Soreang, Info Burinyay – Keputusan SDN Sukamenak Indah 2 mengeluarkan seorang siswa memicu perhatian publik. Langkah itu memunculkan diskusi tentang tanggung jawab sekolah dalam membina karakter peserta didik. Selain itu, masyarakat juga menyoroti efektivitas sistem pendampingan yang diterapkan selama siswa menjalani proses pendidikan.
Guru SDN Sukamenak Indah 2, Seno, menjelaskan riwayat perpindahan siswa tersebut. Ia menyampaikan keterangan itu melalui pesan suara WhatsApp pada Jumat (26/6/2026).
“Anak tersebut sebelumnya berasal dari SDN Angkasa 8. Setelah itu pindah ke SDN Bihbul. Kemudian melanjutkan ke SDN Cilampeni 1. Terakhir masuk ke SDN Sukamenak Indah 2,” ujar Seno.
Seno mengatakan sekolah telah menjalankan berbagai langkah pembinaan. Guru memanggil orang tua untuk berdiskusi. Selanjutnya, sekolah memberikan pembinaan kepada siswa. Guru juga membuka kesempatan agar terjadi perubahan perilaku.
Namun, menurut pihak sekolah, persoalan yang sama kembali muncul. Karena itu, sekolah akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan siswa tersebut.
Di sisi lain, keputusan tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan. Banyak pihak menilai sekolah tidak hanya berfungsi mengajar. Sekolah juga memiliki tugas membimbing dan membentuk karakter peserta didik. Oleh sebab itu, proses pembinaan menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan.
Selain itu, masyarakat mengingat pernyataan Bupati Bandung, HM Dadang Supriatna. Ia menegaskan bahwa seluruh anak usia sekolah di Kabupaten Bandung harus tetap memperoleh pendidikan.
“Semua usia sekolah di Kabupaten Bandung harus sekolah.”
Karena itu, perpindahan siswa dari satu sekolah ke sekolah lain menjadi perhatian. Apalagi persoalan yang muncul selalu sama. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi terhadap pola pembinaan yang diterapkan setiap sekolah.
Jika seorang anak terus berpindah sekolah tanpa perubahan yang berarti, maka semua pihak perlu melakukan evaluasi. Evaluasi tidak hanya menyasar peserta didik. Guru, kepala sekolah, dan sistem pendampingan juga perlu mendapat perhatian.
Selanjutnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung diharapkan mengambil langkah evaluasi. Dinas dapat meninjau kemampuan kepala sekolah dalam menangani persoalan karakter siswa. Selain itu, dinas juga dapat mengevaluasi pola pembinaan yang dijalankan guru di lingkungan sekolah.
Pendidikan tidak hanya mengejar nilai akademik. Pendidikan juga bertujuan membentuk karakter, sikap, dan tanggung jawab peserta didik. Karena itu, setiap sekolah memiliki peran penting dalam mendampingi anak selama proses belajar.
Kasus ini akhirnya menjadi perhatian masyarakat. Publik kini menunggu langkah Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. Masyarakat berharap evaluasi tersebut menghasilkan solusi yang lebih efektif. Dengan demikian, setiap anak tetap memperoleh hak pendidikan sekaligus pembinaan yang berkelanjutan. Pada akhirnya, dunia pendidikan diharapkan mampu menyelesaikan persoalan tanpa sekadar memindahkan masalah ke sekolah lainnya.
