebih jauh, ia mengajak seluruh kepala sekolah untuk membangun kolaborasi dengan guru, komite sekolah, dan masyarakat. Ia percaya bahwa dukungan kolektif dapat mempercepat perbaikan mutu pendidikan di Kabupaten Bandung.
Menutup keterangannya, Asep menyampaikan harapan besar terhadap para pemimpin sekolah yang baru dilantik. Ia meminta mereka bekerja penuh tanggung jawab dan menjaga integritas dalam menjalankan amanah. Dengan komitmen bersama, ia yakin Kabupaten Bandung dapat mencapai standar pendidikan yang lebih baik dan berkelanjutan.
